My WordPress Blog
Bisnis  

Tingkatkan ketahanan energi nasional dengan distribusi 170 miliar liter BBM dan LPG oleh PIS

PIS Memperkuat Distribusi Energi Nasional dan Global

PT Pertamina International Shipping (PIS) terus memainkan peran penting dalam distribusi energi nasional dan internasional. Dalam tahun 2025, PIS berhasil mengangkut sebanyak 170 miliar liter BBM dan LPJ ke seluruh nusantara maupun dunia. Angka ini mencakup pengangkutan energi berupa minyak mentah, produk kilang, BBM, dan LPG yang bertujuan untuk menjaga keamanan pasokan energi nasional.

Sebanyak 107 miliar liter BBM dan LPJ diangkut untuk kebutuhan dalam negeri, sedangkan sisanya, yaitu 63 miliar liter, digunakan untuk pasar internasional. Direktur Utama PIS, Surya Tri Harto, menyatakan bahwa realisasi ini merupakan kelanjutan dari tren pertumbuhan bisnis dan kapasitas angkutan energi yang telah ditunjukkan PIS pada tahun sebelumnya. Tahun lalu, perusahaan berhasil mengangkut lebih dari 161 miliar liter BBM dan LPG.

Capaian ini semakin memperkuat posisi PIS sebagai urat nadi distribusi energi nasional. Perusahaan secara konsisten menjaga kelancaran pasokan BBM, LPG, dan produk energi lainnya di seluruh Indonesia. Selain itu, PIS juga terus memperkuat armada pengangkutannya dengan total mencapai 110 kapal hingga akhir tahun 2025. Operasional kapal tanker PIS berjalan selama tujuh hari dalam seminggu, 24 jam penuh, dan didukung oleh 338 kapal pendukung pelabuhan (tugboat) untuk memastikan kelancaran proses sandar dan bongkar muat di berbagai pelabuhan.

Strategi Ekspansi Pasar dan Diversifikasi Kargo

Selain memperkuat armada, PIS juga aktif dalam ekspansi pasar dan diversifikasi kargo. Beberapa program strategis dilaksanakan seperti perluasan pasar non-captive dengan ekspansi rute internasional melalui tiga kantor strategis yang mencakup pemasaran di Asia Pacific, Timur Tengah, dan Eropa. Selain itu, PIS juga fokus pada diversifikasi jenis kargo.

Pada 2025, sudah ada 84 kapal milik PIS yang telah memenuhi standar inspeksi Ship Inspection Report Programme (SIRE). Standarisasi ini bertujuan untuk memastikan standar keselamatan kapal tanker. Sebagai Sub Holding Integrated Marine Logistics dari Pertamina Group, langkah transformasi ini menjadi komitmen perusahaan untuk memperkuat keandalan operasional dalam distribusi dan ketahanan energi nasional serta memperkuat daya saing armada Indonesia di kancah dunia.

Eksplorasi Hulu Migas dan Target Produksi Nasional

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) gencar melakukan eksplorasi hulu migas melalui penawaran lebih dari 100 wilayah kerja (WK) migas secara serempak dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga sekaligus mendorong peningkatan produksi minyak nasional pada 2026.

Penawaran WK migas tersebut melampaui target sebelumnya yang dipatok sebanyak 75 blok. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa eksplorasi menjadi kunci pencapaian target lifting minyak. “Kami akan menawarkan lebih dari 100 wilayah kerja migas sekaligus untuk mendorong kegiatan eksplorasi di hulu,” ujarnya.

Target lifting minyak nasional sebesar 610 ribu barel per hari (bph) pada 2026 tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, meningkat sekitar 5 ribu bph dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Tantangan Produksi dan Upaya Mitigasi

Tantangan produksi muncul di awal 2026 setelah terjadi insiden kebocoran pipa migas di Sumatera yang berdampak pada operasional Blok Rokan di Provinsi Riau. Insiden tersebut menambah tekanan terhadap upaya menjaga kesinambungan lifting nasional.

Menurut Bahlil, kebocoran pipa tersebut menyebabkan potensi kehilangan produksi dalam jumlah signifikan. “Di awal tahun ini ada musibah kebocoran pipa di Sumatera yang menyebabkan kehilangan potensi sekitar 2 juta barel,” ujarnya.

Di tengah tantangan tersebut, Kementerian ESDM menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga level produksi. Pemerintah mengombinasikan strategi eksplorasi dengan optimalisasi lapangan eksisting agar target lifting tetap berada pada jalur yang direncanakan.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah reaktivasi sumur-sumur tua, termasuk percepatan perizinan puluhan ribu sumur minyak masyarakat di sejumlah daerah. Sumur rakyat dinilai dapat menjadi penopang tambahan bagi lifting nasional dalam jangka pendek.

Bahlil menyebut proses perizinan sumur masyarakat terus dipercepat di berbagai wilayah. “Untuk lebih dari 40 ribu sumur masyarakat, sebagian izinnya sudah keluar seperti di Jambi dan Sumatera Selatan, dan di Jawa Tengah sedang kami percepat,” tutur Menteri ESDM.

Pertamina Mengelola Wilayah Kerja Operator Migas

Saat ini, Pertamina mengelola 24 persen wilayah kerja operator migas di Indonesia. Hal ini menunjukkan peran penting perusahaan dalam menjaga stabilitas produksi minyak nasional. Dengan kombinasi strategi eksplorasi dan optimalisasi lapangan, Pertamina terus berupaya memenuhi target lifting minyak nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *