Perjalanan Kelme dari Merek yang Tidur Menjadi Pemain Agresif di Asia
Merek Kelme mungkin tidak sebesar Nike atau Adidas, tetapi dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu pemain paling agresif di Asia. Meskipun tidak sepopuler merek-merek global, Kelme telah menunjukkan ketangguhannya dengan membangun kemitraan jangka panjang dengan AFC (Asosiasi Sepak Bola Asia), ekspansi ke federasi-federasi kecil, serta masuk ke banyak klub di Asia Tenggara.
Kini, Kelme dikabarkan mulai mengincar pasar terbesar: Indonesia dan Timnasnya. Pasar raksasa sepak bola Asia yang memiliki potensi besar untuk pertumbuhan dan pengembangan merek olahraga.
Kelme berdiri sejak era 1960-an di Spanyol dan sempat populer lewat futsal hingga masuk dan populer di sepak bola. Namun, pada era sepak bola modern, brand ini seperti meredup dan tertinggal dalam inovasi serta strategi pemasaran global.
Momentum Perubahan
Momentum perubahan datang pada Juni 2014, ketika Jinjiang Yuanxiang Clothing and Weaving Co., Ltd. mengambil alih hak merek Kelme untuk pasar domestik China. Langkah besar berlanjut Desember 2018, ketika Presiden Kelme China, Ke Yongxiang, mencapai kesepakatan dengan pemilik Kelme Spanyol untuk mengambil alih hak penggunaan di seluruh Asia.
Sejak saat itu, Kelme berubah menjadi brand yang sepenuhnya dikelola dengan modal China, menguasai produksi, distribusi, hingga strategi ekspansi global. Fokus utama mereka adalah menaklukkan pasar Asia, kawasan dengan pertumbuhan sepak bola tercepat di dunia. Diawali dengan masuk lewat “pintu besar” AFC.
Kesuksesan Strategi Agresif
Strategi agresif Kelme membuahkan hasil pada 2021, ketika mereka resmi menjadi Official Global Supporter AFC. Status ini diperpanjang hingga 2029, menandakan komitmen jangka panjang dan keberhasilan kerja sama sejak awal.
Dengan kontrak strategis ini, Kelme menjadi pemasok resmi apparel, aksesoris, hingga official match ball untuk berbagai turnamen besar, seperti:
- AFC Asian Cup 2027
- AFC Women’s Asian Cup 2026
- AFC Asian Qualifiers (Kualifikasi Piala Dunia zona Asia)
- AFC U23 Asian Cup 2026 & 2028
- AFC Futsal Asian Cup 2026 & 2028
Dan mulai tahun 2024, Kelme juga resmi masuk ke kompetisi level klub. Ini artinya jutaan mata penonton Asia melihat logo Kelme di setiap laga elite AFC.
- AFC Champions League Elite
- AFC Women’s Champions League
- AFC Champions League Two
Ekspansi ke Pasar Lokal
Di luar AFC, Kelme menjalankan strategi yang mungkin tidak dilakukan oleh brand besar: menyerbu pasar lewat federasi kecil, liga lokal, komunitas, hingga program grassroots. Target mereka bukan hanya pasar raksasa seperti China, tapi juga Asia Selatan dan Asia Tenggara, dua kawasan dengan pertumbuhan industri sepak bola yang sangat cepat.
Pendekatan ini memungkinkan Kelme mendapatkan pijakan kuat di negara-negara berkembang, sekaligus meminimalkan kompetisi langsung dengan brand global raksasa.
Indonesia, Target Strategis
Dibanding merek asing lain, Kelme memiliki keunggulan karena masuk ke Indonesia lebih awal dan lebih konsisten. Taktiknya jenius, mereka bergerak dari bawah, dari komunitas, akademi, klub menengah, hingga sponsorship kecil yang bertujuan membangun loyalitas pasar.
Strategi ini berbeda dengan pendekatan mereka di level Asia, tetapi justru efektif. Ketika brand besar menunggu momentum besar, Kelme justru membangun fondasi jangka panjang.
Jika terwujud menguasai Indonesia, Kelme tak hanya menjadi sponsor federasi dan kompetisi, tetapi juga memperkuat posisi sebagai salah satu pemain utama di pasar olahraga Asia.
Masa Depan yang Cerah
Perjalanan Kelme dari brand yang “tertidur” menjadi salah satu kekuatan paling agresif di industri olahraga Asia menunjukkan bahwa perubahan besar sering datang dari tempat yang tidak terduga. Dengan modal China, strategi tajam, dan fokus penuh pada Asia, Kelme kini berada dalam jalur untuk bersaing dengan brand global kelas dunia.
Dan Indonesia, dengan pasar sepak bola raksasa di kawasan, jelas menjadi bagian penting dari peta besar ekspansi mereka. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan logo Kelme akan menghiasi lebih banyak laga, mulai dari level akar rumput, klub besar, hingga Timnas Indonesia.











