Proyek Jalan Tol Getaci Ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional
Pembangunan proyek jalan Tol Getaci kini memiliki kepastian seiring dengan ditetapkannya jalan bebas hambatan ini sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025. Dengan masuknya proyek ini dalam PSN, Kementerian PU akan segera melakukan lelang dan memulai pembangunan konstruksi di tahun 2026. Ditargetkan, jalan Tol Getaci akan beroperasi pada tahun 2029.
Namun, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Willan Oktavian menjelaskan bahwa jalan tol yang akan melewati kota-kota di Priangan Timur tersebut tidak sampai Cilacap, tapi hanya sampai Tasikmalaya. “Sementara (hanya Gedebage-Tasikmalaya baru kemudian dilanjut Tahap 2 Tasikmalaya-Cilacap). Eksesnya seperti itu,” jelas Willan dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dalam perencanaan awal, sejak jalan Tol Getaci dicanangkan pada tahun 2020, semula akan dibangun sekaligus membentang sejauh 206,65 km mulai dari Gedebage hingga Cilacap. Namun karena terkendala anggaran yang terlalu besar, Tol Getaci mengalami dua kali pemangkasan jarak. Di masa Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, pembangunan Tol Getaci diperpendek hanya sampai Ciamis. Kini di masa Menteri PU Dody Hanggodo, diperpendek lagi hanya sampai Tasikmalaya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra menjelaskan bahwa pemangkasan jarak Tol Getaci dilakukan atas dasar review ulang. Berdasarkan review tersebut, pemerintah memutuskan untuk memangkas panjang ruas Jalan Tol Getaci yang semula membentang dari Gedebage hingga Cilacap kini hanya Gedebage sampai Tasikmalaya. “Pemangkasan jarak dilakukan demi meningkatkan minat serta kesanggupan para investor untuk menggarap proyek Jalan Tol Getaci agar cepat terwujud,” jelasnya.
Pemangkasan jarak itu berhasil menarik minat investor. Menurut laporan, Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa proyek jalan Tol Getaci ruas Gedebage-Tasikmalaya kini berpotensi lebih cepat terealisasi karena memiliki daya tarik investasi tinggi. “Ruas Gedebage-Tasikmalaya berpotensi lebih cepat terealisasi karena memiliki daya tarik investasi dan tingkat lalu lintas (traffic) yang lebih tinggi,” katanya.
Selain Tol Getaci ruas Gedebage-Tasikmalaya, Menteri PU juga menyatakan bahwa hal yang sama terjadi pada ruas jalan tol lainnya di Jawa Barat yakni Sentul Selatan-Karawang Barat. “Mudah-mudahan sih tahun 2026 bisa kami selesaikan (ruas Sentul Selatan-Karawang Barat dan Gedebage-Tasikmalaya) bisa kita selesaikan,” tegasnya.
Bocoran Lokasi Gerbang Tol Getaci dan Rest Area
Selain fokus ke pembangunan fisik konstruksi jalan tol, Menteri PU Dody Hanggodo juga menjelaskan bahwa pemerintah melakukan diskusi intensif dengan kepala daerah untuk menentukan lokasi pintu keluar tol agar mampu mendorong pemerataan ekonomi di setiap wilayah.
Berdasarkan bocoran yang diperoleh, pemerintah sudah menetapkan bakal calon pintu keluar atau Gerbang Tol Getaci di segmen Gedebage-Tasikmalaya. Dimulai dari junction Gedebage sebagai titik awalnya, bakal ada 6 Gerbang Tol Getaci hingga titik akhir di Tasikmalaya. Berikut lokasinya:
- Gerbang Tol Majalaya: berlokasi di Kecamatan Solokan Jeruk.
- Gerbang Tol Nagreg: berlokasi di Kecamatan Nagreg.
- Gerbang Tol Garut Utara: berlokasi di Kecamatan Banyuresmi.
- Gerbang Tol Garut Selatan: berada di Kecamatan Cilawu.
- Gerbang Tol Kabupaten Tasikmalaya: berada di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
- Gerbang Tol Kota Tasikmalaya: berada di Kecamatan Kawalu, sekaligus sebagai titik akhir pembangunan Tol Getaci segmen Gedebage-Tasikmalaya.
Sementara itu, bocoran lokasi rest area Tol Getaci di segmen Gedebage-Tasikmalaya akan berada di jalur antara Gedebage – Garut, tepatnya di sekitar Kadungora, Kabupaten Garut. Fasilitas yang ada di rest area akan dilengkapi dengan toilet, tempat makan, ATM Center, minimarket, ruang terbuka hijau, fasilitas kesehatan, hingga tempat parkir.











