My WordPress Blog
Bisnis  

Laba Inti JSMR Capai Rp3,7 Triliun Meski Pendapatan Terkoreksi



JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mengungkapkan kinerja pendapatan pada tahun 2025 yang mengalami kontraksi. Meskipun demikian, emiten jalan tol ini berhasil menjaga stabilitas core profit pada angka Rp3,7 triliun sepanjang tahun tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, JSMR mencatatkan pendapatan sebesar Rp29,89 triliun sepanjang 2025, turun sebesar 5,88% secara tahunan (year on year/YoY). Dari total pendapatan tersebut, terdapat beberapa komponen utama:

  • Pendapatan tol sebesar Rp18,15 triliun, meningkat 5,41% YoY.
  • Pendapatan usaha lainnya sebesar Rp1,65 triliun, naik 9,66% YoY.
  • Pendapatan konstruksi mengalami penurunan menjadi Rp10,07 triliun.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyatakan bahwa EBITDA Jasa Marga meningkat dibandingkan periode sebelumnya, yaitu mencapai Rp13,3 triliun. Perseroan mampu mempertahankan margin EBITDA di level 67,0%. Sementara itu, core profit JSMR tetap stabil pada angka Rp3,7 triliun.

Menurut Rivan, stabilitas core profit ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta keberhasilan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5% YoY.

“Stabilitas core profit dan kinerja perseroan sepanjang 2025 terjaga, didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta penurunan beban keuangan secara konsolidasi sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing di PT Jasamarga Transjawa Tol [JTT] yang dilakukan pada kuartal IV/2024,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Pada akhir 2024, JSMR melakukan kerja sama strategis melalui aksi korporasi equity financing PT JTT. Dalam aksi tersebut, JSMR tetap menjadi pemegang saham dominan dengan kepemilikan saham sebesar 65%. Strategi ini diklaim mampu memperkuat kapasitas keuangan dan meningkatkan fleksibilitas pendanaan Perseroan.

“Yang bertumbuh secara konsisten adalah pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA. Hal ini menunjukkan fundamental bisnis perseroan tetap stabil dan resilien,” tambah Rivan.

Efek positif dari langkah tersebut terlihat pada perbaikan rasio solvabilitas tahun 2025. Rasio Interest Coverage Ratio (ICR) meningkat menjadi 3,7 kali, sementara rasio Interest Bearing Debt to Total Equity (DER) terjaga pada level sehat, yakni 1,2 kali. Hal ini menggambarkan kemampuan perseroan dalam menjaga rasio covenant di tengah kebutuhan ekspansi bisnis dan pengoperasian ruas tol baru.

Rivan menuturkan bahwa JSMR masih menjadi market leader dalam industri jalan tol dengan total panjang jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 1.294 km dari total konsesi sepanjang 1.736 km yang dikelola oleh perseroan. Angka ini merepresentasikan 42% dari total jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia.

Dari sisi operasional, Jasa Marga mencatatkan pertumbuhan total volume transaksi di jalan tol sebesar 0,35% YoY atau mencapai 1,3 miliar kendaraan pada 2025, dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 3,58 juta kendaraan.

Proyek Jalan Tol & Kesiapan Mudik 2026

Sepanjang 2025, JSMR melanjutkan pembangunan sejumlah ruas jalan tol dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan antara lain Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Jalan Tol Akses Patimban.

Menjelang periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 mendatang, sebanyak empat dari lima ruas jalan tol dimaksud tengah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran distribusi lalu lintas dengan beroperasi secara fungsional tanpa tarif.

JSMR juga terus memastikan kesiapan operasional melalui peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas pada periode libur panjang Lebaran 2026. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:

  • Menjaga perkerasan jalan dalam kondisi baik.
  • Penambahan petugas & kendaraan operasional.
  • Peningkatan layanan teknologi melalui Jasa Marga Tollroad Command Center & Mobile Apps Travoy.
  • Penambahan layanan & fasilitas di Travoy Rest dan rest area jalan tol Jasa Marga Group.

Rivan menuturkan bahwa perseroan optimistis kinerja 2026 akan lebih baik berkat sejumlah inisiatif strategis, baik dalam menjaga pertumbuhan kinerja maupun dalam mengelola kesehatan finansial.

“Komitmen dalam meningkatkan pendapatan dan EBITDA terus dilakukan, di antaranya melalui optimalisasi alokasi anggaran, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal [SPM], serta penyesuaian tarif tol sesuai rencana,” jelasnya.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *