Gubernur Jabar: Bencana Longsor di Cisarua Akibat Kesalahan Kolektif Manusia
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan rasa dukanya atas bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Ia menilai peristiwa ini sebagai hasil dari kesalahan kolektif manusia terhadap alam.
Menurut Dedi, kerusakan lingkungan yang terjadi akibat alih fungsi lahan, eksploitasi perbukitan, penggunaan greenhouse plastik, serta pendangkalan sungai. Ia menegaskan bahwa bencana bisa menimpa siapa saja, meskipun korban tidak melakukan kesalahan secara langsung.
Penyebab Kerusakan Lingkungan
Beberapa faktor utama yang menyebabkan kerusakan lingkungan adalah:
- Alih fungsi lahan: Perubahan penggunaan lahan dari area hijau menjadi kawasan pertanian atau perumahan.
- Eksploitasi perbukitan: Penggunaan sistem greenhouse untuk menanam sayuran dan bunga telah merusak daya dukung tanah.
- Pendangkalan sungai: Bantaran dan sempadan sungai yang seharusnya menjadi ruang hijau justru berubah menjadi kawasan komersial.
- Ketidaktahuan masyarakat: Tindakan-tindakan yang bertentangan dengan alam akhirnya berbalik menjadi bencana.
Dedi mengajak pemerintah dan masyarakat untuk melihat musibah ini sebagai bahan introspeksi. Ia menekankan bahwa kondisi alam saat ini banyak mengalami kerusakan akibat kebijakan dan perilaku manusia yang abai terhadap keseimbangan lingkungan.
Evakuasi Korban Longsor
Proses evakuasi korban bencana longsor di Cisarua menghadapi beberapa kendala. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya M Syafii, menyebutkan bahwa cuaca buruk dan material longsoran yang masih berupa lumpur menjadi hambatan utama dalam proses pencarian.
Sampai saat ini, sebanyak 80 orang warga masih dinyatakan hilang. Dari total 113 korban yang terdampak, hanya 23 orang yang berhasil diselamatkan.
Dugaan Korban TNI
Kodam III/Siliwangi menyatakan bahwa ada dugaan 23 prajurit TNI hilang dalam bencana tersebut. Namun, informasi ini masih dalam tahap penelusuran dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Pihak Kodam sedang melakukan verifikasi terkait hal ini.
Kecelakaan Polisi
Di sisi lain, dua personel Polsek Cisarua meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai terlindas oleh dua truk TNI. Insiden ini terjadi saat keduanya sedang menuju lokasi bencana untuk membantu penanganan.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Setiawan, menegaskan bahwa kedua anggota tersebut gugur dalam misi kemanusiaan. Negara memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat anumerta satu tingkat lebih tinggi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
Harapan untuk Masa Depan
Dedi Mulyadi berharap peristiwa ini mampu menyadarkan semua pihak agar lebih bijak dalam memperlakukan alam. Ia menegaskan bahwa manusia sejatinya hanya “menumpang” di bumi dan seharusnya menghormati alam sebagai ruang hidup bersama.
Ia juga menyerukan kepada pemerintah dan masyarakat untuk melakukan introspeksi diri dan merubah perilaku buruk yang menjadikan alam sebagai bahan eksploitasi tanpa mempertimbangkan keharmonian hidup.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











