My WordPress Blog

Gempa M 4,3 di Donggala, Sulawesi Tengah, Kedalaman 14 KM, Cek Info BMKG

Gempa Bumi di Donggala, Sulawesi Tengah

Pada hari Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 16:46:56 WIB, terjadi gempa bumi yang berpusat 29 kilometer barat daya Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Gempa tersebut memiliki magnitudo 4,3 dengan kedalaman sekitar 14 kilometer. Titik koordinat gempa tercatat di 0,69 LS dan 119,81 BT, yang dipantau melalui seismograf BMKG.

BMKG, atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas mengamati dan menganalisis cuaca, iklim, serta geofisika seperti gempa bumi dan tsunami. Donggala sendiri merupakan sebuah kabupaten di Sulawesi Tengah dengan ibu kota Banawa. Jarak dari Donggala ke Kota Palu, ibu kota provinsi tersebut, diperkirakan sekitar 39 kilometer melalui jalur Jalan Donggala–Palu dan Jalan Malonda.

Magnitudo gempa merujuk pada ukuran energi yang dilepaskan oleh sumber gempa di dalam bumi, yang dihitung secara ilmiah menggunakan alat pencatat getaran bumi yang disebut seismograf. Informasi ini dapat dilihat melalui laman resmi BMKG.

Gempa bumi yang terjadi di Donggala memiliki informasi yang dirilis oleh BMKG sebagai berikut:
– Magnitudo: 4,3
– Waktu: 16:46:56 WIB
– Lokasi: 0,69 LS, 119,81 BT
– Pusat gempa: 29 km barat daya Donggala
– Kedalaman: 14 km

BMKG juga memberikan peringatan bahwa informasi ini bersifat sementara dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Sebelum, Saat, dan Setelah Gempa Bumi

Sebelum Terjadi Gempa Bumi

A. Kunci Utama
– Mengenali apa yang dimaksud dengan gempa bumi.
– Memastikan struktur dan lokasi rumah Anda aman dari bahaya seperti longsor atau liquefaction.
– Mengevaluasi dan merenovasi bangunan agar lebih tahan gempa.

B. Kenali Lingkungan Tempat Kerja
– Memperhatikan letak pintu, lift, dan tangga darurat untuk mengetahui tempat paling aman saat gempa.
– Belajar melakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
– Belajar menggunakan alat pemadam kebakaran.
– Menyimpan nomor telepon penting yang bisa dihubungi saat gempa.

C. Persiapan Rutin
– Menata perabotan seperti lemari atau cabinet agar tidak mudah jatuh saat gempa.
– Menyimpan bahan mudah terbakar di tempat yang aman.
– Mematikan air, gas, dan listrik jika tidak digunakan.

D. Bahaya Celaka Akibat Material
– Menyusun benda berat di bagian bawah agar tidak mudah roboh.
– Memeriksa stabilitas benda yang tergantung seperti lampu.

E. Alat yang Harus Ada
– Kotak P3K.
– Senter/lampu baterai.
– Radio.
– Makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempa Bumi

A. Di Dalam Bangunan
– Melindungi kepala dan tubuh dari reruntuhan dengan bersembunyi di bawah meja.
– Mencari tempat aman dari goncangan.
– Keluar jika masih memungkinkan.

B. Di Luar Bangunan atau Area Terbuka
– Menghindari bangunan, tiang listrik, atau pohon di sekitar.
– Memperhatikan permukaan tanah untuk menghindari rekahan.

C. Mengendarai Mobil
– Keluar dari mobil dan menjauh untuk menghindari bahaya.
– Ikuti langkah B.

D. Di Pantai
– Jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

E. Di Daerah Pegunungan
– Hindari daerah yang rawan longsoran.

Setelah Terjadi Gempa Bumi

A. Di Dalam Bangunan
– Keluar dengan tertib dan hindari penggunaan lift.
– Periksa korban luka dan lakukan P3K.
– Hubungi layanan darurat jika ada luka parah.

B. Periksa Lingkungan Sekitar
– Pastikan tidak ada kebakaran.
– Periksa kebocoran gas.
– Periksa hubungan arus pendek listrik.
– Periksa aliran air dan pipa.
– Pastikan tidak ada hal-hal berbahaya.

C. Jangan Masuk Bangunan yang Rusak
– Karena kemungkinan masih ada reruntuhan.

D. Jangan Berjalan di Area Gempa
– Karena risiko bahaya susulan masih ada.

E. Dengarkan Informasi
– Dengarkan radio untuk mendapatkan informasi terbaru.
– Hindari menyebarkan isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

F. Isi Angket yang Diberikan Instansi Terkait
– Untuk mengetahui tingkat kerusakan.

G. Tetap Tenang dan Berdoa
– Jangan panik dan tetap berdoa kepada Tuhan YME demi keselamatan kita semua.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *