Perahu PVC Jadi Solusi Transportasi di Wilayah Rawan Banjir
Di Desa Kuluran, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, Jawa Timur, Suratno, seorang pengrajin perahu, mengalami lonjakan pesanan saat musim hujan tiba. Ia kini lebih memilih merakit perahu dari pipa PVC dibandingkan bahan kayu konvensional. Perahu ini menjadi sarana transportasi utama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir.
Perahu yang dirakit oleh Suratno memiliki harga yang bervariasi, mulai dari Rp 5,7 juta hingga puluhan juta rupiah. Harga ditentukan berdasarkan ukuran perahu serta jenis spesifikasi pipa PVC yang digunakan. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan akan perahu air meningkat drastis, terutama di wilayah-wilayah yang sering tergenang banjir.
Beralih ke Perahu PVC
Banyak warga di Kabupaten Lamongan kini beralih dari perahu kayu konvensional ke perahu berbahan pipa PVC. Perubahan ini tidak hanya terjadi di dalam desa, tetapi juga menyebar ke luar kota seperti Tuban, Gresik, Jombang, bahkan hingga Jawa Tengah seperti Demak dan Pati. Perahu PVC yang diproduksi oleh Suratno telah dikenal hingga ke luar pulau, termasuk Batam.
Suratno mengungkapkan bahwa intensitas hujan yang tinggi menyebabkan beberapa titik di Lamongan dan sekitarnya tergenang banjir. Hal ini memicu peningkatan pesanan perahu PVC hingga 50 persen dibandingkan hari biasanya. Pesanan yang datang tidak hanya dari Lamongan sendiri, namun juga dari instansi pemerintah serta relawan kemanusiaan sebagai armada evakuasi.
Keunggulan Perahu PVC
Beralihnya minat konsumen dari kayu ke PVC bukan tanpa alasan. Faktor utama adalah kelangkaan bahan baku kayu berkualitas yang membuat harganya meroket tajam. Pipa PVC lebih ekonomis dan memiliki daya tahan yang lebih baik di air. Tidak lapuk dan tahan benturan, sehingga perahu PVC mampu bertahan hingga puluhan tahun.
“Ya, meski terendam air dalam waktu yang sangat lama,” tambah Suratno. Warga atau petani lebih memilih perahu PVC karena bahan kayu rawan keropos dan lapuk. Perahu PVC juga memiliki kelebihan lain, yaitu bisa dihiasi goresan cat dengan sejumlah warna yang menambah indahnya perahu.
Proses Produksi dan Pemesanan
Proses produksi perahu PVC dilakukan oleh Suratno bersama tiga orang karyawan. Satu unit perahu PVC biasanya dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga tiga hari, tergantung pada tingkat kerumitan dan ukurannya. Harga yang ditawarkan cukup kompetitif, mulai dari Rp 5,7 juta hingga puluhan juta rupiah.
Suratno juga mengakui bahwa warga sejumlah desa terdampak banjir Bengawan Jero di Lamongan juga banyak yang memakai perahu hasil kerajinan tangannya. Mereka merasa sangat butuh alat transportasi perahu buatannya, karena merasakan banjir tahunan. “Alhamdulillah pesanan terus mengalir,” ungkapnya.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











