My WordPress Blog

Bitcoin Tembus 91.000 Dolar, Pasar Percaya Fed Akan Turunkan Suku Bunga



New York, harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan diperdagangkan di kisaran 91.396 dollar AS pada Kamis (27/11/2025) waktu Amerika Serikat (AS), setelah pekan lalu sempat merosot ke 80.600 dollar AS, level terendah sejak April. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya keyakinan pelaku pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada Desember.

Probabilitas pemangkasan kini mencapai 85 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan 44 persen sepekan sebelumnya. Pergantian sentimen ini juga dibarengi spekulasi bahwa Presiden Donald Trump dapat menunjuk Ketua The Fed yang lebih dovish sebelum Natal. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi bahwa lima kandidat tengah dipertimbangkan, memperkuat ekspektasi pasar terhadap potensi perubahan kebijakan yang lebih longgar, sesuatu yang dapat mempertahankan momentum penguatan Bitcoin.

Likuiditas pasar AS turut menjadi faktor pendorong. ARK Invest mencatat total likuiditas sempat turun ke 5,56 triliun dollar AS selama penutupan pemerintahan selama 43 hari, namun kembali meningkat setelah Departemen Keuangan AS melepaskan 70 miliar dollar AS ke pasar. Dalam beberapa pekan ke depan, tambahan sekitar 300 miliar dollar AS diperkirakan akan kembali masuk, sementara saldo kas pemerintah masih berada di level tinggi, yakni 892 miliar dollar AS, jauh di atas kisaran normal 600 miliar dollar AS.

Di tengah kondisi tersebut, CEO ARK Invest, Cathie Wood, kembali menegaskan pandangan bullish-nya, mempertahankan proyeksi Bitcoin mencapai 1,5 juta dollar AS dalam skenario optimistis dan 650.000 dollar AS dalam skenario dasar pada 2030. Saat ini, Bitcoin bergerak dalam rentang sempit antara 90.658-91.926 dollar AS, tepat di bawah area resistance penting 92.000-94.000 dollar AS.

Momentum teknikal dinilai membaik, namun masih berhati-hati. Indikator RSI berada di area netral, menandakan pembeli mulai mengambil kendali meski tidak agresif. Tren jangka pendek didukung oleh EMA 10 hari di 90.023 dollar AS dan SMA 10 hari di 88.493 dollar AS. Sementara itu, indikator panjang seperti EMA 200 hari di 109.985 dollar AS masih berada jauh di atas harga saat ini, mengonfirmasi bahwa struktur makro Bitcoin masih dalam pola bearish.

Terbentuknya death cross terbaru menegaskan bahwa pemulihan harga jangka panjang membutuhkan penembusan konsisten di atas 92.000 dollar AS. Pergerakan institusional kini mulai stabil. ETF Bitcoin spot mencatatkan inflow 129 juta dollar AS dalam dua sesi terakhir, meski aliran dana sepanjang November masih negatif 3,5 miliar dollar AS, menjadi yang terburuk kedua sejak ETF tersebut diluncurkan.

QCP Capital menilai tekanan jual dari ETF di area 95.000 dollar AS dapat menjaga harga Bitcoin bergerak mendatar. Di sisi lain, K33 Research menilai level 90.000 dollar AS sebagai area akumulasi jangka panjang. iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT) turut menguat hampir 3 persen ke 51,03 dollar AS, sejalan dengan penguatan harga spot.

Perbedaan proyeksi harga juga kembali mewarnai pasar. Tom Lee, Chairman Fundstrat, menurunkan target akhir tahun Bitcoin dari 250.000 dollar AS menjadi di atas 100.000 dollar AS, meski tetap yakin harga dapat menembus enam digit sebelum akhir tahun. Lee menilai rekor tertinggi Bitcoin di 126.296 dollar AS masih sulit terlampaui dalam waktu dekat, namun tetap optimistis bahwa “hari terbaik Bitcoin kemungkinan terjadi sebelum akhir 2025.” Sebaliknya, Cathie Wood tetap mempertahankan proyeksi ultra-bullish dengan target 1,5 juta dollar AS pada 2030, didukung meningkatnya likuiditas global dan ketahanan investor jangka panjang meski terjadi koreksi pada November.

Pemulihan Bitcoin dari 80.600 ke kisaran 91.500 dollar AS mencerminkan perubahan psikologis pasar dari fase kapitulasi menjadi optimisme hati-hati. Indeks Crypto Fear and Greed yang sempat berada pada titik terendah tahun ini mulai kembali normal. Data on-chain menunjukkan adanya klaster likuidasi besar di area 100.000 dollar AS yang berpotensi menciptakan short squeeze apabila resistance berhasil ditembus.

Di sisi bawah, area 80.000-85.000 dollar AS masih menjadi zona likuiditas yang dapat menjadi basis akumulasi baru jika tekanan jangka pendek kembali meningkat. Secara historis, pola likuiditas serupa sering kali menjadi titik awal pembalikan tren setelah tekanan jual mereda.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *