Kehidupan dan Perjalanan Karier Try Sutrisno
Try Sutrisno adalah sosok yang mengalami perjalanan hidup yang sangat menarik. Ia lahir di Surabaya pada 15 November 1935 dari keluarga sederhana. Sejak kecil, ia harus bekerja keras untuk membantu keluarganya. Pernah menjadi penjual rokok, loper koran, hingga pedagang air minum di stasiun. Hal ini menjadikannya sebagai figur yang paham betul kesulitan rakyat kecil.
Kariernya di bidang militer dimulai pada tahun 1956 saat ia diterima sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad). Hanya setahun menimba ilmu, ia langsung diterjunkan ke medan tempur, menunjukkan dedikasi dan keberaniannya sejak muda. Dalam perjalanan kariernya, ia sukses menjabat berbagai posisi strategis dalam TNI, termasuk sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) dari 1986 hingga 1988, serta Panglima ABRI (sekarang TNI) dari 1988 hingga 1993.
Pada masa jabatannya sebagai Panglima ABRI, ia begitu dekat dengan struktur kekuasaan Orde Baru. Ia juga pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto. Namun, meskipun dekat dengan Soeharto, ia bukan pilihan utama sang Presiden untuk posisi Wakil Presiden.
Terpilihnya Try Sutrisno sebagai Wakil Presiden
Pada tahun 1993, BJ Habibie, yang saat itu menjabat Ketua ICMI dan dikenal sebagai teknokrat ulung, menjadi kandidat kuat Wakil Presiden. Ia bahkan mendapat dukungan dari partai berbasis Islam seperti PPP. Namun, kalangan ABRI memiliki agenda sendiri. Mereka mendorong Try Sutrisno, sosok yang secara struktur militer lebih bisa diterima sebagai pendamping Soeharto.
Akhirnya, dalam proses politik yang kompleks, Try-lah yang terpilih sebagai Wakil Presiden RI ke-6, meskipun tanpa restu langsung dari Presiden Soeharto. Ini menjadi momen yang cukup ironis karena ia tidak diinginkan oleh Soeharto sendiri.
Biografi dan Jejak Karier
Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Istri almarhum bernama Tuti Sutiawati. Selama karier militernya, ia menjabat beberapa posisi penting dalam TNI, antara lain:
- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) (1986–1988)
- Panglima ABRI (kini TNI) (1988–1993)
- Ketua Umum PBSI (1985–1993)
Dalam dunia politik, ia menjabat sebagai Wakil Presiden RI ke-6 dari 11 Maret 1993 hingga 11 Maret 1998. Ia menggantikan Soedharmono dan digantikan oleh B. J. Habibie. Pernah berafiliasi dengan Partai Golkar dan PKP.
Kesimpulan
Perjalanan hidup Try Sutrisno adalah contoh nyata bahwa kesetiaan, dedikasi, dan kerja keras bisa mengantar seseorang ke panggung tertinggi negara, bahkan dari latar belakang yang sederhana. Dari penjual air minum menjadi Wakil Presiden RI, ia membuktikan bahwa jalan menuju kekuasaan bisa hadir dari rute yang tak terduga.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”











