My WordPress Blog
Bisnis  

Jeff Bezos Kembali Jadi CEO dan Pimpin Proyek AI Prometheus dengan Dana Miliaran Dolar

Jeff Bezos Kembali ke Dunia Eksekutif dengan Proyek AI Baru

Jeff Bezos, pendiri Amazon dan salah satu tokoh teknologi paling berpengaruh di dunia, dilaporkan akan kembali menjalani peran eksekutif setelah vakum dari jabatan operasional selama lebih dari empat tahun. Menurut laporan yang diterbitkan oleh The New York Times, Bezos akan menjabat sebagai co-CEO untuk startup kecerdasan buatan (AI) baru bernama Project Prometheus.

Project Prometheus telah mengumpulkan dana sebesar 6,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 103,7 triliun (kurs Rp 16.730 per dolar AS) dalam putaran awal pembiayaan. Dana ini sebagian besar berasal dari kontribusi langsung Bezos sendiri. Proyek ini juga memiliki visi ambisius untuk mengembangkan AI yang dapat digunakan dalam sektor rekayasa dan manufaktur, termasuk komputer, otomotif, dan antariksa.

Bezos akan memimpin Project Prometheus bersama Vik Bajaj, seorang fisikawan dan ahli kimia yang sebelumnya bekerja di Google X dan Verily. Perusahaan ini telah merekrut hampir 100 karyawan, termasuk talenta dari perusahaan AI besar seperti OpenAI, DeepMind, dan Meta. Dari profil LinkedIn perusahaan, misi mereka digambarkan sebagai AI untuk ekonomi fisik, yang menunjukkan visi integrasi kecerdasan buatan ke dalam proses produksi dunia nyata.

Ini merupakan penugasan resmi pertama Bezos sebagai eksekutif operasional sejak mundur dari jabatan CEO Amazon pada Juli 2021. Meskipun masih aktif di perusahaan antariksa Blue Origin sebagai pendiri, ini adalah pertama kalinya Bezos memegang peran manajerial harian di perusahaan lain sejak saat itu.

Persaingan Sengit di Industri AI Global

Kembalinya Bezos terjadi di tengah persaingan sengit di industri AI global, di mana perusahaan seperti OpenAI, Google, dan Meta terus bersaing melalui riset dan investasi besar-besaran. Namun, langkah ini tidak luput dari kritik. Investor Michael Burry, yang dikenal karena memprediksi krisis perumahan 2008, menyatakan kekhawatiran atas keberlanjutan finansial industri AI. Burry menuduh beberapa perusahaan teknologi besar menggunakan trik akuntansi untuk “secara artifisial meningkatkan pendapatan.”

Menanggapi skeptisisme tersebut, Bezos tetap optimistis. Dalam sesi Fireside Chat di Italian Tech Week 2025, dia menyatakan, “Ini semacam gelembung industri, bukan gelembung finansial. Ketika debu mereda dan kita melihat siapa pemenangnya, masyarakat akan diuntungkan dari penemuan-penemuan itu. Dengan kata lain, manfaat bagi masyarakat dari AI akan sangat besar.”

Persaingan dengan Elon Musk

Sementara itu, rival Bezos di bidang teknologi, Elon Musk, dikabarkan menanggapi langkah tersebut dengan nada sarkastik melalui platform X. Dalam unggahannya, Musk menulis, “Haha no way. Copy,” yang menyinggung bahwa ide Bezos mirip dengan upaya AI miliknya sendiri. Pernyataan ini memperlihatkan persaingan sengit di antara tokoh-tokoh teknologi global.

Visi Ambisius Project Prometheus

Dengan modal besar, tim riset papan atas, dan cita-cita ambisius untuk menyelaraskan AI dengan sektor manufaktur fisik, Project Prometheus menjadi simbol nyata dari pergeseran besar dalam persaingan global AI. Pertarungan berikutnya bukan hanya soal kecerdasan buatan sebagai perangkat lunak, melainkan bagaimana AI menggerakkan dunia nyata, mulai dari pabrik hingga pesawat luar angkasa.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *