Tradisi Pawai Obor di Kalimantan Timur Sambut Ramadhan 2026
Suasana malam di sejumlah wilayah Kalimantan Timur mendadak berubah menjadi lautan cahaya menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Tradisi tahunan pawai obor kembali digelar dan langsung mencuri perhatian publik setelah video dan foto-fotonya viral di media sosial. Ribuan warga tampak tumpah ruah ke jalan, menyemarakkan momen sakral dengan penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Fenomena viral pawai obor di berbagai daerah Kaltim sambut puasa Ramadhan 2026 ini menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan masih hidup dan terus dirawat oleh masyarakat. Cahaya obor yang menyala di sepanjang jalan tak hanya menerangi malam, tetapi juga menghadirkan suasana hangat yang sarat makna spiritual dan kekeluargaan.
Tak sekadar arak-arakan biasa, pawai obor di Kaltim tahun ini tampil lebih semarak dengan sentuhan kreativitas warga. Mulai dari kendaraan hias bercahaya, replika masjid, hingga iringan musik bedug dan hadrah, semuanya berpadu menciptakan atmosfer yang meriah. Antusiasme warga yang memadati pinggir jalan pun menambah semarak suasana, menjadikan acara ini layaknya pesta rakyat bernuansa religi.
Tradisi ini bukan hanya menjadi simbol kegembiraan menyambut bulan penuh berkah, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Di tengah derasnya arus modernisasi, pawai obor tetap menjadi ruang kebersamaan yang dirindukan setiap tahunnya. Tak heran jika momen ini kembali viral dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Bontang, Kalimantan Timur
Suasana malam di kawasan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, tampak berbeda dari biasanya. Ratusan warga tumpah ruah ke jalan untuk melaksanakan tradisi pawai obor dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Berdasarkan video yang diunggah di Instagram @bontangterkini, iring-iringan pawai melintasi jalan raya dengan pengawalan yang tertib.
Cahaya kekuningan dari ratusan obor bambu yang dibawa peserta memberikan nuansa hangat dan tradisional di tengah temaram lampu kota. Peserta pawai didominasi oleh anak-anak, remaja masjid, hingga orang dewasa yang mengenakan busana muslim serba putih. Mereka berjalan kaki dengan rapi di sisi jalan, memberikan ruang bagi kendaraan yang melintas.
Terlihat pula sebuah mobil ambulans dari RSUD Kota Bontang yang bersiaga di barisan belakang untuk memastikan keamanan dan keselamatan para peserta. Tak hanya pejalan kaki, beberapa kendaraan hias dengan lampu kelap-kelip dan dekorasi khas islami turut serta menyemarakkan barisan. Warga sekitar pun tampak antusias berdiri di pinggir jalan untuk menyaksikan momen tahunan ini, banyak di antaranya yang mengabadikan kemeriahan tersebut menggunakan kamera ponsel.
Meski jalanan dipadati oleh peserta pawai dan kendaraan roda dua maupun roda empat, arus lalu lintas terpantau tetap mengalir. Para pengendara tampak menurunkan kecepatan untuk menghormati barisan pawai yang sedang melintas di area pertokoan dan permukiman Tanjung Laut. Kegiatan pawai obor ini menjadi simbol kegembiraan masyarakat Bontang dalam menyambut bulan penuh berkah, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga melalui tradisi yang terus dijaga kelestariannya.
Samarinda, Kalimantan Timur
Pawai obor yang meriah juga berlangsung di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Pada Sabtu malam (14/02/2026), ribuan masyarakat tampak tumpah ruah di sepanjang Jalan Sejati, Kelurahan Sungai Kapih, yang mengarah ke Jembatan Mahkota 2 (Jembatan Achmad Amins) untuk menyaksikan perhelatan Pawai Obor. Berdasarkan video yang diunggah di Instagram @ragamsamarinda_, pawai ini tidak hanya menampilkan barisan pembawa obor tradisional, tetapi juga diwarnai dengan berbagai kreativitas dari para peserta.
Beberapa kelompok terlihat mengarak replika masjid berukuran besar yang dihiasi lampu warna-warni, serta miniatur kapal yang bercahaya di tengah kegelapan malam. Kelompok peserta yang didominasi oleh pemuda dari berbagai majelis taklim dan lingkungan RT setempat. Mereka membawa berbagai alat musik perkusi, mulai dari bedug sahur, drumben, hingga hadrah yang dimainkan dengan energik di atas mobil bak terbuka maupun ditarik secara manual.
Sepanjang ruas Jalan Sejati, warga dari berbagai usia—mulai dari anak-anak hingga orang tua—memadati pinggir jalan. Sebagian besar warga mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel pintar mereka, sementara yang lain duduk santai di atas motor yang terparkir rapi di bahu jalan. Guna memastikan kelancaran acara dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, tampak satu unit ambulans bersiaga di sela-sela kepadatan arus lalu lintas.
Meski jalanan dipenuhi lautan manusia, acara berlangsung tertib dengan pengawalan dari pihak panitia dan pengamanan setempat. Pawai obor ini menjadi simbol kegembiraan masyarakat Samarinda dalam menyambut bulan penuh berkah. Harapannya, tradisi tahunan ini terus terjaga sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus memperkuat syiar Islam.











