My WordPress Blog
Budaya  

Tradisi Kepok Tuak dan Manuk Kapu Sambut AKBP Levi Defriansyah di Polres Manggarai

Kedatangan Kapolres Baru di Polres Manggarai

Kedatangan AKBP Levi Defriansyah sebagai Kapolres Manggarai menggantikan AKBP Hendri Syaputra yang sebelumnya menjabat. Acara penyambutan Kapolres baru ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan, memadukan budaya Manggarai dan tradisi kepolisian yaitu Pedang Pora. Acara juga sekaligus menjadi momen pelepasan bagi AKBP Hendri Syaputra yang akan melanjutkan tugasnya di tempat tugas baru.

AKBP Levi Defriansyah hadir bersama Ketua Bhayangkari Cabang Manggarai, Ny. Tantri Levi Defriansyah. Selain itu, ia juga ditemani oleh istrinya dalam prosesi penyambutan yang khas. Dalam acara tersebut, AKBP Levi Defriansyah dikalungi selendang khas Manggarai dan dikenakan topi songke, simbol penghargaan tinggi dari masyarakat setempat.

Selanjutnya, AKBP Levi Defriansyah disambut dengan pedang Pora dan tarian adat Manggarai yang dibawakan oleh anak-anak TK Bhayangkari Manggarai. Prosesi ini menunjukkan rasa hormat dan antusiasme masyarakat terhadap Kapolres baru. Hadir dalam kegiatan ini Wakapolres Manggarai, Kompol Mei Charles Sitepu, Pejabat Utama, para Kasat, Kasi, dan Kapolsek jajaran, Wadanki Brimob Kompi 2 Batalyon B Satbrimobda NTT, Iptu Rudolfo Amaral, serta seluruh personel, ASN, dan Pengurus Bhayangkari Cabang Manggarai.

Usai prosesi penyambutan, agenda dilanjutkan ke Aula Polres Manggarai untuk pelaksanaan Laporan Kesatuan (Lapsat). Dalam kesempatan tersebut, AKBP Hendri Syaputra memperkenalkan seluruh Pejabat Utama Polres Manggarai. Setelah perkenalan, dilanjutkan dengan paparan potret situasi wilayah hukum serta dinamika Kamtibmas yang telah dihadapi selama masa jabatannya.

Dalam sambutan perdananya, Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pendahulunya. “Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian AKBP Hendri Syaputra yang telah menjaga situasi Manggarai tetap kondusif. Saya mengajak seluruh personel untuk mempertahankan kekompakan dan saling mendukung dalam tugas ke depan,” ujarnya.

AKBP Hendri Syaputra akan melanjutkan pengabdiannya di tempat tugas yang baru sebagai Kapolres Muara Enim. Berdasarkan informasi yang dihimpun, AKBP Levi Defriansyah merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2005 dan secara resmi menggantikan AKBP Hendri Syaputra sebagai Kapolres Manggarai. Sebelumnya, AKBP Levi Defriansyah bertugas sebagai Kanit 3 Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri.

Makna dan Simbolisme Tradisi Adat Kepok Tuak Curu dan Manuk Kapu

Kepok (Penyambutan): Kata “Kepok” sendiri berarti penyambutan, sebuah ritual untuk menerima tamu penting. Ritual ini memiliki makna mendalam dalam konteks budaya Manggarai.

Tuak Curu: Minuman tuak (arak lokal) berwarna putih yang melambangkan hati yang bersih, suci, dan tulus dari tuan rumah. Tuak Curu sering digunakan sebagai simbol ketulusan dan kejujuran.

Manuk Kapu: Pemberian ayam jantan berwarna putih yang menyimbolkan ketulusan, keikhlasan, dan penerimaan tamu sebagai bagian dari keluarga. Warna putih pada ayam dan tuak memiliki arti penting sebagai simbol kesucian dan kebersamaan.

Doa Adat (Torok): Ritual ini sering diiringi dengan penyampaian doa-doa dalam bahasa Manggarai oleh tetua adat sebagai ungkapan hormat dan harapan baik.

Tujuan dan Pelaksanaan

  • Menghormati Tamu: Menyambut pejabat, tokoh penting, atau tamu kehormatan dengan penghargaan tertinggi.
  • Memperkuat Hubungan: Mempererat ikatan sosial dan kekeluargaan antara tamu dan masyarakat setempat.
  • Integrasi Budaya-Agama: Menunjukkan perpaduan harmonis antara tradisi lokal dengan nilai-nilai kesucian.

Proses: Tamu akan disambut di batas kampung (Pa’ang Beo) dengan ritual Curu dan Kapu sebelum dipersilahkan masuk ke rumah, seringkali diakhiri dengan makan bersama atau ritual adat lain seperti Caca Selek (penunjukkan tempat istirahat).


Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *