My WordPress Blog

Hasil Riset UI: MBG Bantu Ciptakan Lapangan Kerja dan Dorong UMKM

Peran UMKM dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Badan Gizi Nasional (BGN) diminta untuk memberikan pembinaan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang menjadi distributor utama dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini dilakukan karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Rekomendasi ini muncul dari hasil penelitian berjudul “Kajian Program MBG: Dampak MBG Bagi Pendapatan dan Pengeluaran Keluarga” yang dilakukan di Tangerang Selatan, Depok, dan Jakarta Timur.

Penelitian ini berlangsung antara September hingga Desember 2025 dengan melibatkan 93 informan dari berbagai pihak seperti sekolah, BGN, SPPG, relawan SPPG, hingga keluarga penerima manfaat. Profesor Fentiny Nugroho, Guru Besar Universitas Indonesia (UI), menyampaikan bahwa UMKM perlu mendapatkan pembinaan agar dapat lebih aktif dalam program MBG. Ia menekankan pentingnya bantuan dari pemerintah, tidak hanya dalam bentuk modal, tetapi juga dalam pembinaan manajerial dan pengembangan mentalitas wirausaha.

UMKM Belum Mampu Memenuhi Rantai Pasok Skala Besar

Fentiny menjelaskan bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk terlibat lebih jauh dalam program MBG, sehingga pendapatan mereka bisa meningkat. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM lokal belum mampu memenuhi kebutuhan rantai pasok skala besar bagi SPPG. Menurut Fentiny, SPPG mengakui bahwa mereka tidak dapat sepenuhnya bergantung pada UMKM, karena kebutuhan mereka sangat besar.

Ia menyarankan agar pemerintah memberikan bantuan kepada pelaku UMKM, termasuk pelatihan dalam pengembangan mentalitas kewirausahaan. Dengan demikian, UMKM dapat berperan lebih besar dalam ekosistem program MBG, yang akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal.

Manfaat Program MBG bagi Relawan SPPG

Selain itu, Fentiny menemukan bahwa program MBG memberikan manfaat besar bagi relawan SPPG. Para relawan mengaku mendapatkan penghasilan sebesar Rp100 ribu hingga Rp125 ribu per hari setelah adanya program ini. Sebelumnya, mereka bekerja serabutan atau menganggur. Dengan pendapatan tambahan ini, para relawan merasa lebih bahagia dan memiliki motivasi yang lebih baik.

Manfaat Jangka Pendek dan Jangka Panjang dari MBG

Dalam jangka pendek, program MBG berperan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makanan bergizi, penyerapan tenaga kerja, peningkatan penghasilan UMKM, serta pengurangan pengeluaran keluarga. Jika kondisi ini terus ditingkatkan, maka MBG akan berdampak pada pengurangan kantong-kantong kemiskinan di masa depan.

Dalam jangka panjang, program MBG diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi lokal dan partisipasi siswa dalam pendidikan. Dengan nutrisi yang baik, anak-anak yang menerima MBG hari ini akan tumbuh secara optimal, baik fisik maupun kecerdasan kognitif. Fentiny berharap bahwa dengan program ini, kantong-kantong kemiskinan di Indonesia dapat diminimalkan, sehingga mendukung visi Indonesia Emas.

MBG juga diyakini dapat berkontribusi positif terhadap pembangunan nasional dan membantu keluarga keluar dari kemiskinan. Generasi Emas yang dibentuk melalui program ini sangat penting, karena gizi yang baik akan menjadi dasar SDM yang andal menuju Indonesia Emas 2045.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *