Penjelasan PKB Mengenai Dukungan terhadap Prabowo Subianto
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syaiful Huda, membantah bahwa dukungan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin terhadap Presiden Prabowo Subianto selama dua periode bertujuan untuk mengamankan posisi di Pilpres 2029. Menurutnya, dukungan partainya kepada Prabowo didasarkan pada kesamaan visi dan komitmen dalam menjalankan sistem ekonomi konstitusi yang sejalan dengan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33.
Pasal 33 tersebut mengatur landasan konstitusional perekonomian Indonesia, yang menegaskan prinsip demokrasi ekonomi, asas kekeluargaan, serta penguasaan negara atas sumber daya vital untuk kemakmuran rakyat. Huda menekankan bahwa PKB siap menjadi mitra Prabowo dalam memperjuangkan visi tersebut, bahkan hingga 10 tahun ke depan.
“Untuk menjalankan dan menegakkan Undang-Undang Dasar, terutama pasal 33, Pak Presiden Prabowo butuh teman dan PKB siap menjadi teman Pak Prabowo sampai 10 tahun yang akan datang,” ujar Huda, Jumat (6/2/2026).
Dukungan PKB terhadap Prabowo juga disampaikan setelah Cak Imin bertemu dengan Presiden Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (4/2/2026). Meskipun Cak Imin menyatakan dukungan partainya untuk dua periode kepemimpinan, ia tidak memberikan jawaban tegas saat ditanya apakah dukungan itu juga akan diberikan sepaket dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Huda menegaskan bahwa dukungan ini bukanlah bentuk manuver politik awal, melainkan hasil dari kesamaan perjuangan antara PKB dan Partai Gerindra dalam menegakkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Ia juga menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk merubah sistem ekonomi Indonesia yang saat ini dinilai terlalu liberal dan tidak berpihak kepada masyarakat.
“Jadi ekonomi yang sesuai dengan konstitusi Undang-Undang Dasar kita ini mau tidak mau memang harus dimulai dari sejak periode awal beliau ini,” tambah Huda.
Pandangan Para Pengamat
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai bahwa dukungan Cak Imin terhadap Prabowo bukan hanya sekadar pernyataan loyalitas politik semata. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari manuver awal Cak Imin dalam membaca arah Pilpres 2029. PKB, menurut Arifki, sedang menempatkan diri sebagai partai yang konsisten mendukung Prabowo sejak dini.
Langkah ini dinilai strategis untuk mengamankan posisi politik PKB dalam peta kekuasaan nasional ke depan. “PKB sedang menawarkan opsi alternatif kepada Presiden Prabowo di balik pernyataan Jokowi yang menyebut Prabowo–Gibran dua periode. PKB memanfaatkan momentum itu untuk memperkuat loyalitasnya agar tetap relevan dalam skema kekuasaan Prabowo,” ujar Arifki.
Arifki juga menilai bahwa isu calon wakil presiden (cawapres) sengaja tidak dibuka terlalu dini. Hal ini dilakukan untuk menjaga fleksibilitas dan ruang komunikasi politik tetap terbuka. “PKB memilih menjaga fleksibilitas. Selama nama wapres belum disebut, ruang komunikasi politik tetap terbuka. Pola ini serupa dengan strategi PKB pada Pilpres 2024,” kata dia.
Selain itu, Arifki menyoroti mulai bergeraknya sejumlah aktor dan partai politik sejak awal masa pemerintahan Prabowo. Dukungan terbuka kepada Anies Baswedan, hingga sinyal keterlibatan Joko Widodo dalam dinamika politik ke depan, disebut turut memengaruhi kalkulasi PKB. Kondisi tersebut, menurut Arifki, membuka ruang bagi Cak Imin untuk memulai negosiasi politik lebih awal dengan Prabowo.
Strategi Politik PKB
Menurut Arifki, dukungan PKB terhadap Prabowo dua periode dapat dibaca sebagai langkah politik Cak Imin. Bukan hanya untuk menjaga hubungan kekuasaan saat ini, tetapi juga sebagai persiapan menghadapi dinamika politik nasional ke depan, termasuk membuka opsi kursi cawapres.
Cak Imin tetap menjadi figur sentral dalam kalkulasi internal PKB, meski belum didorong secara terbuka sebagai kandidat wakil presiden. Namun, posisi Cak Imin dinilai tetap sangat strategis dalam peta politik menuju Pilpres 2029.











