Profil H. Sumarno, Wakil Bupati Bengkulu Utara Periode 2025–2030
H. Sumarno, yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Bengkulu Utara untuk periode 2025–2030, memiliki latar belakang yang sangat berbeda dari kebanyakan pejabat daerah. Pria kelahiran Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan, lahir pada 15 Januari 1959. Sebelum masuk ke dunia pemerintahan, Sumarno dikenal sebagai sosok yang sederhana dan penuh dedikasi dalam dunia pendidikan.
Sumarno memulai karier sebagai tenaga pendidik sejak tahun 1985 dengan diangkat sebagai PNS. Ia mengajar di SMP Negeri 21 Bengkulu Utara, yang kemudian berganti nama menjadi SMP Negeri 1 Putri Hijau dan SMP Negeri 2 Ketahun. Dedikasinya dalam bidang pendidikan tidak diragukan lagi. Setelah puluhan tahun mengabdikan diri sebagai guru, ia dipercaya menjadi Kepala SMK Negeri 1 Putri Hijau, yang kini dikenal dengan nama SMK Negeri 4 Bengkulu Utara. Jabatan berikutnya adalah sebagai Kepala SMK Negeri 1 Ketahun, yang kemudian berganti nama menjadi SMK Negeri 5 Bengkulu Utara. Jabatan terakhir yang diemban Sumarno sebelum pensiun adalah sebagai Kepala SMK Negeri 10 Bengkulu Utara.
Sumarno resmi purna tugas sebagai PNS pada 15 Januari 2019, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-60. Dengan pengalaman panjang di dunia pendidikan, kini ia mengemban amanah baru sebagai Wakil Bupati Bengkulu Utara periode 2025–2030. Sumarno menikah dengan Supinem dan dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang putra. Anak pertama bernama Muhammad Suryo, SP, anak kedua bernama Muhammad Arsan Youdanto, SE, dan anak bungsu bernama Muhammad Nur Kholiq.
Keluarga dan Karier Muhammad Suryo
Muhammad Suryo, putra sulung Sumarno, adalah CEO sekaligus pendiri Surya Group, sebuah perusahaan holding company yang berpusat di Yogyakarta sejak tahun 2016. Suryo dikenal sebagai sosok pengusaha sukses yang memiliki banyak bisnis di berbagai sektor, termasuk konstruksi, pertambangan, minyak & gas, properti, maskapai penerbangan Fly Jaya, serta industri rokok dengan merek HS.
Sebelum sukses seperti sekarang, Suryo pernah menjadi penjual air galon isi ulang dan sopir rental untuk bertahan hidup. Kini, ia memiliki aset melimpah dan memiliki lini bisnis yang menggurita di berbagai sektor. Surya Group dibawah pimpinannya berkembang dari berbagai sektor mencakup konstruksi, pertambangan, minyak & gas, properti, maskapai penerbangan Fly Jaya, serta industri rokok dengan merek HS.
Surya Group merupakan induk dari beberapa anak perusahaan seperti PT Surya Mataram Sakti, PT Sumber Wijaya Sakti, PT Surya Karya Setiabudi, PT Surya Beton Precast, PT Surya Cakra Sakti, PT Surya Bengawan Sakti, PT Surya Cakra Bara Nusantara, PT Surya Jaya Mataram, PT Surya Mataram Energi, PT Gisara Tantra Berkarya, PT Surya Sahabat Santoso, PT Anugerah Hipbone Sejahtera, PT Surya Mandhala Energi, dan maskapai FlyJaya.
Nama bos HS dan pemilik rokok HS semakin dikenal luas setelah didirikannya pabrik rokok HS pada tahun 2024 di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Selain itu, Suryo aktif melakukan investasi di tanah kelahirannya, Lampung, termasuk pembangunan pabrik rokok HS yang diproyeksikan menyerap 3.000 tenaga kerja.
Pabrik tersebut diproyeksikan mulai beroperasi pada Maret 2026 dan diperkirakan akan menyerap hingga 3.000 tenaga kerja lokal. Pada Desember 2025, Muhammad Suryo menerima penghargaan dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Dia mendapat penghargaan sebagai alumni peduli atas dedikasinya menciptakan banyak lapangan pekerjaan.
Kecelakaan Moge yang Menimpa Muhammad Suryo
Pengusaha rokok HS, Muhammad Suryo, bersama istrinya, Anis Syarifah (41), saat mengendarai motor gede (moge) Harley Davidson bersama istrinya, Anis Syarifah, di Jalan Wates-Purworejo, tepatnya di Palihan, Temon, Kulon Progo, pada Minggu (1/3/2026) sore.
Nahas, dalam kecelakaan itu, Anis Syarifah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum kemudian dibawa ke RS Rizki Amalia. Kabar meninggalnya Anis Syarifah dikonfirmasi oleh Surya Group Holding Company yang membagikan postingan duka dari unggahan Instagram @karyahsofficial, Senin, (2/3/2026).
“Dengan penuh rasa duka, Keluarga Besar Surya Group & HS Berani Kita Beda menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Ibu Hj. Anis Syarifah. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya, menerima segala amal kebaikan beliau, mengampuni kekhilafan, serta menempatkan almarhumah di tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis pada keterangan unggahan.
Sementara itu, Muhammad Suryo dilaporkan dalam kondisi kritis dan dirujuk ke Jogjakarta International Hospital (JIH) untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara, pengendara Yamaha Jupiter MX mengalami patah tulang pada kaki kanan dan menjalani perawatan di RSUD Wates, Kulon Progo. Anak yang diboncengnya juga dirawat di rumah sakit yang sama.











