My WordPress Blog
Budaya  

Momen Qunut Nazilah di Masjid Agung Kudus, Doakan Berakhirnya Konflik Timteng

Masjid Agung Kudus Lakukan Qunut Nazilah untuk Mendoakan Perdamaian di Timur Tengah



Masjid Agung Kudus, yang terletak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, melakukan pembacaan doa qunut nazilah pada salat Jumat (6/3). Doa tersebut dilakukan sebagai bentuk permohonan agar konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah segera berakhir. Langkah ini merupakan respons atas imbauan dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI), Jusuf Kalla, yang meminta masjid-masjid di seluruh Indonesia untuk melaksanakan qunut nazilah.

Pembacaan qunut nazilah dilakukan dalam rakaat terakhir salat Jumat. Suasana ibadah berjalan dengan khidmat, dengan seluruh area saf penuh oleh jemaah yang hadir. Imam dan Khatib Salat Jumat, Solikhul Hadi, menyampaikan informasi mengenai pembacaan doa tersebut sebelum khotbah dimulai. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat mengetahui dan ikut serta dalam doa tersebut.

“Melihat situasi dunia saat ini, maka DMI dan MUI menyampaikan imbauan supaya umat Islam membaca doa qunut nazilah. Itu dilakukan untuk umat Islam yang saat ini merasakan musibah dan semoga mendapatkan pertolongan serta kaum muslim mendapatkan kesejahteraan di akhirat,” ujar Solikhul Hadi di hadapan para jemaah salat Jumat.



Menurut Solikhul Hadi, qunut nazilah dibaca ketika umat Islam mengalami musibah atau penderitaan. Hal ini dilakukan karena situasi di Timur Tengah yang membutuhkan doa dari seluruh umat Muslim. Ia menjelaskan bahwa praktik ini juga didasarkan pada contoh yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Maka, kami support mereka seperti yang dianjurkan Rasulullah SAW,” katanya. Ia mencontohkan, saat sahabat Nabi SAW hendak berdakwah namun justru dibunuh oleh kaum kafir, di saat itu Rasulullah SAW membaca qunut nazilah. Berkaca dari itu, syariat ini terus dilakukan secara turun-temurun.

“Membaca doa qunut nazilah merupakan bentuk empati memupuk Ukhuwah Islamiyah sesama umat Islam,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa negara-negara Muslim sebaiknya tidak perlu membedakan paham atau aliran, baik sunni maupun syiah, karena semua memiliki Tuhan yang sama, yaitu Allah SWT, Nabi yang sama, yaitu Nabi Muhammad SAW, dan kitab yang sama, yaitu Al-Quran.

Ia menyayangkan adanya sikap kurang tepat dari sebagian umat Islam, seperti menyebut aliran yang berbeda. “Ada yang bilang Iran aliran syiah sehingga tidak perlu dibela. Seharusnya ketika salah satu sedang sakit, yang lain bisa merasakan juga. Mudah-mudahan doa yang sudah dilakukan hari ini bisa terkabul. Saudara muslim yang saat ini sedang menderita mendapatkan pertolongan dari Allah SWT,” ujarnya.



Solikhul Hadi melihat bahwa konflik yang sedang terjadi di Timur Tengah membuat umat Islam terzalimi. Ia menilai Israel dan Amerika sering kali menyudutkan umat Islam. “Sayangnya saya melihat negara Islam tidak kompak. Ada yang cenderung ke zionis. Maka sebaiknya kembali kita harus berpedoman kepada Allah SWT,” ujarnya.

Sebagai seorang muslim, ia menekankan pentingnya dukungan dari seluruh umat Islam. “Bagi yang mampu memberikan materi bisa menyalurkan hartanya. Kemudian, bagi yang hanya bisa berdoa bisa mendoakan setiap saat. Allah SWT pasti memberikan jawaban atas doa yang disampaikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Masjid Agung Kudus, Zakkiy Ataka, menyampaikan bahwa pembacaan qunut nazilah saat salat Jumat merupakan tindak lanjut dari arahan DMI pusat untuk mendoakan agar konflik di Timur Tengah segera berakhir. “Semoga Indonesia kondisinya aman. Termasuk jemaah Indonesia yang masih di Timur Tengah juga aman,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa tujuan adanya qunut nazilah adalah untuk berdoa memohon yang terbaik kepada Allah SWT mengingat situasi konflik yang memanas. Pihaknya berharap konflik segera usai. “Sebelum adanya acara pembacaan qunut nazilah ini, kami selaku pengurus Masjid Agung Kudus sudah menghubungi imam salat Jumat serta memberi tahu jemaah sebelum salat Jumat,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat Indonesia, termasuk warga Kabupaten Kudus, selalu dalam lindungan Allah SWT. Baik jemaah yang tertahan di tanah suci maupun yang tertunda keberangkatan umrahnya. “Semoga situasi segera membaik dan kembali aman,” imbuhnya.

Salah seorang jemaah, Ody, mengatakan dirinya sudah tahu tentang pembacaan qunut nazilah. Pihak Masjid Agung Kudus telah menyampaikan informasi tersebut sebelum salat Jumat dimulai. “Iya sudah dikabari sebelum salat Jumat. Intinya mendoakan saudara muslim di sana karena sedang ada konflik perang,” ucapnya.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *