My WordPress Blog

Update Banjir Sumut: 24 Tewas, Ketua PA Sibolga Selamat Setelah Hilang Kontak

Data Korban Banjir Bandang di Sumatra Utara

Hingga Rabu (26/11/2025) malam, data sementara korban banjir bandang di Sumatra Utara menunjukkan jumlah yang cukup besar. Dari total korban yang tercatat, sebanyak 72 orang mengalami berbagai tingkat cedera dan hilang. Dari jumlah tersebut, 24 di antaranya meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan memberikan rincian lengkap tentang jumlah korban. Berikut adalah data yang dirilis:

  • 24 korban meninggal dunia
  • 5 orang masih dalam pencarian
  • 6 orang luka parah
  • 37 orang luka ringan

Data ini menjadi bukti bahwa bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatra Utara sangat memprihatinkan. Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan pengungsian yang cukup besar.

Daftar Wilayah Terdampak Banjir

Banjir bandang yang terjadi tidak hanya melanda satu daerah, tetapi menyebar ke beberapa kabupaten dan kota. Berikut adalah daftar wilayah yang terkena dampak banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang:

  • Mandailing Natal
  • Nias
  • Nias Selatan
  • Pakpak Bharat
  • Serdang Bedagai
  • Tapanuli Tengah
  • Tapanuli Selatan
  • Kabupaten Tapanuli Utara
  • Kota Sibolga
  • Kabupaten Humbang Hasundutan
  • Padangsidimpuan

Korban Tewas di Sibolga

Di kota Sibolga, korban meninggal dunia mencapai 8 orang. Sementara itu, 21 orang lainnya masih dalam pencarian. Informasi ini diperoleh dari Kepala SAR Nias Putu Arga Sudjarwadi, yang menjelaskan bahwa Ketua Pengadilan Agama Sibolga, M Azhar Hasibuan, sempat dinyatakan hilang namun akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat bersama keluarganya.

Putu Arga menjelaskan bahwa korban meninggal di Sibolga tersebar di beberapa titik lokasi, antara lain:

  • Jalan Perjuangan: 2 orang
  • Jalan Sutoyo LK I Pasar Baru: 2 orang
  • Jalan Masjid Budi Sehati: 2 orang
  • Lapo Uci: 2 orang

Sementara korban yang hilang berada di tujuh titik lokasi, yaitu:

  • Jalan Perjuangan: 2 orang
  • Jalan Beo: 1 orang
  • Lapo Uci: 1 orang
  • Jalan Murai: 10 orang
  • Jalan Kenanga (Aek Habil): lebih dari 7 orang

Lokasi Banjir dan Longsoran

Pihak SAR terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir. Titik lokasi yang terdampak banjir meliputi:

  • Badiri
  • Pinangsori
  • Lumut
  • Sarudik
  • Tukka
  • Pandan
  • Tapian Nauli
  • Kolang

Tanah longsor juga terjadi di beberapa titik, termasuk:

  • Badiri
  • Sibabangun
  • Lumut
  • Sarudik
  • Tapian Nauli

Banjir masih terus berlangsung di beberapa lokasi seperti Jalan Sibuluan Nauli (Tugu Ikan), Simpang Tukka-Sibuluan Baru, dan Pondok Batu. Jembatan Fransiskus putus dan longsor Matauli, namun alat-alat berat sudah mulai bekerja untuk perbaikan.

Jumlah KK Terdampak di Sibolga dan Tapteng

Berikut adalah jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di beberapa wilayah:

  • Pandan: 150 KK
  • Sarudik: 338 KK
  • Barus: 65 KK
  • Kolang: 1.261 KK
  • Tukka: 10 KK
  • Lumut: 78 KK

Selain itu, pengungsi di GOR Pandan mencapai sekitar 200 orang dan terus bertambah.

Pengaruh Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta melaporkan dua sistem cuaca signifikan yang memicu cuaca ekstrem di Sumatra Utara pada 25 November 2025. Kedua sistem tersebut adalah:

  • Siklon Tropis KOTO yang berkembang di Laut Sulu
  • Bibit Siklon 95B yang terpantau di Selat Malaka

Kedua sistem ini memengaruhi peningkatan curah hujan dan angin kencang di Sumatra bagian utara. Bibit Siklon 95B memicu hujan sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, dan Riau, disertai angin kencang di Aceh dan Sumatera Utara.

Sementara itu, Siklon Tropis KOTO berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau, serta gelombang tinggi di beberapa perairan.

Imbauan Kesiapsiagaan

BNPB terus memonitor perkembangan situasi di wilayah Tapanuli Raya dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk percepatan penanganan darurat. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi prakiraan cuaca secara berkala dan mengikuti instruksi resmi dari petugas di lapangan.

“Bagi warga yang tinggal di sekitar lereng perbukitan, bantaran sungai, dan wilayah rawan longsor dapat melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan lebat mengguyur wilayah tempat tinggal lebih dari satu jam,” ujar Abdul Muhari, Ph.D.

Fitri Rafifah

Seorang Jurnalis yang rutin meliput dunia kecantikan, lifestyle, dan keseharian. Ia suka mencoba skincare, menonton ulasan produk, dan memotret detail kecil. Hobinya membantu meningkatkan sensitivitasnya pada tren. Motto: “Kecantikan adalah cerita yang terus berubah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *