Perjalanan Karier Subandi dari Akar Rumput hingga Menjadi Bupati Sidoarjo
Subandi, tokoh politik yang kini menjabat sebagai Bupati Sidoarjo periode 2025–2030, memiliki perjalanan karier yang panjang dan penuh perjuangan. Dari awalnya menjadi Wakil Ketua RW hingga akhirnya terpilih sebagai pemimpin daerah, ia membuktikan bahwa keberhasilan bisa diraih melalui kerja keras dan dedikasi.
Mulai dari Tingkat Desa
Sebelum dikenal luas, Subandi tumbuh di lingkungan masyarakat. Ia pernah menjadi Wakil Ketua RW dan aktif dalam kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU) tingkat ranting di Desa Pabean, Kecamatan Sedati. Pengalamannya tersebut memberinya wawasan tentang kebutuhan masyarakat, yang kemudian menjadi fondasi kepemimpinannya.
Pada masa itu, Subandi juga menjabat sebagai Kepala Desa Pabean selama dua periode, yakni 2008–2014 dan 2014–2018. Langkah ini menjadi awal mula karier politiknya di dunia pemerintahan.
Memasuki Dunia Legislatif
Berkat pengalaman sebagai Kepala Desa, Subandi mencoba peruntungan di dunia legislatif. Ia maju dalam Pileg 2019 dan terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo (2019–2020). Selain itu, ia juga dipercaya untuk menjabat Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo.
Karier politiknya semakin melesat ketika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung Subandi sebagai pendamping Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) dalam Pilkada Sidoarjo 2020. Pasangan ini menang dan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo periode 2021–2024.
Menjadi Pelaksana Tugas Bupati
Pada Mei 2024, situasi politik Sidoarjo berubah drastis setelah Gus Muhdlor tersandung kasus hukum dan ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Atas peristiwa tersebut, Subandi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan.
Dari posisi tersebut, Subandi berhasil membangun kepercayaan publik. Dengan begitu, ia memutuskan untuk kembali maju dalam Pilkada 2024, kali ini berpasangan dengan Mimik Idayana. Pasangan ini berhasil menang telak dengan meraih 58 persen suara, sehingga mengantarkan Subandi sebagai Bupati Sidoarjo periode 2025–2030.
Aktivitas di Berbagai Organisasi dan Partai
Selain berkiprah di pemerintahan, Subandi juga aktif dalam berbagai organisasi dan partai. Beberapa posisi penting yang pernah ia jabat antara lain:
- Wakil Ketua Pengurus NU Ranting Pabean.
- Ketua Koperasi SBB NU MWC Sedati.
- Ketua Penasehat Yayasan Pendidikan Khoirul Huda.
- Pembina Penanggung Jawab Yatim Piatu dan Dhuafa Al-Jawahir.
- Ketua DPC PKB Kabupaten Sidoarjo (2021–2026).
Latar Belakang Sebagai Pengusaha
Sebelum terjun ke dunia politik, Subandi memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Ia berasal dari keluarga pedagang beras, sehingga sejak muda ia sudah terbiasa membantu usaha keluarga.
Setelah lulus SD, Subandi pindah ke Sidoarjo untuk membantu kakaknya yang membuka usaha potong ayam. Berbekal pengalaman tersebut, ia kemudian membuka usaha serupa secara mandiri setelah lulus SMA.
Tidak berhenti di situ, Subandi juga merambah ke bisnis properti, mulai dari jual beli tanah hingga pengembangan perumahan. Usaha tersebut menjadi salah satu sumber kekayaannya saat ini.
Harta Kekayaan yang Mengesankan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Subandi tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp80,6 miliar. Aset tersebut meliputi tanah dan bangunan senilai lebih dari Rp73 miliar, 14 unit kendaraan, surat berharga, hingga kas dan setara kas.
Dengan jumlah kekayaan tersebut, Subandi menempati posisi sebagai salah satu kepala daerah dengan total harta terbanyak di Jawa Timur.
Latar Belakang dan Pendidikan
Subandi lahir di Kediri pada 23 Oktober 1972. Meski bukan kelahiran Sidoarjo, sebagian besar perjalanan hidup dan pengabdiannya dihabiskan di Kabupaten Sidoarjo.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri Jati Tarokan, Kediri (1983–1989). Setelah itu, Subandi pindah ke Sidoarjo dan melanjutkan sekolah di SMP Wachid Hasyim 9 Sedati hingga lulus pada 1992.
Ia kemudian menamatkan pendidikan SMA di Widya Darma Surabaya dan melanjutkan kuliah S-1 di Universitas Kartini Surabaya (2008–2012). Tak hanya sampai di situ, Subandi juga melanjutkan pendidikannya ke jenjang S-2 di Universitas Islam Malang.
Keluarga yang Aktif di Dunia Politik
Salah satu fakta yang cukup menarik dari Subandi adalah, anggota keluarganya juga aktif di dunia politik. Hal tersebut dikarenakan istri dan putranya juga terjun ke dunia politik dan menduduki kursi legislatif.
Istrinya, Sriatun, pernah menjabat sebagai Kepala Desa Pabean dan kini menjadi Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Sidoarjo. Selain itu, ia juga terpilih sebagai anggota DPRD Jatim melalui Dapil 2 Jatim.
Sementara putranya, Muchammad Rafi Wibisono, juga mengikuti jejak sang ayah. Pemuda kelahiran 28 Desember 2000 itu terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Dapil 1 dengan perolehan 9.678 suara.
Isu Putra Daerah Sampai ke Kursi Bupati
Saat Pilkada 2020, Subandi sempat diragukan sebagai putra daerah karena lahir di Kediri. Namun, ia membuktikan dengan pengabdiannya melalui perjalanan panjang di Sidoarjo, dari tingkat desa hingga kabupaten.
Kini, dengan pengalaman sebagai kepala desa, legislator, wakil bupati, hingga Plt bupati, Subandi diharapkan mampu membawa Sidoarjo semakin maju sebagai kota industri, perdagangan, dan permukiman strategis di Jawa Timur.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











