Pulau Weh, Destinasi Wisata Bahari yang Menarik di Aceh
Sebagai bangsa yang mencintai kekayaan alam sendiri, kita bisa menjelajahi berbagai destinasi wisata di seluruh Indonesia. Jika sudah bosan dengan Bali, Lombok, Wakatobi atau Bunaken, bagi pecinta wisata bahari dan pantai, cobalah beralih ke arah barat, tepatnya ke pulau Weh di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Pulau ini memiliki keindahan alam yang masih alami dan tenang.
Pulau Weh dalam bahasa Aceh artinya “lepas” atau “pindah”. Secara geografis, pulau ini terpisah dari daratan Aceh, namun tetap menjadi bagian dari provinsi NAD. Kota utama di sana adalah Sabang.
Ikhwanul Farissa, seorang Kompasianer di Aceh yang merupakan anggota komunitas Koreka dan ASN di bagian IT Support yang tinggal di Aceh Barat, pernah berlibur ke pulau Weh selama satu minggu. Pada tahun 2017, biaya akomodasi, transportasi, dan konsumsi sekitar 5 juta Rupiah. Dengan inflasi yang meningkat hingga tahun 2025, diperkirakan biaya akan naik menjadi sekitar 6-7 juta Rupiah, terutama jika berlibur sendirian.
Untuk menuju pulau Weh, dari Aceh Barat ke Banda Aceh membutuhkan waktu sekitar 4 jam dengan jarak sekitar 80 km. Dari Banda Aceh, kita bisa melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Ulele. Bagi yang berangkat dari Jawa, bisa langsung terbang ke Banda Aceh. Sementara itu, pengunjung dari Sumatera bisa menggunakan transportasi udara atau darat.
Di pelabuhan Ulele, ada dua pilihan kapal: kapal lambat (rondu) yang memakan waktu sekitar 2 jam atau kapal cepat yang hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Harga tiket kapal cepat saat itu sekitar 150 ribu Rupiah, sedangkan kapal lambat lebih murah.
Keindahan Alami Pulau Weh
Pulau Weh sangat cocok untuk para wisatawan yang menyukai alam laut atau bahari. Kita bisa berjalan-jalan, bersantai di pantai, melakukan snorkeling maupun diving. Pengalaman wisata di sini pasti memberikan kepuasan, termasuk dalam hal kuliner.
Kita dapat menemukan warung kopi, restoran, hotel, atau penginapan sesuai dengan budget kita. Farissa pernah mengunjungi pulau Weh pada libur Nataru (Desember-Januari), tetapi bulan Juni dan Juli juga merupakan waktu yang baik untuk berkunjung.
Jika berwisata pada musim puncak, disarankan untuk memesan ferry dan kamar secara daring terlebih dahulu agar tidak kehabisan tempat.
Pantai-Pantai Eksotis di Pulau Weh
Di pulau Weh, kita akan menemukan beberapa pantai eksotis seperti:
- Pantai Iboih – dengan air laut yang jernih, sangat cocok untuk snorkeling dan diving.
- Pantai Gapang – memiliki pasir putih yang menarik.
- Pantai Anoi Itam – dengan pasir hitam yang unik.
- Pantai Sumur Tiga – terkenal dengan biota laut yang beragam.
Tiga spot terkenal untuk snorkeling dan diving adalah:
- Batee Tolong
- Rubiah Sea Garden
- Seulako’s Drift
Selain itu, kita juga bisa menyaksikan aktivitas geothermal di Jaboi dengan uap panas yang keluar dari tanah dan jalur pendakian yang menantang di gunung api Jaboi.
Tempat Wisata Lain di Pulau Weh
- Danau Aneuk Laot – danau air tawar yang cocok bagi yang suka pemandangan indah dan hobi memancing.
- Gua Sarang – gua alami dengan formasi stalaktit dan stalagmit serta pemandangan laut dari ketinggian.
- Situs Sejarah Bekas Benteng Belanda dan Jepang di Anoi Itam, yang sekarang menjadi tempat yang ideal untuk menyaksikan sunrise dan sunset.
- Pemandian Air Panas Alami – lokasi yang cocok untuk relaksasi.
- Tugu Nol Kilometer – monumen yang menandai bagian paling ujung Barat dari Indonesia.
Kuliner yang Wajib Dicoba
Bagi pecinta kuliner, beberapa makanan yang wajib dicoba di pulau Weh antara lain:
- Rujak Nol Kilometer – rujak buah yang segar.
- Sate Gurita – dengan bumbu kacang yang khas.
- Mie Aceh – hidangan lokal yang lezat.
- Kuliner berbahan kambing, ikan, dan seafood – banyak tersedia di berbagai warung.
Tips Saat Berkunjung ke Pulau Weh
Warga di pulau Weh umumnya ramah kepada pendatang. Namun, sebagai pengunjung, kita harus mematuhi peraturan susila dan hukum syariat Islam. Untuk pasangan suami istri, disarankan membawa surat nikah. Selalu berbusana sopan, hindari celana pendek, rok mini, atau kaos ketat. Saat melakukan aktivitas snorkeling dan diving, boleh memakai pakaian renang, tetapi setelah sampai di darat harus segera berganti busana yang sopan agar tidak ditangkap oleh polisi susila.
Selain itu, jangan lupa mengoleskan tabir surya karena cuaca di sana cukup terik.
Kesimpulan
Destinasi wisata pulau Weh menawarkan wisata alam unggulan karena keindahan alam yang masih alami, tenang, dan belum terlalu ramai. Semua informasi ini diberikan oleh Farissa melalui webinar Koteka Talk 255 langsung dari Aceh.
Bagi yang menggemari petualangan dan ketenangan, pulau Weh adalah destinasi yang tepat.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











