My WordPress Blog
Budaya  

20 Makna di Balik Seserahan Pernikahan dan Lamaran untuk Wanita

Arti dan Makna Seserahan dalam Pernikahan

Seserahan dalam lamaran dan pernikahan adalah simbol kesanggupan seorang laki-laki untuk mencukupi kehidupan perempuan yang akan dipinangnya. Barang-barang yang dibawa memiliki makna dan doa untuk kesejahteraan kedua calon mempelai di kehidupan mendatang. Sekarang ini, pihak perempuan dapat meminta dan memilihkan langsung benda-benda yang ingin dibawa saat lamaran dan pernikahan. Sehingga, benda-benda itu benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemauan calon istri.

Nah, apa saja yang harus dibawa sebagai isi hantaran atau seserahan pernikahan dan lamaran untuk wanita? Yuk, simak ulasan ini!

Daftar Benda yang Umum Dibawa dalam Seserahan Pernikahan

  1. Al-Qur’an dan seperangkat alat salat



    Bagi pasangan Muslim, benda ini masuk daftar wajib dalam seserahan pernikahan. Hantaran yang biasanya berisi Al-Qur’an, mukena, sajadah, dan tasbih ini melambangkan pernikahan yang dilakukan harus bertumpu pada nilai agama.

  2. Set perhiasan



    Hantaran berisi set perhiasan ini bermakna agar perempuan sebagai calon istri selalu bersinar dan berkilau sepanjang hidupnya. Bagi para lelaki, perhiasan diusahakan terbuat dari emas (kalau mampu), berlian (agar makna yang dibawa barang ini terkabulkan).

  3. Setelan pakaian



    Ada berbagai macam jenis setelan yang bisa dikasih pihak laki-laki ke perempuan, seperti pakaian kerja, pakaian tidur, bahkan pakaian dalam.

    Namun untuk pasangan dengan adat Jawa, biasanya pakaian dalam seserahan pernikahan berupa bahan kebaya dan kain jarik bermotif batik. Simbol dibalik seserahan ini adalah harapan agar rahasia rumah tangga pasangan dapat disimpan dengan baik.

  4. Makeup dan skincare



    Seserahan lamaran dan pernikahan yang satu ini pasti sangat disukai perempuan, setuju, Bela? Namun benda-benda ini juga menyimpan doa yang baik, lho.

    Makeup dan skincare, baik untuk wajah maupun tubuh, dimaksudkan agar perempuan dapat menjaga penampilan dan senantiasa tampil cantik di depan pasangannya.

  5. Alas kaki dalam ragam jenis



    Entah sepatu, sandal, selop, dan sebagainya, seserahan ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan calon mempelai perempuan. Seserahan pernikahan ini bermakna agar kedua pihak dapat menjalani kehidupannya bersama dengan langkah mantap, di jalan yang benar. Biasanya, alas kaki selalu dibarengi dengan tas.

  6. Tas, bisa diberikan dalam nampan sendiri



    Tas, di sisi lain, bisa berada dalam satu nampan sendiri. Benda seserahan ini pun memiliki arti berbeda dengan sepatu, yaitu perlambang calon suami mampu menafkahi segala keperluan pasangannya, termasuk memberikan aksesori ini.

  7. Makanan tradisional



    Kuliner yang dipilih sebagai seserahan pernikahan biasanya memiliki tekstur basah dan lengket, seperti kue lapis, lemper, jenang, dan sebagainya. Membawa kue ini sebagai seserahan diyakini sebagai harapan agar kedua mempelai selalu lengket sampai akhir hayat, serta silaturahmi antara kedua keluarga berlangsung dengan baik selamanya.

  8. Daun sirih atau suruh ayu



    Daun ini memang nggak termasuk dalam kebutuhan dasar perempuan. Namun, seserahan pernikahan ini bermakna doa untuk keselamatan dan kebahagiaan calon mempelai untuk kehidupan baru yang akan dijalani.

  9. Buah-buahan



    Seserahan pernikahan berupa buah biasanya diisi dengan jeruk, pisang, apel, dan anggur. Makanan alam penuh gizi ini melambangkan harapan pada pasangan yang akan menikah nantinya dapat menghasilkan buah berlimpah bagi orang-orang di sekitarnya.

  10. Set cincin pernikahan



    Kalau ingin ikatan cinta berumur abadi, masukkan set cincin pernikahan dalam hantaran. Seserahan pernikahan ini adalah wujud doa pengikat kedua pasangan agar selalu hidup bersama sampai maut memisahkan.

