My WordPress Blog

Mahmoud Ahmadinejad, Mantan Presiden Iran Dikabarkan Tewas dalam Serangan AS-Israel

Kabar Kematian Mahmoud Ahmadinejad

Mahmoud Ahmadinejad, mantan Presiden Iran dua periode (2005–2013), dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada malam Sabtu (28/2/2026). Serangan ini menghantam kawasan Narmak di timur Teheran, yang merupakan lokasi kediaman sekaligus kantor pribadi Ahmadinejad.

Kantor berita ILNA menyebutkan bahwa serangan tersebut menargetkan kediamannya di Narnak, timur laut Teheran. Media pro-rezim itu mengeklaim bahwa Ahmadinejad (69 tahun) tewas bersama pengawal-pengawalnya. Sementara laporan internasional dari Jerusalem Post menyebutkan bahwa serangan terjadi pada malam hari. Selain itu, media yang dekat dengan Garda Revolusi Iran melaporkan bahwa tiga pengawal Ahmadinejad tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Mehdi Mokhtari, Mostafa Azizi, dan Hassan Masjedi adalah pengawal yang dikabarkan tewas dalam serangan tersebut. Laporan Mashreq News menyatakan bahwa mereka meninggal dalam serangan yang menargetkan kantor mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad di Teheran timur. Video yang beredar menunjukkan kerusakan di lokasi tersebut, dengan rudal jatuh di daerah Narmak, dekat kediaman Ahmadinejad.

Sejarah Singkat Mahmoud Ahmadinejad

Mahmoud Ahmadinejad lahir dengan nama Mahmoud Saborjhian pada 28 Oktober 1956 di desa Aradan, dekat Garmsar, Iran. Ia adalah anak keempat dari tujuh bersaudara. Ayahnya, Ahmad Saborjhian, adalah seorang pandai besi. Setelah keluarganya pindah ke Teheran pada 1957, Ahmad mengganti nama keluarganya menjadi Ahmadinejad.

Ahmadinejad menghabiskan masa kecil dan remajanya di Teheran, kemudian melanjutkan pendidikan tingginya mempelajari teknik sipil di Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) pada 1976. Sebagai mahasiswa, ia aktif berorganisasi dan bahkan menjadi salah satu penggerak aksi demonstrasi selama berlangsungnya Revolusi Iran pada 1978-1979. Ia juga bergabung dengan kelompok milisi bentukan Ayatollah Ruhollah Khomeini, Korps Garda Revolusi Islam Iran, dan turut dalam Perang Irak Iran (1980-1988).

Setelah menyelesaikan masa tugasnya di kelompok milisi, pada 1986, Ahmadinejad melanjutkan pendidikan di IUST dan meraih gelar doktor untuk teknik dan perencanaan transportasi. Pada 1989, dia bergabung dengan IUST dan menjadi salah satu pengajar di kampus tersebut.

Karier Politik dan Kepemimpinan

Ahmadinejad mulai mengabdi di pemerintahan setelah ditunjuk sebagai gubernur di kota Maku dan Khoy, di Provinsi Azerbaijan Barat. Pada 1993, ia dipercaya menjadi penasihat di kementerian kebudayaan dan pendidikan tinggi. Dia kemudian ditunjuk menjadi gubernur untuk Provinsi Ardabil, yang baru dibentuk. Dia menjabat hingga 1997 dan setelahnya kembali menjadi pengajar di IUST.

Ahmadinejad membantu berdirinya partai Pengembang Islam Iran yang mengedepankan agenda populis dan ingin menyatukan faksi konservatif. Partai itu memenangkan pemilihan dewan kota di Teheran pada Februari 2003. Selanjutnya pada bulan Mei, dewan kota menunjuk Ahmadinejad untuk melayani sebagai wali kota. Selama menjabat sebagai wali kota Teheran, Ahmadinejad dipuji karena dianggap telah berhasil mengatasi masalah lalu lintas dan menekan harga.

Berkat karisma dan keterampilan berpolitiknya, Ahmadinejad dengan cepat meraih banyak dukungan. Pada 2005, ia mencalonkan diri dalam pemilihan presiden dengan dukungan penuh dari para pemimpin konservatif. Dia melakukan pendekatan yang merakyat dan berjanji untuk mengatasi kemiskinan dan ketidakadilan sosial di Iran, serta memberantas korupsi. Ahmadinejad juga menjadi satu-satunya kandidat presiden yang secara terang-terangan menentang peningkatan hubungan Iran dengan Amerika Serikat.

Serangan AS-Israel terhadap Iran

Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran pada hari Sabtu. Serangan ini memicu ledakan di ibu kota Teheran dan peningkatan ketegangan di seluruh kawasan. Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump mengunggah pernyataan video yang mengumumkan operasi tempur AS di Iran, dengan tujuan menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi.

Laporan lapangan menunjukkan asap tebal mengepul di atas distrik Pasteur, Teheran, yang merupakan lokasi kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Otoritas Iran pun segera melakukan pengerahan keamanan besar-besaran di ibu kota. Pihak AS dan Israel menegaskan bahwa operasi ini menargetkan situs-situs militer. Militer Israel juga mengeluarkan peringatan agar warga sipil Iran menjauhi infrastruktur militer demi menghindari korban jiwa.

Disebutkan bahwa serangan tersebut merupakan tindak lanjut dari perencanaan bersama selama berbulan-bulan antara AS dan Israel.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *