My WordPress Blog
Bisnis  

Serikat Pengemudi Ungkap Penyebab Kelangkaan Ojol Akibat Tuntutan Kesejahteraan



JAKARTA — Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) menyerukan agar rancangan peraturan presiden (Perpres) terkait ojek online (ojol) segera disahkan. Hal ini dilakukan mengingat krisis yang kembali terjadi dalam layanan ojol belakangan ini, yang menyebabkan kesulitan bagi pelanggan untuk mendapatkan pengemudi.

Ketua SPAI Lily Pujiati menjelaskan bahwa sulitnya pelanggan mendapatkan pengemudi ojol akibat adanya penolakan order atau pengemudi yang tidak menyalakan aplikasi (off bid). Menurutnya, hal ini disebabkan oleh kondisi kesejahteraan pengemudi ojol yang memprihatinkan.

“Status sebagai pekerja yang belum diakui menyebabkan kondisi kerja ojol yang tidak layak dan pendapatan yang tidak manusiawi yang diciptakan oleh perusahaan platform,” ujar Lily.

Menurutnya, pengemudi ojol hanya berstatus mitra, sementara perusahaan platform menerapkan potongan komisi yang tinggi hingga mencapai 70%. Contohnya, jika pelanggan membayar Rp18.000 untuk layanan pengantaran makanan, maka pengemudi hanya menerima Rp5.200.

Lily menyebut hal ini melanggar aturan pemerintah yang menetapkan potongan maksimal sebesar 20%, sehingga berdampak pada merosotnya pendapatan pengemudi. Selain itu, dia juga menyoroti lamanya waktu yang dihabiskan pengemudi dalam menyelesaikan order pengantaran makanan.

“Belum lagi dengan beban operasional seperti biaya bahan bakar, parkir, pulsa dan paket data, cicilan atribut helm, jaket, tas, biaya spare parts dan servis kendaraan semuanya dibebankan kepada pengemudi, bukan ditanggung platform,” ujarnya.

Oleh karena itu, SPAI kembali menekankan agar Perpres Ojol dapat segera disahkan, sehingga hak-hak dasar seperti pengakuan atas status pengemudi ojol sebagai pekerja dapat terwujud.

“Supaya kesejahteraan pengemudi ojol, taksi online, kurir dan pengantaran terjamin dengan diberikannya hak sebagai pekerja seperti hak upah minimum layak, upah lembur, jam kerja 8 jam, THR, cuti haid dan melahirkan, jaminan sosial, hak berserikat dan berunding,” ujar Lily.

Sebelumnya, perusahaan aplikator seperti Gojek dan Grab telah memberikan tanggapan terkait keluhan krisis ojol oleh pelanggan. Head of Driver Operations PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Bambang Adi Wirawan menjelaskan bahwa pada periode akhir Ramadan dan menjelang libur Hari Raya Idulfitri, perusahaan melihat adanya perubahan pola pemesanan berupa lonjakan permintaan pada jam-jam sibuk, terutama di kawasan bisnis di pusat Jakarta.

Dia menjelaskan bahwa jam sibuk pada periode tersebut dimulai lebih awal dibandingkan hari biasa di luar Ramadan, yakni sejak pukul 15.30 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 16.00–18.00 WIB.

“Di sisi lain, pada periode akhir Ramadan, kami memahami bahwa sebagian dari mitra driver Gojek, khususnya yang beroperasi di kota-kota besar, ada yang telah pulang kampung atau mudik dan memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya,” kata Bambang dalam keterangan resmi.

Sementara itu, Director of Mobility, Food, & Logistics Grab Indonesia Tyas Widyastuti menjelaskan secara umum layanan Grab tetap beroperasi seperti biasa. Namun, pada waktu dan area tertentu sebagian pengguna memang dapat mengalami waktu tunggu yang lebih lama dari biasanya.

“Hal ini terjadi karena dalam beberapa waktu terakhir permintaan layanan mobilitas maupun pengantaran, termasuk GrabExpress, GrabFood, dan layanan lainnya, mengalami peningkatan yang cukup tinggi,” kata Tyas.

Di sisi lain, ketersediaan mitra pengemudi juga dipengaruhi sejumlah faktor. Tyas menyebut kondisi cuaca hujan ekstrem yang sempat menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan serta kepadatan lalu lintas yang lebih tinggi dari biasanya turut memengaruhi operasional di lapangan.

Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *