Kabar Gembira untuk Investor Logam Mulia di Awal Tahun 2026
Awal tahun 2026 membawa kabar baik bagi para investor yang tertarik untuk berinvestasi dalam logam mulia, baik emas batangan maupun emas perhiasan. Harga emas dari berbagai pihak seperti Logam Mulia UBS dan Galeri24 tercatat stabil dan relatif terjangkau, membuatnya menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin memperkuat portofolio investasi mereka.
Harga emas Galeri24 pada hari ini, Kamis (1/1/2026), mengalami penurunan dari Rp 2.546.000 menjadi Rp 2.537.000 per gram. Sementara itu, harga emas UBS juga turun menjadi Rp 2.588.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.699.000. Harga beli dan jual emas pun masih stabil, dengan harga beli sebesar Rp 24.580 dan harga jual sebesar Rp 23.710 per 0,01 gram.
Berikut adalah daftar harga emas Logam Mulia terbaru untuk beberapa ukuran:
- Harga Emas Galeri 24
- 0,5 gram: Rp 1.331.000
- 1 gram: Rp 2.537.000
- 2 gram: Rp 4.999.000
- 5 gram: Rp 12.406.000
- 10 gram: Rp 24.745.000
- 25 gram: Rp 61.710.000
- 50 gram: Rp 123.321.000
- 100 gram: Rp 246.520.000
- 250 gram: Rp 614.786.000
- 500 gram: Rp 1.229.572.000
-
1.000 gram: Rp 2.459.143.000
-
Harga Emas Antam
- 0,5 gram: –
- 1 gram: –
- 2 gram: –
- 5 gram: –
- 10 gram: –
- 25 gram: –
- 50 gram: –
- 100 gram: –
- 250 gram: –
- 500 gram: –
-
1.000 gram: –
-
Harga Emas UBS
- 0,5 gram: Rp 1.399.000
- 1 gram: Rp 2.588.000
- 2 gram: Rp 5.135.000
- 5 gram: Rp 12.688.000
- 10 gram: Rp 25.242.000
- 25 gram: Rp 62.982.000
- 50 gram: Rp 125.704.000
- 100 gram: Rp 251.309.000
- 250 gram: Rp 628.088.000
- 500 gram: Rp 1.254.701.000
Penyebab Kenaikan Harga Emas
Emas selalu menjadi aset yang diminati sebagai investasi jangka panjang. Namun, belakangan ini harga emas terus meningkat. Berikut lima faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga emas:
-
Pengaruh Kondisi Ekonomi Global
Kondisi ekonomi dunia memiliki pengaruh besar terhadap harga emas. Saat ekonomi melambat atau terjadi ketidakpastian, investor cenderung mencari aset yang aman seperti emas. Sebaliknya, jika ekonomi kuat, investor lebih memilih aset lain seperti saham atau obligasi. -
Inflasi dan Nilai Uang
Ketika inflasi tinggi, daya beli uang menurun, sehingga banyak investor melihat emas sebagai alat pelindung nilai. Emas tidak menghasilkan bunga, tetapi tahan terhadap inflasi. -
Suku Bunga dan Kebijakan Bank Sentral
Suku bunga yang tinggi membuat aset berbunga lebih menarik dibandingkan emas. Sebaliknya, suku bunga rendah membuat emas lebih menarik karena biaya oportunitas lebih kecil. -
Nilai Mata Uang (Khususnya Dolar AS)
Harga emas sering kali berlawanan dengan nilai dolar AS. Jika dolar menguat, emas bisa menjadi lebih mahal, sedangkan jika dolar melemah, emas menjadi lebih murah. -
Ketidakpastian Politik, Konflik Geopolitik & Sentimen Pasar
Saat terjadi konflik atau krisis politik, investor cenderung mencari aset aman seperti emas. Sentimen pasar juga memengaruhi permintaan dan harga emas.











