Investor Asing Catatkan Aksi Jual Bersih yang Signifikan
Investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp 17,34 triliun di pasar saham Indonesia sepanjang tahun 2025. Meskipun tekanan jual dari pihak asing terjadi, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap menguat sebesar 22,13% secara year to date (YTD) hingga perdagangan terakhir dan ditutup di level 8.646 pada Selasa (30/12). Hal ini menunjukkan bahwa meski ada arus keluar modal asing, pasar saham Indonesia tetap mampu bertahan dan bahkan menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menyampaikan bahwa pasar modal Indonesia bergerak dinamis sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini didorong oleh perkembangan kondisi global maupun domestik. Minat dan partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia meningkat pesat, yang menjadi indikator kepercayaan terhadap stabilitas dan potensi pertumbuhan pasar.
“Tahun 2025 menjadi tahun pembuktian ketahanan dan kesiapan pasar modal Indonesia, meskipun di tengah tekanan domestik dan global yang tinggi, pasar mampu menjaga stabilitas, bangkit kembali, dan menorehkan capaian kinerja yang solid,” ujar Iman dalam penutupan perdagangan pasar modal.
Pertumbuhan Investor Pasar Modal
Total investor pasar modal yang terdiri dari investor saham, obligasi, dan reksa dana meningkat sebesar 36,67% dibandingkan tahun 2024, dengan jumlah total investor mencapai 20,3 juta. Khusus untuk investor saham dan surat berharga lainnya, terdapat peningkatan lebih dari 2,2 juta investor menjadi 8,59 juta investor saham.
Dari sisi partisipasi investor, rata-rata investor yang aktif bertransaksi per 29 Desember 2025 mencapai lebih dari 901 ribu per bulan. Selain itu, jika dilihat dari tipe investor, porsi transaksi investor ritel masih mendominasi sebesar 49,9%.
Performa Perdagangan di Pasar Saham
Data perdagangan sepanjang tahun 2025 menunjukkan kenaikan dibandingkan akhir tahun lalu. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) berada pada posisi Rp18,06 triliun. Volume transaksi harian sebesar 30,27 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi harian mencapai 1,78 juta kali transaksi.
Aktivitas perdagangan di sepanjang tahun 2025 juga mencatatkan beberapa rekor baru, termasuk 24 kali all-time high dan kapitalisasi pasar tertinggi yang mencapai Rp16 ribu triliun.
Arus Keluar Modal Asing
Merujuk data BEI, nilai net sell asing setara US$ 1,03 miliar atau Rp 17,34 triliun sepanjang tahun 2025. Pada perdagangan terakhir 2025 saja, asing masih mencatatkan net sell Rp 938,13 miliar, menandakan arus keluar modal asing belum sepenuhnya mereda menjelang tutup tahun.
Meski asing agresif menjual, likuiditas pasar tetap terjaga. Rata-rata nilai transaksi harian sepanjang 2025 mencapai Rp 18,06 triliun, dengan volume rata-rata 30,29 miliar saham per hari. Pada perdagangan terakhir tahun ini, total transaksi saham menyentuh Rp 20,56 triliun dengan volume 37,23 miliar saham, mencerminkan tingginya partisipasi investor domestik.
Saham Penopang dan Pemberat IHSG Sepanjang 2025
Kenaikan IHSG sepanjang 2025 banyak ditopang oleh saham-saham tertentu yang mencatatkan kontribusi positif signifikan secara YTD. Berdasarkan data kontribusi indeks, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi penopang terbesar dengan kenaikan harga 172,97% YTD, berkontribusi sekitar +246,67 poin ke IHSG.
Selanjutnya saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melonjak 375,06% YTD, menyumbang +200,49 poin. Di urutan ketiga ada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 255,43% YTD dengan kontribusi +147,10 poin, diikuti saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT MD Entertainment Tbk (FILM).
Kinerja saham-saham tersebut turut mengangkat sektor energi, teknologi, dan industrial, yang masing-masing mencatatkan kenaikan indeks sektoral lebih dari 60% hingga 100% sepanjang 2025. Di sisi lain, sejumlah saham berkapitalisasi besar justru menjadi pemberat IHSG sepanjang 2025, terutama dari sektor perbankan dan emiten defensif.
Daftar Saham Penopang IHSG Sepanjang 2025
Saham-saham berikut mencatatkan kenaikan harga signifikan dan memberi kontribusi positif besar terhadap IHSG sepanjang tahun berjalan:
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), +172,97% ytd, Kontribusi IHSG +246,67 poin
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII), +375,06% ytd, kontribusi IHSG +200,49 poin
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT), +255,43% ytd, kontribusi IHSG +147,10 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), +217,92% ytd, kontribusi IHSG +88,86 poin
- PT MD Entertainment Tbk (FILM), +297,74% ytd, kontribusi IHSG +86,82 poin
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), +28,41% ytd, kontribusi IHSG +85,18 poin
- PT Astra International Tbk (ASII), +36,73% ytd, kontribusi IHSG +77,99 poin
- PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), +246,83% ytd, kontribusi IHSG +68,14 poin
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI), +210,17% ytd, kontribusi IHSG +62,08 poin
- PT Petrosea Tbk (PTRO), +296,20% ytd, kontribusi IHSG +50,55 poin
Daftar Saham Pemberat IHSG Sepanjang 2025
Sebaliknya, saham-saham berikut menjadi penekan utama IHSG akibat pelemahan harga sepanjang tahun:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), -16,54% ytd, kontribusi IHSG -97,39 poin
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN), -22,47% ytd, kontribusi IHSG -76,81 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), -24,19% ytd, kontribusi IHSG -65,89 poin
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), -10,29% ytd, kontribusi IHSG -64,90 poin
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), -10,53% ytd, kontribusi IHSG -57,21 poin
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), -30,70% ytd, kontribusi IHSG -38,24 poin
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), -27,91% ytd, kontribusi IHSG -17,36 poin
- PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), -25,51% ytd, kontribusi IHSG -16,10 poin
- PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI), -20,97% ytd, kontribusi IHSG -14,41 poin
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), -8,57% ytd, kontribusi IHSG -13,63 poin











