My WordPress Blog

Calon Pemimpin Baznas Tarakan, Syamsi Sarman: Saya Terima Apa Pun Keputusan Wali Kota

Lima Kandidat Pimpinan Baznas Tarakan Menunggu Keputusan Wali Kota

Sejumlah kandidat yang lolos seleksi sebagai pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan kini sedang menantikan keputusan dari Wali Kota setelah libur Lebaran. Proses penentuan posisi ketua dan wakil ketua akan diambil oleh pihak berwenang, sementara para kandidat siap menerima apapun hasilnya.

Formasi pimpinan Baznas dirancang untuk mencakup berbagai organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Hidayatullah. Tujuannya adalah menjaga soliditas lembaga dan memastikan dukungan luas dari masyarakat. Hal ini menjadi penting mengingat peran Baznas dalam pengelolaan zakat yang sangat strategis.

Jabatan pimpinan Baznas berlangsung selama lima tahun dengan batas maksimal dua periode. Sebagian besar anggota pimpinan lama telah selesai masa tugasnya dan akan diganti dengan wajah baru. Dalam proses pemilihan, terdapat lima nama yang dinyatakan lolos sebagai calon pimpinan Baznas Tarakan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang organisasi Islam, termasuk NU, Muhammadiyah, dan Hidayatullah.

Proses Seleksi yang Panjang

Salah satu kandidat, Syamsi Sarman, menyatakan bahwa ia telah mengikuti seluruh tahapan seleksi yang dilakukan dalam proses penjaringan pimpinan Baznas Tarakan. Proses tersebut melibatkan seleksi tertulis, seleksi lokal, hingga seleksi di tingkat pusat. Setelah melewati rangkaian seleksi tersebut, akhirnya ditetapkan lima nama yang dinyatakan lolos sebagai calon pimpinan Baznas Tarakan.

Syamsi menjelaskan bahwa pembagian jabatan seperti ketua maupun wakil ketua sepenuhnya menjadi kewenangan Wali Kota Tarakan. “Nanti yang menentukan siapa ketua dan wakil ketua itu Wali Kota. Jadi dalam SK nanti langsung disebutkan ketua siapa, wakil ketua satu bidang apa, wakil ketua dua bidang apa. Itu satu SK,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut baru akan ditetapkan setelah proses pleno selesai dilaksanakan usai Hari Raya Idulfitri. “Sekarang kita menunggu habis Lebaran,” katanya.

Latar Belakang yang Beragam

Menurut Syamsi Sarman, keberagaman latar belakang kandidat merupakan salah satu pertimbangan dalam pembentukan kepengurusan Baznas agar mampu merangkul berbagai unsur organisasi masyarakat Islam. Beberapa nama yang masuk dalam daftar calon pimpinan antara lain KH Abdul Samad, KH Muhammad Anas, Hanif Matiksan, Ustaz Salman dari Hidayatullah, serta dirinya sendiri yang saat ini menjabat sebagai pelaksana harian Baznas Tarakan.

Ia menilai pendekatan tersebut penting agar Baznas dapat bekerja lebih solid dan mendapat dukungan luas dari masyarakat. “Kita tunggu saja keputusan Wali Kota, karena banyak faktor yang akan dipertimbangkan,” katanya.

Masa Jabatan dan Pelantikan

Setelah keputusan resmi diterbitkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK), pelantikan pimpinan Baznas yang baru biasanya tidak membutuhkan waktu lama. “Biasanya setelah SK keluar hanya hitungan hari langsung dilantik,” ujarnya.

Ia mencontohkan mekanisme tersebut hampir sama dengan pelantikan pejabat pemerintah yang dilakukan secara cepat setelah penetapan keputusan. “Seperti PNS juga kan begitu, setelah ada keputusan langsung dikumpulkan,” katanya.

Masa jabatan pimpinan Baznas berlangsung selama lima tahun dan dapat menjabat maksimal dua periode. Dalam kepengurusan sebelumnya, beberapa pimpinan telah menyelesaikan masa jabatan maksimal dua periode. Di antaranya H. Edi, H. Haryanto, H. Wahab, serta KH Zainuddin Dalila yang telah mengakhiri masa tugasnya.

Sementara itu, dari kepengurusan lama hanya H.Muhammad Anas yang masih berpeluang melanjutkan masa jabatan selanjutnya karena baru menjalani satu periode. “Yang masih bisa lanjut itu Pak Haji Anas, karena baru satu periode,” pungkasnya.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *