My WordPress Blog
Budaya  

Tadarus Ramadan di Ponpes Darussalam Ciamis, Santri Bersaing Khatam Al-Quran

Kegiatan Ramadan di Ponpes Darussalam Ciamis yang Unik dan Padat

Pondok Pesantren Darussalam Ciamis menunjukkan cara unik dalam merayakan bulan Ramadan. Berbeda dari kebiasaan umum, para santri di sini melaksanakan salat tarawih pada pukul 02.00 dini hari, dilanjutkan dengan sahur bersama sebelum melakukan salat Subuh berjamaah. Hal ini membuat suasana Ramadan di tempat tersebut terasa sangat khusyuk dan berbeda.

Sebanyak 800 dari 1.200 santri mengikuti kegiatan Ramadan secara penuh. Sementara sebagian besar santri kelas akhir tidak dapat ikut karena sedang menjalani ujian madrasah. Meski begitu, seluruh santri tetap menjalani berbagai aktivitas keagamaan selama 24 jam sehari, mulai dari pengajian, sekolah, hingga tadarus Al-Qur’an yang ditargetkan untuk khatam selama bulan suci ini.

Kebiasaan Tadarus dan Target Khatam Al-Qur’an

Menurut Defikri Natadiwangsa, pemimpin muda Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Ramadan menjadi momentum penting bagi santri untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Ia menyatakan bahwa bulan ini disebut sebagai “syahrul Qur’an” atau bulan Al-Qur’an, sehingga santri didorong untuk membaca, mengkaji, dan menghafal kitab suci tersebut.

Biasanya, santri melakukan tadarus setelah salat wajib seperti salat dzuhur. Setiap santri memiliki target tadarus minimal satu hingga dua halaman per hari. Banyak dari mereka bahkan berhasil menyelesaikan satu Al-Qur’an selama Ramadan.

Selain itu, akan ada kegiatan tasmi’ul Qur’an, yaitu para hafiz dan hafizah membacakan hafalan Al-Qur’an di depan santri lainnya. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan pada akhir rangkaian kegiatan Ramadan.

Aktivitas Harian Santri Selama Ramadan

Salah satu santri kelas X MAN 1 Darussalam, Kayla Azka Nadhifah, menjelaskan aktivitas harian santri selama Ramadan. Ia mengatakan bahwa santri dibangunkan sekitar pukul 02.00 dini hari untuk salat tarawih berjamaah di masjid atau gedung pesantren.

Setelah salat tarawih, para santri langsung bersiap untuk sahur di asrama masing-masing, lalu kembali untuk salat Subuh berjamaah. Setelah itu, ada kuliah subuh dari pimpinan pesantren.

Pada siang hari, santri mengikuti kegiatan belajar mengajar di madrasah yang dilaksanakan setengah hari selama Ramadan. Di sore hari, mereka mengikuti pengajian khusus dengan mempelajari kitab Akhlakul Muslim yang membahas tentang akhlak seorang muslim.

Menjelang waktu berbuka puasa, para santri biasanya mengisi waktu dengan kegiatan ngabuburit di bazar Ramadan yang tersedia di lingkungan pesantren.

Kegiatan Tadarus dan Pengalaman Santri

Selain itu, santri juga menjalani program tadarus, yaitu membaca Al-Qur’an secara rutin setiap hari selama Ramadan. Salah satu santri, Adnan Ramadani Rahman, menjelaskan bahwa kegiatan tadarus biasanya dilakukan setelah salat wajib dan wirid.

Ia mengatakan bahwa kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an setiap santri berbeda-beda. Namun, selama Ramadan, banyak santri yang mampu menyelesaikan bacaan Al-Qur’an lebih dari satu kali.

“Alhamdulillah ada yang bisa khatam tiga kali, ada yang dua kali, ada juga yang satu kali selama Ramadan. Itu tergantung dari rutin tidaknya membaca Al-Qur’an,” katanya.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *