Pemerintah Berikan Diskon Tiket Transportasi untuk Libur Natal dan Tahun Baru
Pemerintah telah mengumumkan program diskon tiket transportasi lintas moda, termasuk kereta api, pesawat, kapal laut, penyeberangan, hingga tarif tol, sebagai bagian dari upaya memfasilitasi perjalanan masyarakat menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Program ini diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat, meningkatkan sektor pariwisata, serta memberikan stimulus ekonomi di akhir tahun.
Program diskon ini diatur melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yang mencakup Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, Badan Pengusahaan BUMN, dan Badan Pengusahaan Investasi Danantara. SKB tersebut diterbitkan pada 28 Oktober 2025 dan menjadi dasar hukum pelaksanaan kebijakan ini.
Dasar Hukum dan Peraturan Pelaksanaan
SKB Nomor PJ-MHB 9 Tahun 2025, Nomor 303.2 Tahun 2025, Nomor 20 Tahun 2025, dan Nomor SKB.10/DI-BP/X/2025 menetapkan tugas kepada BUMN sektor transportasi dalam pemberian diskon tarif transportasi sebagai stimulus ekonomi selama liburan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, diskon tiket pesawat mulai berlaku lebih awal karena adanya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 71 Tahun 2025 yang memberikan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) atas jasa angkutan udara.
Untuk moda transportasi lain seperti kereta api, PELNI, dan ASDP, program diskon dimulai pada 21 November 2025 pukul 00.01 WIB, sehingga masyarakat bisa langsung memesan tiket sesuai kebutuhan perjalanan akhir tahun.
Jadwal Diskon Berbeda Sesuai Moda Transportasi
Diskon berlaku dengan jadwal yang berbeda antar moda:
- Transportasi darat, udara, dan penyeberangan: berlaku dari 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
- Kapal laut (PELNI): berlaku dari 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
- Tarif tol: berlaku pada tanggal 22, 23, dan 31 Desember 2025.
Perbedaan rentang tanggal ini disesuaikan dengan karakteristik lonjakan perjalanan di tiap moda transportasi.
Detail Diskon Berdasarkan Moda Transportasi
- Kereta Api (PT KAI)
- Diskon besar diberikan untuk kereta ekonomi komersial, baik reguler maupun tambahan.
- Diskon sebesar 30 persen dari harga tiket.
- Berlaku untuk 156 KA Reguler + 26 KA Tambahan.
- Menyasar 1.509.080 penumpang.
- Tiket tersedia di semua kanal penjualan resmi PT KAI.
-
Perjalanan ke kota-kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Malang, hingga Medan diprediksi meningkat pesat.
-
Angkutan Laut (PT PELNI)
- Diskon sebesar 20 persen dari tarif dasar (setara 16–18 persen dari total harga tiket).
- Hanya untuk kelas ekonomi.
- Target 405.881 penumpang.
- Bisa dipesan di seluruh kanal resmi PELNI.
-
Kapal laut menjadi pilihan vital untuk wilayah kepulauan, sehingga potongan tarif ini sangat signifikan bagi keluarga besar yang bepergian bersama.
-
Penyeberangan (PT ASDP Indonesia Ferry)
- Diskon terbesar diberikan di moda ini, terutama untuk kendaraan.
- Diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan (setara diskon riil rata-rata 19 persen dari tarif terpadu).
- Berlaku di 8 lintasan di 16 pelabuhan.
- Menyasar: 227.560 penumpang, 491.776 kendaraan, setara 2,34 juta penumpang.
- Pemesanan melalui aplikasi Ferizy.
-
Dampak besar pada rute-rute padat seperti Merak–Bakauheni.
-
Tiket Pesawat Udara
- Diskon sebesar 13–14 persen dari harga tiket.
- Menyasar 3,59 juta penumpang.
- Akumulasi dari berbagai penurunan komponen biaya.
- Ada perpanjangan jam operasional bandara, terutama bandara dengan potensi lonjakan penumpang.
-
Diharapkan mengurangi tarif pesawat yang biasanya melonjak tinggi di musim liburan.
-
Tarif Tol
- Diskon 10–20 persen.
- Berlaku pada 22, 23, dan 31 Desember 2025.
- Mencakup 26 ruas tol: 2 Jabodetabek, 9 Trans-Jawa, 3 Non-Jawa, 12 Trans-Sumatera.
- Diskon dibuat terbatas untuk mengatur arus puncak perjalanan dan mendorong pemilihan waktu perjalanan yang lebih merata.
Dampak Ekonomi dan Harapan Pemerintah
Program diskon ini bukan hanya untuk mempermudah masyarakat, tetapi juga untuk memberikan stimulus ekonomi yang luas. Dengan jutaan tiket bersubsidi lintas moda, pemerintah menargetkan:
- Peningkatan mobilitas wisatawan.
- Perputaran ekonomi lokal.
- Tumbuhnya sektor kuliner, akomodasi, dan UMKM.
- Peningkatan konsumsi rumah tangga menjelang akhir tahun.
Airlangga Hartarto optimistis bahwa kebijakan ini akan memberi multiplier effect yang besar. Dengan demikian, program diskon ini diharapkan menjadi momentum positif untuk menggerakkan ekonomi domestik.











