Penjelasan Rismon Sianipar Mengenai Ijazah Jokowi
Rismon Sianipar, seorang ahli digital forensik, telah mengungkapkan bahwa ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), adalah asli setelah melakukan penelitian ulang. Hal ini menandai perubahan sikap yang cukup signifikan dari Rismon, yang sebelumnya sempat menyatakan bahwa ijazah tersebut palsu.
Pernyataan Rismon ini disampaikan melalui video yang diunggah di kanal YouTube Balige Academy, Rabu (11/3/2026). Dalam video tersebut, ia menjelaskan bahwa hasil penelitiannya terhadap ijazah Jokowi mengalami perbaikan dan koreksi. Rismon menyatakan bahwa elemen-elemen seperti watermark dan emboss memang ada dalam dokumen tersebut.
“Temuan saya sebelumnya yang telah melukai dan membuat kegaduhan, saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi,” ujar Rismon.
Ia juga menegaskan bahwa penelitiannya tidak bergantung pada hasil riset yang dilakukan oleh Roy Suryo dan Dokter Tifa. “Oleh karena independensi tersebut, maka saya sebagai peneliti secara terbuka mengatakan ada koreksi-koreksi akibat data yang lengkap, akibat rotasi, atau translasi, atau resolusi pada data yang saya uji,” jelasnya.
Rismon mengaku bahwa penelitiannya selama dua bulan terakhir menunjukkan bahwa elemen-elemen penting dalam ijazah Jokowi memang terdapat. “Saya uji dengan gradien analysis dan uji-uji lainnya dan metodologi yang sama dalam buku JWP tetapi dengan melibatkan variabel translasi, rotasi, maupun pencahayaan akibat objek yang kita analisa itu terpengaruh oleh sejumlah operasi geometri,” tambahnya.
Perubahan Sikap dan Pemangkasan Hubungan
Setelah bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/3/2026), Rismon menyatakan siap mendemonstrasikan metode yang digunakannya untuk membuktikan keaslian ijazah Jokowi. “Atau saya undang Pak Roy Suryo atau yang lainnya, ayo kita secara terbuka undang wartawan, saya akan demonstrasikan metode saya untuk membuktikan ijazah Jokowi asli,” katanya.
Namun, sebelumnya, Rismon sempat mundur dari kubu Roy Suryo Dkk dan meminta maaf ke Jokowi. Ia juga mengaku bahwa ijazah Jokowi asli dan bukan palsu. Pascapertemuan dengan Jokowi, Rismon masih belum memberikan kabar kepada Roys Suryo Cs.
Refly Harun, kuasa hukum Roy Suryo, mengatakan bahwa Rismon sudah memblokir nomor ponselnya. “Saya menghubungi Rismon dengan mengatakan begini, Mon ini benar, tanda tanya, saya sertakan berita (link berita tentang) Rismon ajukan restorative justice, centang dua, tapi tidak dijawab,” ungkap Refly Harun di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Kuasa hukum lainnya, M Wirawan, juga mencoba menghubungi Rismon berkali-kali, namun juga tidak berhasil. “Kemungkinan Rismon itu sudah meninggalkan kami, seharusnya dia mencabut surat kuasa, kami sudah menghubungi beliau, ternyata semua penasihat hukum yang ada di sini sudah di blokir (kontaknya) sehingga kita anggap sama dia sudah mencabut kuasanya pada kami,” tutur Refly Harun.
Tanggapan dan Kritik Terhadap Rismon
Menurut Rismon, jika Roy Suryo hanya mencibir perubahan sikapnya, publik justru berpotensi lebih percaya pada hasil penelitiannya. “Kalau hanya mencibir seperti itu, publik akan muak dan lebih percaya tulisan saya,” ujarnya.
Ia juga menuding Roy Suryo dan Dokter Tifa mengada-ada ketika menyebut ijazah Jokowi palsu. “Nggak ada watermark pada ijazah Jokowi? Halo. Tidak ada emboss? Halo. Saya sudah lakukan kroscek dengan puluhan metode dan ada watermark dan emboss di ijazah Jokowi,” jelasnya.
Selain itu, Rismon menyebut stempel pada ijazah Jokowi juga terbukti ada setelah dilakukan pengujian ulang menggunakan teknik pencahayaan tertentu. “Contoh stempel yang kita analisa tidak ada, saya rekonstruksi. Stempel yang warnanya gelap ketika ditimpa dengan warna hitam maka secara kromatik nilainya dekat,” katanya.
Rismon mengaku lega setelah menyatakan ijazah Jokowi asli meskipun dirinya harus menerima berbagai kritik atas perubahan sikap tersebut. “Saya lebih baik tidak disorak-soraki, lebih baik saya dihina atau dicap pengkhianat daripada saya harus nggak bisa tidur,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Roy Suryo belum memberikan tanggapan terkait tantangan yang disampaikan oleh Rismon.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











