Sorotan Publik atas Acara Buka Puasa Bersama Sekda Sidoarjo
Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Fenny Apridawati, kini menjadi sorotan setelah video acara buka puasa bersama (bukber) yang digelarnya viral di media sosial. Acara tersebut berlangsung di sebuah gedung di Surabaya dengan tema Bollywood dan dinilai mewah, meski Fenny menyatakan bahwa kegiatan itu dibiayai menggunakan dana pribadi.
Bukber tersebut ramai diperbincangkan karena dinilai digelar secara mewah. Dalam video yang beredar, kegiatan itu tampak berlangsung di sebuah gedung di Surabaya dengan mengusung tema Bollywood.
Sorotan publik semakin menguat setelah Fenny memberikan penjelasan terkait acara tersebut. Ia menyatakan bahwa kegiatan bukber tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah. Fenny menegaskan bahwa acara tersebut dibiayai menggunakan dana pribadinya. Meski demikian, klarifikasi tersebut belum sepenuhnya meredam kritik dari masyarakat. Sejumlah warganet tetap menilai kegiatan tersebut kurang menunjukkan empati sebagai seorang pejabat publik, terutama karena digelar dengan konsep yang dianggap mewah.
Perdebatan pun terus bergulir di media sosial. Banyak pihak mempertanyakan apakah kegiatan tersebut pantas dilakukan oleh pejabat daerah di tengah berbagai kondisi masyarakat. Di tengah polemik yang berkembang, sebagian warganet juga mulai penasaran dengan latar belakang dan kekayaan yang dimiliki oleh Fenny Apridawati.
Menanggapi berbagai sorotan tersebut, Fenny akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat apabila acara bukber yang digelarnya menimbulkan persepsi kurang baik di tengah publik. 
“Perlu saya sampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran APBD,” urai Fenny. “Dan sejatinya acara itu merupakan momentum silaturahmi di bulan suci Ramadan, sekaligus dalam rangka penguatan percepatan program PIWK,” tambahnya. “Yakni dalam upaya perbaikan jalan di Sidoarjo dan juga persiapan distribusi beras SPHP,” imbuh Fenny.
Namun demikian, Fenny menyadari bahwa publikasi kegiatan tersebut telah menimbulkan kegaduhan. Sampai dianggap kurang menunjukkan empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat saat ini. “Saya menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh masyarakat Sidoarjo,” ungkapnya dengan rendah hati. “Kami menyadari bahwa sebagai pelayan publik, kami seharusnya lebih peka dan sensitif dalam mendokumentasikan aktivitas, terutama di tengah situasi yang dirasakan warga,” papar Fenny.
Menanggapi persepsi masyarakat yang berkembang, Fenny menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat menghargai setiap masukan dan kritik yang diberikan sebagai bentuk fungsi kontrol warga terhadap jalannya pemerintahan. “Masukan dan kritik dari masyarakat tentu menjadi pengingat bagi kami di pemerintahan,” ujarnya. “Untuk terus meningkatkan kepekaan sosial dalam setiap aktivitas dan keputusan yang kami ambil,” lanjut Fenny. “Karena kepercayaan masyarakat adalah hal yang sangat penting bagi kami,” tutur dia.
Fenny menambahkan bahwa kritik dari masyarakat akan dijadikan pengingat keras bagi seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Sidoarjo untuk terus meningkatkan kepekaan sosial dalam setiap keputusan maupun aktivitas yang diambil. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk tetap fokus pada kerja nyata. Terutama dalam penyelesaian infrastruktur jalan dan pemenuhan kebutuhan pangan murah bagi masyarakat selama bulan Ramadan hingga Idulfitri mendatang.
“Kepercayaan masyarakat adalah aset terpenting bagi kami.” “Masukan ini menjadi modal berharga bagi kami untuk terus berbenah dan memastikan bahwa dedikasi kami tetap selaras dengan harapan warga Sidoarjo,” katanya.
Berdasarkan dokumen LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) periodik 2023, Fenny Apridawati memiliki harta kekayaan lebih dari Rp6 miliar. Laporan tersebut mengungkap rincian aset yang didominasi oleh kepemilikan sejumlah properti strategis di wilayah Sidoarjo. Selain aset tidak bergerak, catatan ini juga memuat kepemilikan kendaraan roda empat serta simpanan kas yang nilainya cukup signifikan dalam menunjang total kekayaannya. Keseluruhan data yang dilaporkan secara periodik ini menunjukkan akumulasi hasil investasi mandiri tanpa adanya beban utang yang tercatat dalam dokumen resmi.
Berikut ini rincian harta kekayaan Fenny Apridawati:
DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN: Rp4.600.000.000
– Tanah dan Bangunan Seluas 126 m²/250 m² di Sidoarjo, Hasil Sendiri: Rp1.500.000.000
– Tanah Seluas 140 m² di Sidoarjo, Hasil Sendiri: Rp600.000.000
– Tanah dan Bangunan Seluas 154 m²/225 m² di Sidoarjo, Hasil Sendiri: Rp2.500.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN: Rp505.000.000
– Mobil, Honda HR-V Tahun 2017, Hasil Sendiri: Rp215.000.000
– Mobil, Honda All New HR-V Tahun 2022, Hasil Sendiri: Rp290.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA: Rp122.250.000
D. SURAT BERHARGA: Rp0
E. KAS DAN SETARA KAS: Rp1.334.825.869
F. HARTA LAINNYA: Rp0
TOTAL HARTA & UTANG
– Sub Total Harta: Rp6.562.075.869
– Utang: Rp0
– TOTAL HARTA KEKAYAAN: Rp6.562.075.869
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