Jenis-jenis Benda Lain dalam Seserahan Pernikahan

  1. Peralatan mandi



    Seserahan pernikahan selanjutnya adalah peralatan mandi. Seserahan ini biasanya berisi handuk, sabun mandi, sikat dan pasta gigi, sampai body lotion. Makna dari pemberian peralatan mandi kepada mempelai perempuan adalah bahwa sebagai seorang istri harus menjaga kebersihan lahir maupun batin.

  2. Parfum



    Memiliki aroma yang wangi dan menyegarkan membuat parfum kerap dipakai sebagai seserahan. Parfum kini memang menjadi kebutuhan yang cukup penting dalam keseharian. Oleh karena itu, supaya kedua mempelai senantiasa harum dan wangi, parfum ini bisa dijadikan sebagai barang seserahan.

  3. Kain batik dan kebaya



    Dalam adat Jawa, seserahan pernikahan berupa kain batik dan kebaya biasanya menjadi hal yang wajib diberikan. Kedua pakaian tersebut merupakan perwujudan dari adat Jawa dalam sebuah pernikahan. Biasanya, ada motif batik tertentu yang direkomendasikan untuk dipakai. Motif tersebut di antaranya adalah motif sidomukti atau motif sido asih.

  4. Jam tangan



    Selain makanan dan pakaian, ada pula yang memberikan seserahan pernikahan berupa jam tangan. Jam tangan ini merupakan aksesori yang sangat penting dalam kehidupan sebab berkaitan dengan waktu. Bukan hanya barang biasa, jam tangan melambangkan bahwa kedua mempelai akhirnya dipertemukan di waktu yang tepat untuk menikah dan akan bersama sampai waktu yang tak terbatas.

  5. Pisang raja



    Selain buah-buahan yang lengkap, terdapat pisang raja yang menjadi seserahan pernikahan dalam adat Jawa. Pisang jenis raja ini melambangkan kebesaran dan harapan yang baik sehingga tidak bisa digantikan dengan jenis pisang lainnya. Biasanya, pisang raja ini dihias dengan kertas emas supaya terlihat semakin mewah dan menarik.

  6. Bunga segar



    Pernikahan memang hari yang sangat membahagiakan. Hal itu biasanya dilambangkan dengan dekorasi bunga-bunga yang indah. Namun, bukan hanya itu saja, bunga juga terkadang diberikan sebagai seserahan pernikahan yang bermakna. Bunga yang diberikan biasanya adalah bunga melati atau bunga kenanga yang masih segar. Hal yang perlu diingat adalah harus memberikan bunga dalam jumlah yang ganjil. Seserahan ini bermakna agar pernikahan bisa harum, harmonis, dan damai seperti bunga.

  7. Bumbu dapur



    Seserahan pernikahan yang satu ini mungkin terdengar aneh untuk beberapa orang. Namun, bumbu dapur menjadi adat seserahan bagi masyarakat Sunda. Isi dari bumbu dapur tersebut di antaranya adalah bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, jahe, merica, gula aren, dan sebagainya. Bumbu dapur ini menyimbolkan bahwa rumah tangga yang akan dijalani nantinya akan mengalami berbagai rasa, suka duka, dan pahit manis yang harus dijalani bersama.

  8. Jadah ketan



    Kue tradisional yang menjadi makanan wajib untuk seserahan pernikahan adalah jadah ketan. Jadah ketan ini memiliki cita rasa yang asin dan gurih. Seperti teksturnya yang lengket, jadah ketan melambangkan doa agar kedua mempelai bisa lengket layaknya makanan tradisional ini.

  9. Lemper



    Selain jadah ketan, makanan dari ketan selanjutnya yang biasa dipakai sebagai seserahan pernikahan adalah lemper. Makanan tradisional ini juga memiliki cita rasa gurih yang diisi dengan suwiran daging di dalamnya. Di balik penampilannya yang sederhana dengan bungkusan daun pisang, lemper juga memiliki pesan yang mendalam tentang sikap rendah hati. Oleh karena itu, makanan ini biasa dipakai sebagai seserahan.

  10. Jenang dan dodol



    Bagi masyarakat Jawa, jenang dan dodol merupakan salah satu makanan yang tidak luput dalam seserahan pernikahan. Dua makanan ini punya nilai filosofis yang unik, lho. Proses pembuatannya yang panjang dimaknai agar sang pengantin tidak mudah menyerah dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Di sisi lain, jenang yang dibuat beramai-ramai dapat memberikan makna agar kedua mempelai bekerja sama dalam menjalani bahtera rumah tangganya. Sementara itu, tekstur jenang dan dodol yang dikenal lengket menjadi simbol awetnya hubungan pernikahan hingga tua atau sampai ajal menjemput.

Itulah, kira-kira gambaran isi hantaran atau seserahan pernikahan dan lamaran untuk wanita. Semoga bermanfaat, ya!

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *