My WordPress Blog
Bisnis  

Mimpi Tua Berubah Bencana, Investasi Villa Sleman Dicurigai Palsu

Pengalaman Korban Penipuan Investasi Villa dan Kos Eksklusif di Sleman

Masa pensiun yang seharusnya menjadi masa kebahagiaan bagi para pensiunan justru berubah menjadi petaka bagi sejumlah orang. Sejumlah korban mengalami kerugian besar akibat dugaan penipuan investasi villa dan kos eksklusif di Sleman. Mereka tertipu oleh janji-janji manis yang tidak terbukti.

Kasus yang Menggemparkan

Sukoco, seorang warga Gresik, Jawa Timur, mengaku rugi hingga Rp170 juta dari total komitmen investasi sebesar Rp370 juta. Ia memilih untuk menginvestasikan uangnya dalam proyek pembangunan villa dan kos eksklusif di Candi Winangun, Sardonoharjo. Namun, setelah enam bulan, bangunan yang dijanjikan hanya mangkrak tanpa ada tanda-tanda kepastian.

“Bangunan tidak jadi alias mangkrak dan orangnya kabur,” ujar Sukoco. Ia menyebutkan bahwa ia melihat iklan di media sosial yang menawarkan villa dan kos eksklusif dengan fasilitas lengkap seperti gym dan kolam renang. Tawaran tersebut membuatnya tertarik hingga akhirnya menginvestasikan ratusan juta rupiah.

Kerugian yang Besar

Selain Sukoco, Rengganis, warga Yogyakarta, juga mengalami kerugian yang lebih besar. Ia menginvestasikan dana sebesar Rp700 juta dalam proyek Kamaya Suites dan Sisikamaya. Proyek ini menawarkan sistem sewa lima tahun tanpa kompensasi. Namun, hingga kini, ia masih belum mendapatkan kejelasan.

“Sudah ditanyakan berulang kali, awalnya orang kantor yang menemui. Namun belakangan justru orang LBH yang menemui, katanya mewakili orang PT,” tutur Rengganis. Ia menyebutkan bahwa para korban mayoritas adalah ibu-ibu yang ingin memiliki pendapatan pasca-pensiun.

Upaya Pemulihan

Para korban berharap uang mereka bisa kembali dan pelaku diproses secara hukum. Pengacara korban, Hari Fransiskus Hasugian, mengatakan bahwa perwakilan korban telah membuat laporan di Polda DIY pada 19 Januari 2026. Ia berharap laporan tersebut bisa segera ditindaklanjuti.

“Korban mayoritas dari luar daerah. Jika dibiarkan maka citra DIY menjadi tercela. Harapan kami penegak hukum dan Pemda terkait memberikan atensi,” ujar Hari. Ia menyebutkan bahwa jumlah korban diperkirakan mencapai 60 orang dengan kerugian puluhan miliar rupiah.

Tanggung Jawab Perusahaan

Tribun Jogja mencoba mengonfirmasi persolan ini kepada GM Kamaya, Rahmat. Namun yang bersangkutan mengaku tidak berkompeten untuk menjawab persoalan yang sebenarnya. “Saat saya masih bekerja disana kemarin, hanya bagian teknis yg mengurus tim internal saja. Segala keputusan dan kebijakan ada pada direksi dan owner,” katanya.

Di sisi lain, Dir Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Idham Mahdi saat dikonfirmasi telah mengetahui persolan tersebut. Prosesnya saat ini masih dalam penyelidikan.

“Prosesnya masih dalam penyelidikan,” kata Idham.




Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *