Isu Stok BBM Menimbulkan Kekhawatiran dan Antrean Panjang di Kota Medan
Isu tentang stok bahan bakar minyak (BBM) yang tersisa hanya 21–25 hari memicu kepanikan di sejumlah SPBU. Antrean panjang terjadi di beberapa titik di Kota Medan hingga malam hari. Warga khawatir akan kelangkaan BBM setelah kabar tersebut menyebar.
Pertamina memastikan bahwa stok BBM aman hingga Ramadhan dan Idul Fitri. Namun, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat harga minyak dunia naik, yang berpotensi berdampak ke Indonesia.
Panic Buying Memicu Antrean di SPBU
Panic buying adalah perilaku membeli barang dalam jumlah besar secara mendadak akibat rasa panik, ketakutan, atau kecemasan akan kelangkaan stok di masa depan. Salah satu contohnya terjadi di kawasan Kota Medan yang biasanya tenang, tiba-tiba riuh pada Kamis (5/3/2026). Pantauan di lapangan sekitar pukul 21.30 WIB menunjukkan pemandangan serupa di titik-titik vital seperti Jalan Katamso, Jalan AH Nasution, hingga Jalan Jamin Ginting.
Di kawasan Padang Bulan, antrean motor dan mobil bahkan meluber hingga 10 meter ke luar gerbang SPBU, menciptakan simpul kemacetan baru di tengah malam. Kekecewaan warga bukan tanpa alasan. Kabar burung mengenai stok BBM yang hanya tersisa untuk 21 hari ke depan menyebar cepat bak api di atas bensin.
Andi, salah satu pengendara yang ditemui di Padang Bulan, mengaku sempat goyah meski sedang dalam perjalanan kerja. “Ada yang bilang stok BBM tinggal 21 hari lagi, makanya saya ke sini, saya mau isi Pertalite, takut langka. Tapi begitu sampai SPBU ramai sekali yang antre,” keluhnya. Meski akhirnya memilih putar balik demi mengejar jam masuk kantor, kekhawatiran serupa dialami Ahmad. Ia yang awalnya tak tahu-menahu soal isu global, akhirnya ikut terseret arus antrean karena melihat kerumunan yang tak biasa.
“Saya awalnya enggak tahu ada isu kelangkaan BBM ini, tapi ya untuk antisipasi siapa tahu benar, saya isi saja minyak di sini,” kata Ahmad singkat.
Harapan di Balik Lelahnya Antrean
Kelelahan tampak di wajah para pengendara. Fadli, warga lainnya, terpaksa mengurungkan niat mengisi Pertalite di Jalan Air Hakim karena antrean yang tak masuk akal. “Ramai kali mau lebih setengah jam menunggu… Mudah-mudahan isu itu tidak benar dan warga enggak panic buying gini,” tuturnya penuh harap.
Pertamina Menjelaskan Situasi
Menanggapi kegaduhan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara bergerak cepat menenangkan publik. Area Manager Communication, Relations & CSR, Fahrougi Andriani, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu menelan mentah-mentah isu kelangkaan tersebut. Stok BBM dipastikan dalam kondisi aman, bahkan telah disiapkan untuk mengawal kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri mendatang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, karena pasokan energi terus kami jaga agar tetap tersedia dan tersalurkan dengan baik,” tegas Fahrougi. Tak hanya menjamin pasokan, pihak Pertamina juga memberikan peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba memancing di air keruh. Penimbunan BBM maupun elpiji adalah tindakan ilegal yang akan berhadapan langsung dengan hukum. Sebagai langkah konkret, Pertamina kini melakukan build up stock dan memperkuat fasilitas distribusi agar energi tetap tersalurkan secara lancar dan terukur ke tangan masyarakat.
Harga BBM di Indonesia Terancam Naik
Namun dampak konflik antara Israel, Amerika Serikat dan Iran yang makin memanas, hadap stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia. Serangan militer yang berlangsung sejak akhir pekan membuat harga minyak mentah dunia melonjak tajam. Harga minyak Brent dilaporkan naik dari kisaran US$65 per barel pada awal Februari menjadi sekitar US$73 per barel. Harga minyak Brent adalah harga acuan (benchmark) minyak mentah dunia yang berasal dari ladang minyak di Laut Utara.
Jadi, US$73 per barel kira-kira setara sekitar Rp1,23 juta per barel (kurs saat ini). Bahkan, dalam skenario terburuk, harga minyak berpotensi menembus US$120 per barel seperti saat pecahnya perang Rusia-Ukraina. Lonjakan harga energi ini tak lepas dari penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah global. Penutupan tersebut membuat distribusi energi terganggu dan meningkatkan ketidakpastian pasar.
Selain berdampak pada pasokan minyak, gangguan jalur pelayaran juga berpotensi menghambat arus perdagangan internasional. Jika kapal-kapal harus memutar melalui jalur Afrika untuk menghindari kawasan konflik, biaya logistik global akan melonjak. Dampaknya turut dirasakan negara-negara yang bergantung pada impor bahan baku dan energi, termasuk Indonesia.
Kenaikan harga minyak mentah berisiko memperbesar beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika pemerintah tidak melakukan realokasi anggaran, tekanan fiskal dikhawatirkan semakin berat. Di sisi lain, ruang penambahan utang dinilai tidak mudah di tengah sorotan lembaga pemeringkat internasional terhadap kualitas pengelolaan fiskal nasional.
Dari sisi pelaku usaha, lonjakan harga BBM akan berdampak langsung pada biaya operasional transportasi darat. Komponen BBM disebut menyumbang sekitar 35 hingga 40 persen dari total biaya operasional truk. Jika harga solar naik 10 persen, ongkos angkut bisa terdongkrak hingga 3,5–4 persen. Dalam skenario kenaikan 20 hingga 30 persen, ongkos logistik berpotensi naik hingga dua digit. Kenaikan ongkos angkut ini pada akhirnya akan diteruskan ke harga barang, terutama komoditas pangan, bahan bangunan, dan produk konsumsi bermargin tipis.
Risiko imported inflation atau inflasi akibat kenaikan harga barang impor pun sulit dihindari. Asosiasi pengusaha juga mengingatkan potensi lonjakan premi asuransi pengiriman akibat meningkatnya risiko keamanan di kawasan Timur Tengah. Selain itu, pembatasan jalur pelayaran dan berkurangnya kapal yang berani melintas bisa menyebabkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan jasa angkut.
Dampak langsung dari eskalasi konflik ini diperkirakan mulai terasa dalam beberapa hari hingga dua atau tiga minggu ke depan, tergantung pada perkembangan situasi di lapangan.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











