My WordPress Blog
Budaya  

Lima Masjid Bersejarah di Turki yang Harus Dikunjungi, Termasuk yang Memiliki 20 Kubah

Sejarah dan Keindahan Masjid-Masjid Bersejarah di Turki

Turki, sebuah negara yang memiliki sejarah panjang dengan kaitan erat dengan Kekaisaran Bizantium dan Ottoman, dikenal akan kekayaan bangunan-bangunan megah dan indah. Selain memiliki banyak situs sejarah, Turki juga menjadi salah satu pusat warisan arsitektur Islam yang luar biasa. Salah satu bukti nyata dari keindahan tersebut adalah deretan masjid-masjid bersejarah yang masih berdiri hingga saat ini. Berikut adalah lima masjid ikonik yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Turki.

1. Masjid Süleymaniye



Berada di Bukit Ketiga Istanbul, Masjid Süleymaniye merupakan simbol kejayaan arsitektur Ottoman. Dikelilingi oleh pemandangan Golden Horn, siluet empat menaranya memperkuat kesan megahnya. Di dalam masjid, kamu akan disambut dengan kaligrafi yang menghiasi dinding, karpet tebal, lampu gantung besar, serta kaca patri berwarna-warni. Salah satu ciri khasnya adalah lengkungan merah-putih yang elegan. Di kompleks masjid ini juga terdapat makam Sultan Süleyman I dan istrinya. Masjid ini dibuka untuk pengunjung setiap hari dari pukul 08.30 hingga 18.45, kecuali pada waktu salat.

2. Masjid Rüstem Pasha



Masjid ini sering disebut sebagai hidden gem karena lokasinya yang berada di atas deretan toko. Meskipun ukurannya lebih kecil dibanding masjid lainnya, keindahannya terletak pada detail keramik Izniknya yang rumit. Dibangun oleh Mimar Sinan, masjid ini terkenal dengan ubin Iznik bermotif bunga warna biru, hijau, dan merah. Menurut guide yang menyertai perjalanan, bagian gagang pintu masjid ini terbuat dari lapisan mutiara. Masjid Rüstem Pasha dibuka untuk pengunjung antara jam 08:30 dan 17:00. Saat waktu salat, masjid ini ditutup sementara.

3. Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque)



Dikenal juga sebagai Blue Mosque atau Masjid Biru, masjid ini memiliki enam menara dan kubah bertingkat yang spektakuler. Dibangun antara 1609-1616 atas perintah Sultan Ahmet I, masjid ini menjadi landmark paling terkenal di Istanbul. Julukan “Blue Mosque” berasal dari ribuan ubin Iznik berwarna biru yang menghiasi interiornya. Cahaya alami yang masuk melalui jendela-jendela melengkung membuat ruang salat utama terasa begitu magis. Masjid ini memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 10.000 jemaah. Tips terbaik untuk menikmati kemegahannya adalah datang dari arah Hippodrome agar panorama masjid terlihat maksimal. Masjid ini buka setiap hari untuk umum dari pukul 08:30 hingga 17:00.

4. Hagia Sophia



Dibangun pada tahun 537 oleh Kaisar Justinian sebagai gereja Bizantium, Hagia Sophia menjadi bukti kejeniusan arsitektur Romawi Timur. Setelah menaklukkan Konstantinopel, bangunan ini diubah menjadi masjid oleh Fâtih Sultan Mehmed. Selama berabad-abad, mosaik emasnya sempat ditutup dengan motif Islam, lalu dibuka kembali ketika diubah menjadi museum pada 1935. Pada 2020, statusnya kembali menjadi masjid. Karena sempat menjadi gereja, pengunjung masih bisa menemukan lukisan atau mozaik Kristiani di sana. Contohnya adalah mozaik Bunda Maria tergambar di langit-langit dan diapit kaligrafi Allah dan Muhammad di Masjid Hagia Sophia. Bagian museum (lantai atas) Masjid Hagia Sophia buka untuk turis lokal dan internasional setiap hari dari pukul 09:00 hingga 19:00 dengan biaya sekitar 25 lira. Hagia Sophia ditutup sementara untuk kunjungan wisata setiap hari Jumat pukul 12:30 hingga 14:30 waktu setempat.

5. Masjid Agung Bursa (Ulu Cami)



Dikenal sebagai Ulu Cami, masjid ini dibangun oleh Sultan Yıldırım Bayezid antara 1396-1399 setelah kemenangan di Nicopolis. Keunikan masjid ini terletak pada 20 kubah besar yang menutupi bangunan utama menjadikannya contoh terbesar arsitektur masjid multi-kubah Ottoman. Masjid ini memiliki tiga pintu, masing-masing di fasad timur, barat, dan utara. Pintu mahkota di fasad utara bangunan ini lebih megah dibandingkan pintu-pintu lainnya karena terbuat dari marmer. Kubah-kubah tersebut bertumpu pada lengkungan dan pendatif, yang menghubungkan dua belas pilar besar berbentuk persegi ke dinding utama yang tebal. Masjid ini umumnya buka setiap hari untuk pengunjung dan jemaah dari pagi hingga malam, biasanya sekitar jam 08:00-21:00 waktu setempat. Tiket masuknya gratis.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *