My WordPress Blog

Tak Ingin Damai, Iran Siap Perang Jangka Panjang Lawan AS-Israel, Kembangkan Senjata Baru

Iran Siap Hadapi Konflik Berkepanjangan

Iran tidak menunjukkan tanda-tanda ketakutan menghadapi konflik yang sedang berlangsung. Sebaliknya, negara ini justru telah mempersiapkan diri untuk menghadapi perang yang diperkirakan akan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Dalam pernyataannya, juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, menyatakan bahwa Iran siap menjalani apa yang disebut sebagai “perang berkepanjangan”.

Naeini menegaskan bahwa situasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel masih terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ia juga menyebutkan bahwa Iran telah memperkenalkan sejumlah sistem persenjataan baru yang sebelumnya belum pernah digunakan di medan tempur. Menurutnya, inisiatif dan senjata baru tersebut sedang dalam proses pengembangan dan teknologi-teknologi ini belum diterapkan secara luas.

Dalam pernyataannya, Naeini juga memperingatkan pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh Iran agar bersiap menghadapi serangan balasan yang lebih keras. Ia menegaskan bahwa negara-negara yang berseberangan dengan Iran “harus mengharapkan pukulan yang menyakitkan” dalam gelombang operasi militer berikutnya. Lebih lanjut, ia menyebut kemampuan militer Iran saat ini jauh lebih siap dibandingkan saat menghadapi konflik selama 12 hari pada tahun sebelumnya dengan Amerika Serikat dan Israel.

Naeini juga menggambarkan konfrontasi yang tengah berlangsung sebagai sebuah “perang suci dan sah” yang dilakukan demi mempertahankan kepentingan negara.

Penutupan Pintu Damai

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, sebelumnya juga menyatakan bahwa negaranya menutup pintu damai atas serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat maupun Israel. Atas dasar itu, Boroujerdi memastikan bahwa Iran akan membereskan AS dan Israel di lapangan perang.

“Kali ini Iran akan membereskan pihak musuh di lapangan perang,” ujar Boroujerdi dalam acara doa bersama dan penandatanganan petisi Solidaritas Kemanusiaan di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Boroujerdi menjelaskan bahwa keputusan Iran untuk menyelesaikan konflik dengan AS dan Israel di lapangan perang karena sudah tidak percaya dengan negara tersebut. Menurutnya, dalam tiga kali negosiasi yang dilakukan Iran terhadap negara Barat itu, serangan tetap dilakukan.

“Iran sudah tiga kali melakukan negosiasi dan hasilnya Iran tetap diserang,” ucap Boroujerdi.

Ia juga dikonfirmasi perihal Presiden Prabowo Subianto yang siap menjadi mediator perdamaian bagi Iran dan AS-Israel. Dia mengungkapkan bahwa Iran tidak ingin ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan pihak AS maupun Israel, karena Iran sudah tidak percaya lagi dengan AS dan Israel, serta menganggapnya musuh.

“Iran tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh karena sudah tidak percaya,” ucap Boroujerdi.

Serangan Terhadap Iran

Serangan terhadap Iran dilakukan oleh AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026), yang memicu ledakan di ibu kota Teheran dan meningkatkan ketegangan di seluruh kawasan. Disebutkan bahwa serangan tersebut merupakan tindak lanjut dari perencanaan bersama selama berbulan-bulan antara AS dan Israel.

Dalam serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas. Ia terbunuh di kantornya saat “menjalankan tugas yang diberikan kepadanya” pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. Selain Khamenei, sejumlah anggota keluarganya dan pejabat Iran juga meninggal dunia, antara lain:

  • Komandan IRGC Mayor Jenderal, Mohammad Pakpour
  • Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Ali Shamkhani
  • Menteri Pertahanan, Aziz Nasirzadeh
  • Pejabat Intelijen Iran, Saleh Asadi
  • Pejabat Penelitian Iran, Hossein Jabal Amelian
  • Pejabat Penelitian Iran, Reza Mozaffari-Nia
  • Penghubung pertahanan senior Iran, Mohammed Shirazi
  • Putri Khamenei
  • Menantu Khamenei
  • Cucu Khamenei
Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *