Pemkot Samarinda Kaji Tiga Skema Kerja Sama Pengelolaan Parkir Pasar Pagi
Pemerintah Kota Samarinda tengah mengkaji tiga skema kerja sama pengelolaan parkir di kawasan Pasar Pagi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mekanisme lelang hak menikmati yang transparan. Langkah ini menjadi strategi baru dalam memaksimalkan nilai ekonomis dari aset daerah.
Tiga Opsi Skema Pengelolaan
Kepala Bidang Aset BPKAD Samarinda, Yusdiansyah, menjelaskan bahwa terdapat tiga opsi skema kerja sama yang sedang dipertimbangkan, yaitu skema sewa, Kerja Sama Operasional (KSO), atau Kerja Sama Pemanfaatan (KSP). Dalam rapat persiapan pelaksanaan KSP yang digelar di Ruang Rapat Mahakam, Kantor BPKAD Samarinda, pihaknya berupaya menentukan pola pengelolaan yang paling efisien dan menguntungkan bagi kas daerah.
Selama ini, pengelolaan parkir Pasar Pagi masih dijalankan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda dengan mengacu pada Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Namun, regulasi tersebut membatasi perolehan pendapatan hanya pada sektor retribusi, yakni sekitar 10 persen dari nilai pemanfaatan.
Lelang Hak Menikmati
Dengan beralih ke skema kerja sama pengelolaan aset daerah, Pemkot Samarinda berharap dapat memperoleh nilai pendapatan lebih tinggi di luar batasan persentase retribusi. Yusdiansyah menegaskan bahwa langkah ini tidak mengabaikan perda, tetapi mencari pola lain yang diatur dalam regulasi pengelolaan aset daerah agar pendapatan bisa lebih maksimal.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot akan melakukan perhitungan potensi awal yang kemudian direview oleh Inspektorat Daerah (Itda) serta didampingi oleh DJKN atau KPKNL. KPKNL adalah singkatan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang, yaitu unit vertikal di bawah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan RI, yang bertugas mengelola kekayaan negara, piutang negara, penilaian aset, serta pelaksanaan lelang.
Setelah nilai potensi ditetapkan, pengelolaan parkir Pasar Pagi akan ditawarkan kepada pihak ketiga melalui mekanisme lelang hak menikmati. Hak lelang menikmati adalah hak untuk menggunakan atau memanfaatkan suatu barang dalam jangka waktu tertentu, yang dapat dijadikan objek lelang meskipun bukan berupa barang fisik.
Yusdiansyah memastikan seluruh proses pemilihan mitra pengelola dilakukan secara terbuka untuk meminimalisasi potensi kecurangan. Sementara itu, sambil menunggu penetapan pola kerja sama baru, operasional parkir tetap ditangani Dishub Samarinda agar pelayanan publik tidak terganggu.
Profil Pasar Pagi Samarinda
Pasar Pagi Samarinda adalah pasar tradisional tertua di Kota Samarinda yang menjadi pusat aktivitas perdagangan sejak awal abad ke-20. Lokasinya berada di jantung kota, tepat di tepi Sungai Mahakam, dan hingga kini masih menjadi ikon ekonomi rakyat. Pasar Pagi sudah berdiri sejak tahun 1940-an dan dikenal sebagai pasar pertama di Samarinda.
Lokasinya terletak di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, persis di sekitar Pelabuhan Samarinda. Pasar Pagi ini dikelola oleh UPTD Citra Niaga di bawah Dinas Perdagangan Kota Samarinda.
Cikal Bakal Dinas Pasar
Pasar Pagi menjadi dasar terbentuknya Dinas Pasar Kota Samarinda karena perannya yang vital dalam perdagangan lokal. Jenis Pasar Pagi merupakan pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok, hasil pertanian, hingga barang konsumsi sehari-hari.
Pasar Pagi membawahi tujuh unit pasar lain, yaitu:
* Pasar Sungai Dama
* Pasar Kemuning
* Pasar Harapan Baru
* Pasar Loa Janan
* Pasar Palaran
* Pasar Baqa
* Pasar Mangkupalas
Revitalisasi dan Gedung Baru
Gedung lama Pasar Pagi ditutup pada Januari 2024 dan dibongkar pada Maret 2024. Gedung baru dijadwalkan selesai dan diresmikan pada akhir 2025, dengan konsep modern namun tetap mempertahankan fungsi sebagai pasar rakyat. Revitalisasi ini bertujuan menjadikan Pasar Pagi sebagai pusat perdagangan modern yang nyaman, dengan fasilitas pendukung seperti koridor penghubung, saluran air baru, dan sistem kebersihan yang lebih baik.
Pasar Pagi juga berada di letak yang strategis. Berada di pusat kota dan dekat dengan kawasan Citra Niaga serta Masjid Darussalam, sehingga mudah diakses masyarakat.











