Kenaikan Tarif Penyeberangan Dihentikan Selama Mudik Lebaran 2026
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut dari Pelabuhan Penyeberangan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung tidak perlu khawatir terkait biaya penyeberangan. PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bangka telah memastikan bahwa tarif penyeberangan menuju Pulau Belitung maupun Kecamatan Lepar tetap atau tidak mengalami kenaikan selama momentum mudik Lebaran 2026.
Supervisor Pelabuhan Penyeberangan Sadai ASDP Cabang Bangka, Dedy Triwijaya menjelaskan bahwa tarif penyeberangan masih sama seperti sebelumnya. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keterjangkauan biaya perjalanan bagi masyarakat yang ingin melakukan mudik melalui jalur laut.
“Untuk tarif angkutan penyeberangan masih tetap. Tidak ada perubahan pada momentum mudik Lebaran tahun 2026 ini,” ujar Dedy Triwijaya.
Armada Siap Beroperasi
Terdapat tiga armada kapal yang siap melayani penumpang selama masa mudik. Untuk lintasan Pelabuhan Sadai menuju Pelabuhan Tanjung Ru, Kabupaten Belitung, dua armada yang dioperasikan adalah KMP Menumbing Raya dan KMP Kuala Bate II. Jadwal keberangkatan dari Pelabuhan Sadai dilakukan setiap Senin sampai Sabtu pukul 17.00 WIB.
Sementara itu, satu armada lainnya yakni KMP Gorare melayani lintasan Pelabuhan Sadai menuju Pelabuhan Tanjung Gading di Kecamatan Lepar. Kapal tersebut memiliki jadwal keberangkatan dua kali dalam sepekan, yakni setiap hari Senin dan Jumat. Namun waktu keberangkatan menyesuaikan dengan kondisi pasang surut air laut di wilayah perairan tersebut.
“Ada tiga armada kapal yang disiagakan. KMP Kuala Bate II, KMP Menumbing Raya dan KMP Gorare,” jelas Dedy Triwijaya.
Tarif Penyeberangan Berdasarkan Golongan Kendaraan
Tarif penyeberangan dari Pelabuhan Sadai menuju Pelabuhan Tanjung Ru di Pulau Belitung dibagi berdasarkan golongan kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan. Berikut rincian tarifnya:
- Kendaraan golongan I atau sepeda dikenakan tarif sebesar Rp32.800 per unit.
- Kendaraan golongan II atau sepeda motor dengan kapasitas mesin kurang dari 500 cc dikenakan biaya Rp56.800 per unit.
- Kendaraan golongan III yang meliputi sepeda motor dengan kapasitas mesin lebih dari 500 cc serta kendaraan roda tiga dikenakan tarif Rp124.800 per unit.
- Kendaraan golongan IV untuk jenis kendaraan penumpang dengan kapasitas lima orang dikenakan tarif Rp234.000 per unit.
- Kendaraan barang dengan berat sekitar dua ton dikenakan biaya Rp215.800 per unit.
- Kendaraan golongan V, tarif kendaraan penumpang dengan kapasitas 16 orang dipatok sebesar Rp487.800 per unit.
- Sedangkan kendaraan barang dengan berat sekitar delapan ton dikenakan tarif Rp416.600 per unit.
- Kendaraan golongan VI untuk kendaraan penumpang dengan kapasitas 16 orang dikenakan tarif Rp639.000 per unit.
- Kendaraan barang dengan berat sekitar 16 ton dikenakan tarif Rp576.600 per unit.
- Kendaraan golongan VII dengan berat sekitar 21 ton dikenakan tarif Rp736.600 per unit.
- Kendaraan golongan VIII dengan berat sekitar 30 ton dikenakan tarif Rp956.600 per unit.
- Sedangkan kendaraan golongan IX dengan berat sekitar 40 ton dikenakan tarif Rp1.946.600 per unit.
Tarif untuk Lintasan Menuju Kecamatan Lepar
Selain lintasan menuju Pulau Belitung, Pelabuhan Penyebrangan Sadai juga melayani penyeberangan menuju Pelabuhan Tanjung Gading di Kecamatan Lepar. Untuk lintasan ini, tarif penumpang kelas ekonomi dikenakan Rp15.800 per orang untuk penumpang dewasa. Sedangkan tarif untuk bayi dipatok sebesar Rp3.200 per orang untuk sekali penyeberangan.
Tarif kendaraan pada lintasan Sadai menuju Tanjung Gading juga diberlakukan berdasarkan golongan kendaraan yang sama seperti lintasan menuju Pulau Belitung. Rincian tarifnya mirip dengan yang telah dijelaskan sebelumnya.
Pelayanan Optimal Selama Mudik
Dengan tidak adanya kenaikan tarif tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik melalui jalur penyeberangan laut dari Pelabuhan Sadai. Dedy Triwijaya memastikan pelayanan penyeberangan tetap berjalan optimal selama periode mudik Lebaran.
Seiring dengan kesiapan armada kapal yang sebelumnya telah disiagakan untuk melayani lintasan penyeberangan dari pelabuhan tersebut.
“Untuk saat ini belum ada rencana extra trip, namun kami tetap melihat kondisi di lapangan. Jika memang ada lonjakan penumpang, tentu akan kita sesuaikan,” pungkasnya.











