Penelitian Lokasi Rusun Subsidi di Meikarta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait atau dikenal sebagai Ara, telah melakukan survei langsung ke dua calon lokasi pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dua titik yang ditinjau masing-masing berada di Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, dan Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat.
Lokasi-lokasi tersebut memiliki luas sekitar 10 hektar, dan pemerintah rencananya akan membangun total 18 tower rusun subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Ara menyampaikan bahwa pihaknya sudah berbicara dengan pengelola Meikarta dan melakukan peninjauan bersama Direktur Jenderal serta staf-stafnya.
Potensi Pengembangan di Kedua Lokasi
Berdasarkan hasil peninjauan awal, Ara menilai kedua lokasi layak dikembangkan sebagai kawasan hunian vertikal bersubsidi. Titik pertama, yaitu Desa Cibatu, dinilai sangat strategis karena lokasinya dekat dengan Gerbang Tol (GT) Cibatu Km 34 Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek). Akses yang mudah ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas penghuni rusun, terutama bagi para pekerja.
Sementara itu, lokasi kedua di Desa Jayamukti masih memerlukan verifikasi lanjutan. Hal ini disebabkan oleh adanya irisan lahan dengan area persawahan, sehingga perlu koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ara sebelumnya juga memastikan bahwa pembangunan rusun subsidi di Meikarta akan dimulai pada tahun ini. Ia mengatakan bahwa James Riady, bos Lippo Group, sudah berbicara langsung dengan Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo dan Presiden Prabowo Subianto.
Alasan Pemilihan Meikarta
Meikarta dipilih sebagai salah satu lokasi pembangunan rusun subsidi karena tingkat kebutuhan hunian di kawasan tersebut sangat tinggi, terutama bagi para pekerja yang beraktivitas di kawasan industri Cikarang dan sekitarnya. Ara menilai permintaan di daerah tersebut sangat luar biasa.
Selain itu, pemilihan Desa Cibatu dan Desa Jayamukti tidak hanya didasarkan pada ketersediaan lahan, tetapi juga karena lokasi tersebut berada di episentrum aktivitas ekonomi nasional, yaitu kawasan industri Cikarang. Jarak dari lokasi hunian ke kawasan industri sekitar 2,5 kilometer, sehingga dianggap sangat strategis.
Keuntungan Jarak Dekat Hunian dan Tempat Kerja
Kedekatan antara hunian dan tempat kerja, atau job-housing proximity, dianggap menjadi kunci efisiensi perkotaan. Dengan jarak tempuh kurang dari tiga kilometer, beban transportasi pekerja dapat ditekan secara signifikan. Hal ini berpotensi mengurangi kemacetan di sejumlah ruas jalan utama Bekasi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup buruh dan pekerja sektor formal lainnya.
Rencana Pengembangan Rusun Subsidi
Dalam rencana pengembangan di atas lahan total sekitar 20 hektar yang terbagi dalam dua titik tersebut, Kementerian PKP menargetkan pembangunan sekitar 18 tower rumah susun subsidi. Meski demikian, Ara menekankan bahwa proyek ini tidak boleh terjebak pada stigma rusun subsidi yang gersang, padat, dan terisolasi dari lingkungan sekitarnya.
Pemerintah ingin memastikan rusun yang dibangun tetap layak huni, terintegrasi dengan aktivitas ekonomi, serta mendukung kehidupan sosial penghuninya. Dengan demikian, rusun subsidi di Meikarta diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus memberikan dampak positif bagi kawasan industri Cikarang.











