My WordPress Blog

3 Berita Terpopuler Sumbar: Kisah Roni ODGJ, Operasi Zebra Singgalang, Kapal Sibolga Patah As

Berita Populer Sumbar: Roni, Operasi Zebra Singgalang 2025, dan Evakuasi Kapal Nelayan

Berikut beberapa berita terpopuler di Sumatera Barat yang telah menjadi sorotan dalam 24 jam terakhir. Isu-isu ini mencakup kisah tentang ODGJ yang akhirnya dibebaskan setelah kecaman publik, operasi lalu lintas yang akan segera digelar, serta evakuasi kapal nelayan yang mengalami kecelakaan.

Roni, ODGJ yang Akhirnya Dibebaskan Setelah Kecaman Publik

Jeritan kemanusiaan akhirnya didengar, setelah sempat menjadi sorotan tajam dan memantik kecaman publik, Roni Aries (42), Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung di Korong Tampunik, Nagari Singguliang, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, berhasil dibebaskan. Ia kini telah dievakuasi dan dipindahkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. HB. Saanin Padang untuk menerima perawatan intensif yang layak.

Kabar pembebasan ini bagaikan angin segar, dikonfirmasi langsung oleh Aksi Solidaritas Piaman Laweh (ASPILA), organisasi kemanusiaan yang paling vokal menggaungkan isu ini. Sebelumnya, ASPILA dengan tegas menyoroti praktik pemasungan yang dinilai mencederai nilai-nilai dasar kemanusiaan di era modern.

Ketua ASPILA, Azwar Anas, tidak menampik dilema berat yang dihadapi keluarga Roni kekhawatiran Roni akan mencelakai orang lain menjadi alasan terpaksa pemasungan. Namun, ia menegaskan bahwa solusi rantai bukanlah jawaban permanen, apalagi Roni dan ibunya sama-sama menderita gangguan jiwa.

“Kalau soal Roni, pihak keluarga terpaksa memasung karena kalau dilepas ia mencelakai orang lain. Namun sampai kapan seperti ini? Apakah dirantai seumur hidupnya?” ujar Anas, Minggu (16/11/2025) menyuarakan urgensi perlunya campur tangan profesional.

Anas menekankan bahwa tidak ada lagi tempat bagi praktik pemasungan di masa kini. Setiap ODGJ berhak mendapatkan perawatan medis dan perhatian selayaknya manusia. Kritik tajam dari masyarakat sipil ini langsung membuahkan hasil. Tak lama setelah ASPILA melayangkan kecaman, Azwar Anas mengapresiasi kecepatan tanggap Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Ia mengonfirmasi bahwa Bupati John Kenedy Azis telah merespons kasus Roni secara cepat.

“Alhamdulillah sudah direspon oleh Bupati Padang Pariaman, dan satu jam yang lalu (Roni) dievakuasi menuju RSJ Padang,” tutur Azwar Anas penuh syukur. Langkah evakuasi kilat ini bukan hanya membawa harapan bagi Roni, namun juga menjadi penanda dimulainya penanganan medis yang profesional. Diharapkan, kecepatan tanggap pemerintah daerah ini dapat menjadi preseden baik dan solusi berkelanjutan bagi ODGJ lainnya di Padang Pariaman, mengakhiri semua rantai pemasungan yang tersisa.

Operasi Zebra Singgalang 2025 Digelar

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Padang Pariaman bersiap menggelar Operasi Zebra Singgalang 2025, yang dimulai pada Senin (17/11/2025). Melalui operasi ini, pihak kepolisian mengajak masyarakat untuk tertib berlalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan helm SNI, patuh rambu dan kecepatan, mengutamakan keselamatan diri dan orang lain.

Kasat Lantas Polres Padang Pariaman, Iptu Rudi Chandra, membenarkan informasi tersebut. Kata dia, Operasi Zebra 2025 digelar secara serentak di Indonesia. “Dimulai pada Senin 30 November sampai dengan 30 November 2025,” ujar Iptu Rudi Chandra, Minggu (16/11/2025). Disebutkannya tujuan dari operasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Kemudian untuk menurunkan angka pelanggaran lalu lintas, menurunnya angka kecelakaan dan korban kecelakaan.

