Dewan Perdamaian Gaza: Kewajiban Pembayaran dan Tujuan Dana
Anggota tetap Dewan Perdamaian Gaza, yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, diwajibkan untuk membayar dana sebesar 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 16,7 triliun). Namun, tidak semua negara yang menerima undangan tersebut wajib melakukan pembayaran. Anggota yang tidak melunasi jumlah tersebut hanya akan memiliki masa jabatan selama tiga tahun.
Meski demikian, ada beberapa negara yang telah mengonfirmasi penerimaan undangan untuk menjadi anggota Dewan Perdamaian Gaza. Namun, kebijakan ini tidak menuntut para anggota untuk membayar uang tertentu agar mendapatkan kursi permanen.
Penggunaan Dana 1 Miliar Dollar AS
Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan identitasnya menyatakan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan digunakan untuk membangun kembali wilayah Gaza. “Tidak akan ada gaji yang berlebihan atau pembengkakan administratif yang biasa terjadi pada banyak organisasi internasional,” katanya seperti dikutip dari CNN, Minggu (18/1/2026).
Dewan Perdamaian ini merupakan bagian dari rencana AS yang didukung PBB untuk melakukan demiliterisasi dan membangun kembali Gaza, yang hancur akibat dua tahun perang antara Israel dan Hamas. Namun, dewan tersebut tidak memiliki perwakilan dari Otoritas Palestina. Mereka diharapkan dapat mengambil alih kendali Gaza setelah menyelesaikan reformasi besar-besaran.
Menurut rencana AS, pemerintahan harian di Gaza akan ditangani oleh komite teknokrat Palestina. Seorang pejabat AS menjelaskan bahwa kontribusi kepada Dewan Perdamaian bersifat “sukarela” dan bukan biaya pendaftaran untuk bergabung.
Mekanisme Keuangan yang Ketat
Pejabat tersebut juga menyampaikan bahwa Dewan Perdamaian akan menerapkan mekanisme kontrol dan pengawasan keuangan yang sangat ketat. “Dana akan disimpan hanya di rekening yang disetujui di bank-bank terkemuka (dengan due diligence CFO, persetujuan Dewan Eksekutif), dan pembayaran memerlukan ambang batas persetujuan multi-penandatangan yang tepat, pemeriksaan KYC/AML dan sanksi, serta dokumen pendukung,” jelasnya seperti dilansir dari ABCNews, Rabu (21/1/2026).
Pengawasan diterapkan melalui subkomite Audit & Risk dan komite independen. Dengan sistem ini, dana yang masuk akan dipantau secara transparan dan efektif.
Kekuasaan Besar Trump dalam Dewan Perdamaian Gaza
Menurut laporan dari NYTimes, Senin (19/1/2026), awalnya Dewan Perdamaian tampaknya menjadi bagian dari visi Trump untuk Gaza pasca-perang. Rencananya menyebut dewan tersebut sebagai “badan transisi internasional baru” yang akan membantu mengawasi rekonstruksi wilayah Palestina.
Anggota Dewan Perdamaian Gaza akan terdiri dari kepala negara, dengan Donald Trump sebagai ketuanya. Dewan Keamanan PBB secara resmi mendukung dewan tersebut dalam resolusi yang disusun oleh AS pada November 2025. Dengan begitu, Dewan Perdamaian buatan Trump memperoleh legitimasi internasional, setidaknya hingga akhir 2027.
Resolusi itu memberikan mandat kepada dewan untuk bekerja sama dengan pemerintah-pemerintah dalam merekrut pasukan penjaga perdamaian internasional untuk Gaza. Dewan tersebut akan melaksanakan rencana Trump di Gaza hingga Otoritas Palestina yang diakui secara internasional melaksanakan reformasi.
Setelah AS menyebarkan draf piagam yang diusulkan pada Jumat (16/1/2026), menjadi jelas bahwa Trump membayangkan peran yang jauh lebih besar bagi badan tersebut. Piagam tersebut menyatakan bahwa dewan akan “menjamin perdamaian yang berkelanjutan di wilayah yang terkena dampak atau terancam oleh konflik”, bukan hanya Gaza.
Piagam itu juga menyerukan pembentukan “badan perdamaian internasional yang lebih lincah dan efektif”, dianggap oleh para pengamat sebagai sindiran terhadap peran tradisional PBB. Tak hanya itu, piagam tersebut juga akan memberikan wewenang pribadi yang signifikan kepada Trump. Selain hak veto, Trump akan bisa menunjuk penggantinya sendiri. Ia juga akan berwenang untuk mengeluarkan “resolusi atau arahan lain” dalam melaksanakan misi dewan.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











