My WordPress Blog

Tanah Gerak Sampang Kebumen Putus Akses Jalan dan Jembatan Warga

Pergerakan Tanah di Dukuh Semampir, Desa Sampang Mengancam Kehidupan Warga

Pergerakan tanah yang terjadi di Dukuh Semampir, Desa Sampang, Kebumen telah menyebabkan kerusakan serius pada berbagai infrastruktur dan rumah warga. Akibatnya, sebagian besar warga terpaksa mengungsi, akses jalan utama terputus, serta lahan pertanian rusak, membuat aktivitas pertanian terganggu.

Kerusakan Serius pada Rumah dan Infrastruktur

Sejumlah rumah warga di kawasan ini mengalami kerusakan parah. Salah satunya adalah rumah Wasiman (52), yang terasnya ambles hingga setinggi orang dewasa akibat pergerakan tanah. Ia mengatakan bahwa awalnya tanah depan rumahnya rata, namun kemudian muncul retakan yang semakin memperparah kondisi. Hingga saat ini, pergerakan tanah masih terjadi, sehingga teras rumah harus dibongkar untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada bangunan utama.

Wasiman dan istri masih tinggal di rumah karena kondisi bangunan utama dirasa aman. Namun, mereka tetap mengungsi ke rumah tetangga saat hujan turun. Ia bersedia direlokasi asalkan pemerintah memberikan bantuan berupa lahan baru.

Di tempat lain, jalan beton sepanjang 350 meter juga mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. Jalan tersebut kini hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki, sementara jembatan utama juga putus. Warga setempat membuat jembatan darurat untuk memudahkan akses, meski hanya bisa digunakan oleh pejalan kaki.

Dampak pada Sektor Pertanian

Pergerakan tanah tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada sektor pertanian. Menurut Kepala Desa Sampang Sarikun, puluhan hektare lahan pertanian warga retak dan bahkan longsor. Petani seperti Kasim (52) kesulitan dalam melakukan aktivitas bertani. Lahan miliknya juga bergeser beberapa meter dari lokasi awal, sehingga ia tidak bisa lagi menanam padi.

“Kami tidak bisa menanam padi, paling bisa untuk pertumbuhan ekonomi ya palawija, jagung yang tidak membutuhkan banyak air,” ujar Sarikun.

Kasim mengaku sedih karena tidak memiliki cadangan beras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia biasanya menghasilkan rata-rata 10 hingga 20 kantong gabah sekali panen. Kini, dampak pergerakan tanah membuat aktivitas pertanian mati total.

Upaya Pemerintah dan BPBD

Pemerintah desa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta warga waspada dan memahami jalur evakuasi. Mereka saat ini masih menunggu kajian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait keamanan lokasi permukiman.

Sarikun berharap agar jalur listrik yang berada di kawasan tanah bergerak dapat dipindahkan, sehingga warga tidak terdampak mati listrik setiap kali ada pergerakan tanah. Selain itu, dia juga berharap adanya bantuan dan solusi dari pemerintah terkait kejadian ini.

Harapan Warga

Warga setempat berharap adanya relokasi, pemindahan jalur listrik, dan bantuan pemerintah yang signifikan. Mereka merasa tidak nyaman tinggal di lokasi yang terus mengalami pergerakan tanah. Wasiman, misalnya, bersedia direlokasi asalkan ada bantuan lahan dari pemerintah.

Dengan situasi yang terus memburuk, warga berharap pemerintah segera memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Fitri Rafifah

Seorang Jurnalis yang rutin meliput dunia kecantikan, lifestyle, dan keseharian. Ia suka mencoba skincare, menonton ulasan produk, dan memotret detail kecil. Hobinya membantu meningkatkan sensitivitasnya pada tren. Motto: “Kecantikan adalah cerita yang terus berubah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *