Perayaan Tahun Baru 2026 di Kota Kupang yang Berbeda dari Biasanya
Perayaan malam tahun baru di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kali ini tidak seperti biasanya. Meskipun terdapat kegembiraan dan antusiasme masyarakat, suasana yang terjadi jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Banyak warga memilih untuk merayakan dengan cara yang lebih tenang dan sederhana, tanpa kebiasaan mabuk-mabukan atau pesta kembang api yang biasanya ramai.
Perayaan yang Menarik dan Unik
Pantauan di sejumlah ruas jalan utama di Kota Kupang pada malam pergantian tahun menunjukkan bahwa aktivitas warga tidak terlalu padat seperti biasanya. Namun, di sekitar jalan El Tari, terlihat banyak warga memadati area tersebut. Mereka ingin berswafoto dengan Pohon Natal yang berjejer di sisi jalur protokol. Area ini biasanya menjadi pusat berkumpulnya masyarakat saat perayaan tahun baru.
Selain itu, kawasan El Tari juga menjajakan aneka kuliner lokal seperti jagung bakar dan menu lainnya. Meski cuaca tidak mendukung karena hujan lebat sejak pagi hari, warga tetap beraktivitas sebagaimana biasanya. Beberapa rumah ibadah membuka ibadah tutup tahun, salah satunya di jalan Frans Lebu Raya menuju Gereja Maranatha Oebufu, yang ditutup sementara karena warga melakukan ibadah.
Penggunaan Terompet yang Menjadi Tren
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah fenomena penggunaan trompet yang semakin tren di Kota Kupang. Banyak remaja menggunakan alat tiup ini untuk memeriahkan suasana sejak perayaan Natal tahun 2025. Aparat Kepolisian sempat melakukan razia trompet yang dinilai mengganggu masyarakat.
Sebuah flayer ajakan untuk penggunaan trompet massal di Kota Kupang sebelumnya beredar luas. Ajakan tersebut bertujuan memeriahkan malam pergantian tahun. Pamflet dengan tajuk Konvoi Trompet rencananya dimulai dari Bundaran PU Kota Kupang. Namun, Polisi menyekat jalan dan mengalihkan kendaraan melewati jalan Frans Seda. Kendaraan tidak bisa memutar di area bundaran.
Di sepanjang jalan El Tari, petugas hanya membuka sisi kiri dan kanan jalan. Jalur tengah ditutup sementara. Aparat Kepolisian dari Polda NTT telah mengeluarkan imbauan agar tidak membunyikan trompet sebelum pukul 22.00 Wita. Penggunaan disekitar fasilitas kesehatan dilarang, serta pelarangan penggunaan knalpot racing.
Gubernur NTT Mengingatkan untuk Merayakan dengan Bijak
Sebelumnya, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena meminta perayaan tahun baru 2026 sebagai momentum untuk melakukan refleksi, bukan sebagai ajang mabuk-mabukan. Wakil Ketua Umum DPP Golkar itu menyerukan warga NTT untuk menjadikan suasana ini sebagai bagian untuk cerminan dalam evaluasi berbagai hal yang dilakukan sepanjang tahun 2025.
“Rayakan pergantian tahun dengan sukacita, tetapi jangan mabuk-mabukan. Jadikan momen ini sebagai refleksi atas apa yang sudah kita lakukan di tahun 2025 dan persiapkan diri untuk menghadapi tahun 2026,” ujarnya.
Gubernur Melki juga mengingatkan masyarakat NTT untuk menumbuhkan empati dan solidaritas, khususnya kepada saudara-saudara yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah di NTT. Menurutnya, suasana pergantian tahun seharusnya diisi dengan doa, kepedulian, dan semangat kebersamaan.
Suasana yang Tetap Ramai
Beberapa jam sebelum tutup tahun 2025, suasana di jalan El Tari Kota Kupang mulai ramai. Kendaraan dengan bunyi terompet saling bersahutan sepanjang jalan. Ada yang menggunakan kendaraan roda dua dan ada juga yang berjalan kaki. Saling balas bunyi terompet terdengar memecah malam.
Meski tidak ada bunyi kendaraan dengan knalpot racing, suara terompet bergema sepanjang jalan utama itu. Mereka meniup sembari memacu kendaraan. Susana semakin padat detik-detik malam pergantian tahun. Bunyi petasan dari kejauhan dan suara nyaring terompet menyatu menyambut suasana pergantian tahun.
Aparat Kepolisian menutup sejumlah jalan. Kemacetan pasca perayaan malam pergantian tahun tidak terhindar. Hingga dini hari, suasana di jalan El Tari maupun di Frans Seda masih padat kendaraan.
Harapan untuk Tahun 2026
Gubernur Melki berharap, memasuki tahun 2026, masyarakat NTT semakin memiliki semangat baru untuk membangun daerah secara bersama-sama, menjaga persatuan, serta mendukung berbagai program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.
“Refleksikan apa yang telah dilalui di tahun 2025 dan persiapkan diri menyongsong 2026 dengan semangat positif. Ayo bangun NTT bersama-sama,” katanya.