“Jadi kami dari Satlantas Polres Padang Padang Pariaman akan menggelar Operasi Zebra Singgalang 2025 selama 14 hari, yang dimulai besok,” tuturnya. Operasi Harkamtibmas bidang Lantas ini digelar dengan mengedepankan preemtif, preventif, dan represif serta humanis. “Targetnya untuk menurunkan angka kecelakaan dan korban kecelakaan, serta pelanggaran lalu lintas,” pungkasnya.

Kapal Nelayan Mengalami Patah As, Awak Selamat

Sebuah kapal nelayan mengalami patah as saat melintas di perairan antara Pulau Sipora dan Pulau Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar). Kecelakaan diperkirakan terjadi pada Kamis (13/11/2025) pukul 13.00 WIB. Berdasarkan informasi awal, kapal mengalami kerusakan parah dan tidak dapat bermanuver, sehingga seluruh awak kapal bergantung pada arus laut.

Perkiraan lokasi kejadian berada pada koordinat 2°26’48.8″S – 99°57’45.3″E, berjarak sekitar 33,34 NM arah 138° dari Dermaga Tuapejat. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Rudi, mengatakan kejadian rusaknya kapal nelayan dengan nama Rezeki Sentosa 8 warna biru putih dilaporkan pada Sabtu (15/11/2025 sekita pukul 14.24 WIB. “Dilaporkan oleh kerabat dari salah satu korban,” kata Rudi, Minggu (16/11/2025).

Kata dia, kapal nelayan ini berlayar dari Sibolga, Sumatera Utara, menuju perairan Mentawai untuk penangkapan ikan. Kapal Rezeki Sentosa 8 mengalami kerusakan pada bagian as mesin, menyebabkan kapal tidak dapat bergerak di tengah laut. Para awak kapal kemudian menghubungi keluarga dan meminta pertolongan, yang diteruskan kepada Basarnas Mentawai.

Setelah menerima laporan, Tim Rescue Kansar Mentawai segera diberangkatkan PD TW 1115 1440 G menggunakan RIB 02 Mentawai menuju LKP, dilengkapi peralatan medis, evakuasi, dan komunikasi. “Perjalanan ke perkiraan lokasi kejadian memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit,” sebutnya. Pada Sabtu pukul 17.45 WIB, petugas gabungan berhasil menemukan kapal nelayan dengan lima orang korban di atasnya dengan selamat.

Rudi menyebutkan kapal nelayan tersebut ditemukan pada koordinat 2°28’47.00″S – 99°58’17″E, sekitar 2,93 NM arah selatan dari lokasi kejadian awal. Kemudian dilakukan evakuasi terhadap korban, sedangkan kapal nelayan ditarik ke Pelabuhan Sikakap. Untuk kelima korban bernama Rahman Sahendra (54), Latif (47), Antoni (40), Komarudin (41), dan Wardoyo Samosir (55). “Lima korban berhasil ditemukan dengan selamat. Kemudian korban dan kapalnya sampai di Pelabuhan Sikakap pada Minggu, pukul 00.10 WIB,” katanya.

Dalam upaya penyelamatan kapal nelayan yang mengalami kerusakan di tengah laut, tim gabungan menggunakan sejumlah alut dan peralatan pendukung. Dimana dikerahkan KN SAR Ramawijaya 240, dibantu RIB 02 Mentawai untuk manuver cepat di area perairan. Selain itu, Rescue D-Max turut digunakan untuk mobilisasi personel dan logistik dari darat. Petugas juga dilengkapi dengan peralatan komunikasi (Alkom), peralatan evakuasi, serta peralatan medis untuk penanganan korban. HP satelit digunakan sebagai sarana komunikasi cadangan guna memastikan koordinasi tetap terjaga meskipun berada jauh dari jangkauan sinyal biasa.

“Kami mengerahkan tim terbaik serta peralatan lengkap untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan selamat. Terima kasih atas kerja sama seluruh pihak dalam mendukung kelancaran operasi ini,” tuturnya. Dengan berhasilnya evakuasi seluruh survivor dalam kondisi selamat, operasi SAR dinyatakan ditutup, dan seluruh unsur kembali satuan masing-masing.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *