Persiapan Blibli Menghadapi Harbolnas 2025
Blibli, salah satu platform e-commerce terkemuka di Indonesia, sedang bersiap menghadapi puncak Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 yang jatuh pada tanggal 12 Desember 2025. Tanggal ini sering dikenal dengan istilah “tanggal kembar 12.12” karena angka yang sama muncul di hari dan bulan.
Dalam persiapan tersebut, Blibli melakukan penambahan sumber daya manusia (SDM) serta memanfaatkan sistem smart logistic and supply chain management untuk meningkatkan efisiensi operasional. SVP Operation Blibli Bayu Sudjono menjelaskan bahwa volume penjualan biasanya meningkat tiga hingga empat kali lipat selama periode ini. Untuk menghadapi lonjakan tersebut, Blibli telah menambah jumlah tenaga kerja di gudang penyimpanan Marunda Warehouse yang memiliki luas hingga 100.000 meter persegi.
Pada hari biasa, gudang ini membutuhkan sekitar 600 orang, namun sejak pekan lalu kebutuhan tenaga kerja telah melonjak menjadi 1.100 orang. Sementara itu, untuk menghadapi puncak Harbolnas, dibutuhkan sekitar 1.500 tenaga kerja. Bayu menekankan bahwa semua proses sudah distandarisasi sehingga karyawan baru dapat langsung bekerja tanpa kesulitan.
Kenaikan Volume Penjualan Berbagai Kategori Produk
Blibli mencatatkan kenaikan volume secara tahunan dari sisi operasional setiap penyelenggaraan Harbolnas. Salah satu produk yang mengalami peningkatan signifikan adalah Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) atau barang kebutuhan sehari-hari. Hal ini disebabkan oleh adanya diskon tambahan yang diberikan oleh marketplace.
Selain itu, barang-barang yang berkaitan dengan gaya hidup juga memiliki potensi untuk meningkat tergantung dari jenis mereknya. Di sisi lain, penjualan barang elektronik di Blibli dapat dikatakan menjadi salah satu andalan karena menawarkan orisinalitas. Kategori produk olahraga dan kesehatan juga mengalami kenaikan terutama di akhir tahun.
Gudang Marunda Perkuat Rantai Pasok Blibli
Gudang Marunda yang telah beroperasi sejak Oktober 2024 berperan memperkuat kapabilitas logistik serta pemenuhan pesanan. Fasilitas ini melengkapi jaringan logistik Blibli yang telah mencakup 13 gudang dan 19 pusat distribusi (hubs) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Gudang Marunda dirancang ramah lingkungan mulai dari penggunaan material untuk pembangunan, pemanfaatan penerangan alami, tangki penampungan air hujan, hingga pengelolaan limbah operasional. Selain itu, gudang ini menerapkan smart logistic dan supply chain management yang didukung berbagai teknologi dan sistem otomasi.
Layanan Fulfillment at Speed (FAS)
Fulfillment at Speed (FAS) sebagai penggerak kapabilitas Blibli menyediakan layanan pergudangan hingga manajemen inventaris. Layanan FAS berperan penting dalam menghadirkan kapabilitas fulfillment yang presisi dan terintegrasi. Dengan pengalaman selama 14 tahun, FAS memperkuat kecepatan, akurasi, dan stabilitas proses, sekaligus memastikan integrasi mulus hingga tahap last-mile.
Layanan FAS mencakup pengelolaan inventori, manajemen toko, distribusi online maupun offline, integrasi marketplace, hingga dukungan pemasaran, layanan pelanggan, dan kapabilitas impor. Seluruh fungsi ini bekerja dalam satu ekosistem yang memungkinkan brand mengelola operasional lebih efisien, sekaligus memanfaatkan skala dan kecepatan pemrosesan yang dimiliki Gudang Marunda sebagai pusat distribusi terbesar.
Pertumbuhan Pendapatan Blibli
Dalam laporan keuangan kuartal III-2025, pendapatan Blibli tumbuh 25,6 persen secara tahunan menjadi Rp 15,23 triliun pada kuartal III-2025. Pertumbuhan terjadi di seluruh lini bisnis seperti ritel online yang naik 19,96 persen, institusi melesat 47,07 persen menjadi Rp 5,94 triliun, dan toko fisik meningkat 27,62 persen menjadi Rp 5,28 triliun.
CFO Blibli Ronald Winardi menjelaskan bahwa peningkatan ini sejalan dengan laporan internal perusahaan yang menunjukkan pendapatan neto konsolidasian tumbuh 32 persen secara tahunan menjadi Rp 5,64 triliun pada kuartal III 2025 dan Rp 15,24 triliun pada sembilan bulan 2025. Margin bruto naik dari 17,6 persen menjadi 19,7 persen yang mencerminkan efisiensi biaya dan struktur operasional yang lebih sehat.











