My WordPress Blog
Budaya  

Cara Mengunjungi Makam Orangtua dengan Doa

Tradisi Ziarah Kubur Sebelum Puasa Ramadan

Umat muslim di Indonesia memiliki tradisi unik dalam menjalani puasa Ramadan, salah satunya adalah melakukan ziarah kubur sebelum masa puasa dimulai. Ziarah kubur biasanya dilakukan ke makam orang-orang terdekat seperti saudara, teman, atau bahkan orangtua. Tradisi ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga menjadi cara untuk memohon ampunan dan berdoa bagi yang sudah meninggal.

Menurut pendapat umum, ziarah kubur ke makam orangtua bisa dilakukan pada hari Jumat. Hal ini didasarkan pada pendapat Syekh Nawawi al Bantani dalam kitab Nihayatuzzain, yang menyatakan bahwa “Disunahkan untuk berziarah kubur. Barang siapa yang menziarahi makam kedua orangtuanya dan salah satunya setiap hari Jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orangtuanya.”

Rasulullah SAW sendiri pernah melakukan ziarah kubur ke makam ibunya. Dalam sebuah hadis dinyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW berziarah ke kuburan mamanya, lalu ia menangis dan memanjatkan doa. Beliau berkata, “Aku minta izin kepada Tuhanku guna memohonkan ampunan kepada mamaku, namun Dia tidak memberi izin padaku. Dan aku minta izin untuk berziarah ke kuburannya, maka Dia memberi izin kepadaku. Karena itu, berziarahlah kalian ke kuburan-kuburan karena ziarah itu mengingatkan kepada kematian.”

Tata Cara Ziarah Kubur Orangtua

Berikut beberapa langkah tata cara ziarah kubur yang perlu diperhatikan:

  1. Bersuci sebelum ziarah ke makam orangtua


    Tata cara ziarah kubur yang pertama adalah bersuci dengan berwudu. Aktivitas ini dilakukan sebelum pergi ziarah kubur. Menurut buku Sunan Bonang Wali Keramat karya Asti Musman, berwudu bertujuan agar doa yang dipanjatkan lebih mudah dikabulkan.

  2. Mengucapkan salam sebelum masuk area pemakaman



    Peziarah dianjurkan mengucapkan salam sebelum masuk area pemakaman. Berikut bacaan salam ketika memasuki makam:

    “Assalaamu ‘alaikum ahlad diyaari minal mukminiina wal muslimiina wa innaa insyaa Allaahu la-laahiquuna as-alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah.”

    Artinya: “Semoga keselamatan tercurah bagi penghuni (kubur) dari kalangan mukmin dan muslim dan kami Insya Allah akan menyusul kalian semua. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian.”

  3. Mengucapkan istighfar sebelum memanjatkan doa



    Sebelum membaca doa untuk mendiang orangtua di atas nisannya, umat muslim dianjurkan untuk melafalkan Istighfar terlebih dahulu dengan bacaan:

    “Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi.”

    Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

  4. Memanjatkan sejumlah surah pendek dalam Al-Qur’an



    Ketika ziarah kubur ke makam orangtua, ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan. Doa-doa tersebut merupakan surah-surah pendek yang ada di dalam Al-Qur’an. Surah pendek yang bisa dijadikan doa ziarah kubur adalah Al-Fatihah, An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, Al-Qadr, dan Ayat kursi. Berikut urutan bacaaan surah yang bisa dipanjatkan saat ziarah kubur ke makam orangtua, antara lain:

  5. Al-Fatihah (3 kali)
  6. Al-Ikhlas (3 kali)
  7. An-Nas (3 kali)
  8. Al-Falaq (3 kali)
  9. Al-Qadr (3 kali)
  10. Ayat Kursi (3 kali)

  11. Membaca doa ziarah kubur versi lengkap



    Selain membacakan surah pendek yang tercantum dalam Al-Qur’an, ada juga doa ziarah kubur ke makam orangtua yang bisa dipanjatkan dengan versi lengkap. Berikut bacaan doa ziarah kubur versi lengkap beserta artinya:

    “Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘aafihii wa’fu anhu, wa akrim nuzulahu wawassi’ madholahu, waghsilhu bil maa’i watssalji walbaradi, wa naqqihi, minaddzzunubi wal khotoya kamaa yunaqqas saubul abyadhu minad danasi. Wabdilhu daaran khairan min daarihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa aidzhu min adzabil qabri wa min adzabinnaari wafsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu fihi.”

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam Surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab Neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.”

  12. Tidak jalan melangkahi atau duduk di atas kuburan



    Dalam Islam, menghormati kuburan sama saja dengan saat kita menghormati orang tersebut saat masih hidup. Larangan duduk di atas makam tercantum dalam kitab Shahih Muslim yang berbunyi:

    “Dari Abu Hurairah R.A ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seandainya seseorang duduk di atas bara api sehingga membakar pakaian sampai kulitnya, itu lebih baik baginya dibandingkan duduk di atas kuburan.'”

  13. Tidak salat menghadap kuburan



    Hampir semua tempat di belahan bumi boleh digunakan sebagai tempat untuk salat, kecuali kuburan dan tempat pemandian. Larangan tersebut tercantum dalam hadis dari Abu Sa’id Al Khudri yang menyebutkan sabda Rasulullah SAW: “Seluruh bumi adalah masjid (boleh digunakan untuk salat) kecuali kuburan dan tempat pemandian.”

  14. Bersikap sopan selama berziarah



    Islam mengajarkan adab atau perilaku di mana pun berada, termasuk di pemakaman. Peziarah diharapkan bisa mengikuti tata tertib dan aturan yang berlaku di tempat pemakaman, mencakup aspek waktu kunjungan, tempat duduk, dan tata letak pengunjung.

FAQ Seputar Doa Ziarah Kubur Orangtua

Doa apa yang bisa meringankan siksa kubur orangtua?

“Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu wakrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bilmai was salji, wal baradi, wa naqqihi minal khathaya, kama yunaqqas saubul abyadu minad danas.”

Tata cara mengirim doa untuk orangtua yang sudah meninggal?

Cara mendoakan orangtua yang sudah meninggal antara lain dengan membaca doa khusus memohon ampunan dan rahmat, seperti “Rabbighfir li wa liwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira,” bersedekah atas nama mereka, menyambung silaturahmi dengan kerabat orangtua, serta melakukan amal jariyah seperti membangun masjid atau wakaf.

Niat sedekah untuk kedua orangtua yang sudah meninggal?

Adapun bacaan doa niat sedekah untuk orangtua yang sudah meninggal adalah seperti ini, “Ya Allah, aku berniat menghadiahkan pahala sedekahku ini kepada almarhum bapakku, atau almarhumah ibuku.”

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *