Kunjungan Anies Baswedan ke Andrie Yunus
Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta Pusat. Ia mengunjungi Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS yang menjadi korban penyiraman air keras. Kunjungan tersebut berlangsung pada Sabtu (14/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Anies tidak dapat bertemu langsung dengan Andrie karena masih menjalani perawatan intensif di ruang HCU. Untuk itu, ia menulis surat dukungan yang kemudian dibacakan oleh keluarga Andrie.
Surat yang ditulis tangan Anies berisi harapan agar Andrie segera pulih dan kembali berjuang. Dalam suratnya, Anies menyampaikan rasa percaya bahwa keberadaan pejuang seperti Andrie akan memperkuat demokrasi di Indonesia.
Selain Anies, kunjungan tersebut juga dihadiri oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Keduanya sempat bertemu dengan keluarga Andrie di Gedung Kanigara RSCM.
Anies menjelaskan bahwa pesan yang ia tulis hanya bisa dibacakan kepada Andrie karena tidak bisa berbicara secara langsung. Hal ini disampaikannya kepada para wartawan di RSCM, Sabtu.
Atensi Khusus dari Kapolri
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus. Atensi ini diberikan setelah adanya laporan polisi nomor 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Edizzon Isir, menyampaikan bahwa Kapolri telah memberikan perhatian khusus dalam penanganan kasus ini. Penyelidikan dilakukan sesuai dengan Pasal 467 ayat 2 dan atau 468 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Penyidikan kasus ini dilakukan oleh Satreskrim Polres Jakarta Pusat, dengan bantuan dari Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri atas instruksi Kapolri. Proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara berbasis ilmiah, termasuk pendalaman terhadap para saksi.
Detail Kasus Penyiraman Air Keras
Kasus penyiraman air keras terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekira pukul 23.30 WIB di Jl. Salemba I, Senen, Jakarta Pusat. Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar sebesar 24% dengan luka serius di seluruh tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.
Andrie saat ini masih menjalani perawatan di RSCM. Kasus ini telah diberikan atensi khusus oleh Kapolri untuk diusut tuntas sesuai laporan polisi tersebut.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











