Penurunan Angka Kemiskinan di Flores Timur
Direktur Pengarah Eksekutif Lembaga Kajian dan Advokasi Rakyat Indonesia (LKA.RI), dr. Bernadina Novindra Surat Lewowerang, S.Ked menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan Bupati/Wakil Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen dan Ignas Boli Uran dalam menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,37 persen. Pada November 2024, angka kemiskinan Flotim mencapai 11,25 persen, namun pada November 2025 mengalami penurunan menjadi 10,88 persen.
“Walaupun grafik penurunan kecil, tetapi menunjukkan progress positif dan membutuhkan gerakan inovasi out of the box yang ekstra melalui capaian visi misi untuk menekan angka kemiskinan di Flores Timur ke depan,” ujar dr. Novi Lewowerang, Minggu (8/3/2026).
Angka individu kemiskinan ekstrim di Flores Timur adalah 42.266 jiwa, yang berada pada desil I atau kelompok sangat miskin, yaitu 10 persen dari total penduduk Flores Timur sebanyak 291.41 ribu jiwa (2024). Flores Timur sendiri berada pada urutan terendah kabupaten termiskin di Nusa Tenggara Timur yakni hanya 11 persen bersama kabupaten Sikka dan Ngada, sedangkan tertinggi miskin adalah kabupaten Sumba Tengah dengan 30 persen.
Tantangan Terberat di Masa Depan
Tantangan terberat ke depan adalah kesenjangan akses antar wilayah seperti jalan dan jembatan yang belum terbangun menghubungkan antar wilayah, telekomunikasi, mobilisasi barang dan jasa serta sektor informal seperti lemahnya SDM IPTEK dan life skill bermata pencaharian, kekurangan modal usaha, pengangguran dan lainnya. Ini yang harus diperbaiki serius jika ingin mencapai penurunan angka kemiskinan di atas 2 persen.
“Ke depan kami berharap Bupati Fokus sektor pertanian, peternakan, perikanan, buruh kecil, pertukangan, pekerja serabutan yang merupakan mayoritas penduduk Flores Timur, karena jika penduduk sektor ini sejahtera maka dengan sendirinya kabupaten akan maju dan kemiskinan tereliminasi,” katanya.
Tingkat Kepuasan Masyarakat
Tentang tingkat kepuasan, dr. Novi Lewowerang mengatakan berdasarkan survei yang dilakukan LKARI dengan metode Multistage Random sampling pada 620 responden di Wilayah Flores Timur menemukan tingkat kepuasan masyarakat terhadap bupati-wakil pada tahun pertama sebesar 50,9 persen dan lumayan berada di atas rerataan kepuasan psikologis.
Responden puas pada sektor kesehatan yakni pengaktifan Rumah Sakit Adonara dan RS Pratama Solor dan pendidikan, sedangkan kurang puas responden pada kelambanan penanganan bencana, sarana prasarana infrastruktur yang buruk dan belum terpadunya kinerja birokrasi.
Kajian Ilmiah LKARI
Untuk diketahui, Kajian penelitian ilmiah Lembaga Kajian dan Advokasi Rakyat Indonesia ini dilakukan sejak 3 bulan terakhir yang melibatkan para akademisi, aktivis dan mahasiswa di 19 kecamatan di kabupaten Flores Timur. Penelitian dengan memakai metode Mixed Method (Metode campuran Kualitatif dan kualitatif) analisa data menggunakan statistik (deskriptif) dan menghasilkan interpretasi dan laporan.
“Hasi Kajian LKARI secara Komprehensif akan kami laporkan dalam bentuk Blue Print Kompas pembangunan Flores Timur jangka menengah dan kami surati bupati agar boleh menjadi pedoman revisi APBD tiap tahun agar terarah dan terukur dalam menekan kemiskinan masyarakat,” tegas dokter Novi pejuang sosial dan kemanusiaan ini.
Visi dan Misi LKARI
Lembaga Kajian dan Advokasi Rakyat Indonesia di dirikan berkiblat pada sektor pembangunan kesehatan, pendidikan, pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata budaya, kebencanaan, Penelitian dan pengembangan, SDM, Sosial budaya, kontrol/pengawasan hukum dan pembangunan mulai dari pusat hingga desa/kelurahan, membangun kesadaran kritis masyarakat dan sebagainya dalam tatanan demokrasi.
LKARI melakukan kajian ilmiah dengan biaya mandiri dan tidak terikat pada pihak manapun sebagai mana amanah konstitusi kami. “Kami hanya mau memberi sumbang sih gagasan blue print pembangunan kami untuk Lewotana tercinta Flores Timur, mari kita dukung Bupati/Wakil dan DPRD kita agar bekerja sungguh untuk majunya Flotim. LKA.RI tiap tahun akan mengumumkan hasil kajian entah kesimpulan baik atau buruk sebagai bentuk tanggungjawab moril ke publik dan edukasi ilmiah,” pungkas Direktur LKARI dokter pejuang muda cantik ini penuh semangat.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











