Penyesuaian Upah Petugas Kebersihan Kota Jambi
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi telah menetapkan penyesuaian upah bagi sopir dan kru pengangkut sampah yang mulai berlaku sejak Januari 2026. Kenaikan upah ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan para petugas kebersihan di kota tersebut.
Besaran Upah Petugas Kebersihan
Menurut Kepala DLH Kota Jambi, Mahruzar, kenaikan upah petugas kebersihan mencapai sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu. Berikut rincian perubahan upah:
- Sopir: sebelumnya Rp85.750 menjadi Rp100.000,-
- Kru: sebelumnya Rp65.750 menjadi Rp75.000,-
- Penyapu: sebelumnya Rp65.750 menjadi Rp75.000,-
Mahruzar menjelaskan bahwa upah sopir truk pengangkut sampah yang sebelumnya Rp85.750 per hari kini naik menjadi Rp100 ribu per hari. Sementara kru angkutan dari Rp65.750 naik menjadi Rp75 ribu per hari.
Keputusan ini merupakan arahan langsung dari Wali Kota Jambi Maulana yang menaruh perhatian besar pada kondisi ekonomi para pegawai, termasuk petugas kebersihan.
Perjuangan Petugas Kebersihan
Kenaikan upah ini dilakukan setelah sebelumnya ratusan petugas kebersihan menggelar aksi unjuk rasa dan mogok kerja. Mereka memprotes besaran upah yang dianggap belum layak serta jauh tertinggal dibandingkan penghasilan pekerja sektor lain, seperti tukang bangunan.
Dalam aksi tersebut, para petugas juga meminta agar upah yang diterima dapat disesuaikan dengan Upah Minimum Regional (UMR) Kota Jambi. Meski demikian, Mahruzar mengakui bahwa pihaknya belum mampu merealisasikan pembayaran sesuai UMR karena keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
Komitmen Pemerintah
Meskipun belum sepenuhnya memenuhi tuntutan, Mahruzar menegaskan bahwa Pemkot Jambi berkomitmen untuk terus memperbaiki kesejahteraan para PHL, khususnya di lingkungan DLH.
“Komitmen pemerintah tetap ada. Kesejahteraan petugas kebersihan akan terus menjadi perhatian dan akan kita tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.
Masalah Sampah di Kota Jambi
Masalah sampah di Kota Jambi kembali berada pada fase yang mengkhawatirkan. Penumpukan sampah di sejumlah titik kota, termasuk yang sempat viral di kawasan Jalan Baru Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, menunjukkan bahwa persoalan lama ini belum sepenuhnya teratasi.
Mahruzar mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sedikitnya dua lokasi penumpukan sampah di wilayah Jambi Timur, yaitu di kawasan Jalan Baru Sijenjang dan Kelurahan Selincah. Ia menjelaskan bahwa kedua lokasi tersebut bukan termasuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS) resmi, melainkan TPS liar yang terbentuk akibat kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan.
“Itu TPS ilegal. Warga membuang sampah di tempat tersebut secara sembarangan,” ujar Mahruzar.
Menurutnya, tumpukan sampah muncul karena wilayah tersebut tidak masuk dalam jalur pengangkutan rutin, sehingga tidak terpantau oleh petugas kebersihan. Meski begitu, DLH telah mengerahkan armada untuk membersihkan area tersebut. Namun, upaya itu belum optimal karena keterbatasan jumlah kendaraan operasional.
“Hari ini atau besok akan kita selesaikan. Kalau perlu kita turunkan alat berat,” ungkapnya.
Kesadaran Masyarakat dan Peran Aktif
Mahruzar menilai persoalan sampah tidak akan selesai jika tidak dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat. Selama masih ada warga yang membuang sampah sembarangan dan lingkungan sekitar tidak peduli, maka tumpukan sampah akan terus muncul kembali.
“Kalau tidak ada kesadaran bersama, masalah ini akan terus terjadi,” tegasnya.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah lain, seperti di RT 09 Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kota Baru. Namun, di lokasi tersebut persoalan TPS liar berhasil ditekan melalui inisiatif masyarakat setempat. Warga melakukan pengawasan lingkungan, menindak mereka yang membuang sampah sembarangan, serta menerapkan sanksi denda bagi pelanggar.
Padahal, denda yang dikenakan mencapai Rp2 juta bagi setiap pelanggar. Mahruzar menyebutkan, saat ini Pemkot Jambi mengoperasikan 43 armada pengangkut sampah setiap hari. Armada tersebut melayani pengangkutan dari sekitar 250 TPS resmi di seluruh wilayah kota.
Namun, permasalahan semakin kompleks dengan adanya lebih dari 100 TPS liar yang tersebar di berbagai titik Kota Jambi.
Tanggapan DPRD Kota Jambi
Persoalan sampah juga mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Jambi. Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menilai situasi tersebut sudah berada pada level darurat. Ia menegaskan bahwa masalah sampah tidak lagi sekadar soal kebersihan, melainkan sudah berdampak pada kesehatan masyarakat dan lingkungan.
“Masalah sampah ini bukan sekadar soal kebersihan, tapi sudah menyangkut kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, tumpukan sampah tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai penyakit serta efek lingkungan jangka panjang. Kemas Faried meminta agar Pemkot Jambi menjadikan persoalan sampah sebagai agenda prioritas.
Ia menekankan pentingnya langkah yang terencana, berkesinambungan, dan tidak hanya bersifat reaktif ketika masalah sudah viral. Ia juga menanggapi munculnya sayembara dari masyarakat terkait penangkapan pelaku pembuangan sampah sembarangan.
Menurutnya, hal itu mencerminkan keresahan publik sekaligus bentuk protes atas kondisi lingkungan yang semakin memburuk.
“Ini bentuk kepedulian masyarakat. Artinya warga sudah resah dan ingin kotanya bersih,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa urusan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah. Peran serta dan kesadaran masyarakat tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kebersihan kota.
“Kalau masih ada yang buang sampah sembarangan, ini jadi persoalan bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kemas Faried meminta DLH Kota Jambi segera melakukan evaluasi menyeluruh serta memperkuat sistem pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Ia menilai keberhasilan pengelolaan sampah merupakan salah satu tolok ukur penting dalam kinerja pemerintah untuk menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
DPRD Kota Jambi, lanjutnya, akan terus mengawasi langkah-langkah yang diambil pemerintah kota dan OPD terkait dalam menangani persoalan sampah.
“Kita semua ingin Kota Jambi lebih baik. Tapi itu hanya bisa terwujud jika semua pihak bergerak bersama,” pungkasnya.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











