Amalan Ibadah Itikaf di Malam Ramadhan 2026
Salah satu amalan yang sering dilakukan selama itikaf di malam Ramadhan 2026 adalah shalat tasbih. Banyak umat Muslim yang memilih untuk melakukan itikaf di dalam masjid, terutama pada sepuluh malam terakhir bulan suci ini, khususnya di malam-malam ganjil. Shalat tasbih sering kali dilaksanakan pada sepertiga malam menjelang sahur, sebagai bagian dari rangkaian ibadah itikaf.
Shalat tasbih merupakan salah satu bentuk shalat sunnah mutlak yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Buya Yahya menjelaskan bahwa waktu pelaksanaan shalat ini tidak ditentukan secara khusus, kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan untuk salat, seperti setelah shalat Ashar, setelah shalat Subuh, dan saat matahari tepat berada di atas kepala.
“Shalat Tasbih sama seperti Shalat hajat, Shalat istikharah, termasuk dalam wilayah Shalat mutlak, waktunya bebas,” ujar Buya Yahya dalam sebuah video yang diunggah di kanal Al-Bahjah TV.
Pahala yang diperoleh dari shalat ini sangat besar, bahkan dikatakan dapat menghapuskan dosa kecil maupun dosa besar, baik yang telah dikerjakan maupun yang akan datang. Buya Yahya juga menegaskan bahwa ada riwayat yang menyebutkan adanya anjuran shalat ini dari Nabi Muhammad SAW, meskipun sebagian ulama lain menganggap hadis tersebut sebagai khilaf atau perbedaan pendapat.
Rasulullah SAW bahkan mengatakan agar mengerjakan shalat ini setiap hari, jika tidak bisa maka seminggu sekali, jika masih tidak mampu, sebulan sekali atau setahun sekali. Namun, jika benar-benar tidak mampu, minimal satu kali seumur hidup atau sebelum ajal menjemput pernah mengerjakan Shalat Tasbih.
Urutan Shalat dan Martabatnya
Shalat Tasbih termasuk dalam shalat sunnah tingkat ketiga dalam urutan shalat yang dikerjakan oleh umat Islam. Meski demikian, Buya Yahya mengimbau agar tetap mengamalkannya jika memiliki waktu yang cukup dan tanpa halangan.
“Shalat Tasbih martabat ketiga, cuman setelah itu jangan tidak mengamalkan kalau ada waktu, maksud kami dahulukan yang besar dahulu,” ujarnya.
Urutan shalat dari pahala terbesar adalah shalat fardhu atau shalat wajib, kemudian shalat sunnah rawatib mencakup Qabliyah, Ba’diyah, Dhuha, dan Witir. Bahkan, Buya menyebut bahwa Shalat Tarawih tidak dapat mengalahkan Shalat Ba’diyah Isya secara tingkatan atau martabat dan pahala yang didapat.
“Begitu pula Shalat Tasbih dibandingkan Shalat Ba’diyah Isya, lebih besar pahalanya Shalat Ba’diyah, jangan rajin Shalat Tasbih tapi tidak ba’diyah maghrib nah ini orang keblinger,” tuturnya.
Jumlah Rakaat dan Tata Cara Shalat Tasbih
Buya Yahya menjelaskan bahwa jumlah rakaat pada Shalat Tasbih adalah empat rakaat. Jika dikerjakan pada siang hari, maka dikerjakan dengan empat rakaat satu kali salam. Namun, jika dikerjakan pada malam hari, maka dikerjakan dengan dua kali salam.
Di dalam Shalat Tasbih, dibacakan tasbih sebanyak 300 kali, yaitu 75 tasbih per rakaat, yang disebar di antara berdiri, rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk diantara dua sujud. Bacaan tasbih yang disebut itu adalah:
سبحان الله والحمدلله ولا اله الا الله و الله اكبر ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaha illaallahu wallaahu akbar wa-laa haula wa laa quwwata illa billaahil-‘aliyyil-‘azhiim.
Jika merasa tidak memungkinkan karena kondisi tubuh yang lemah, merasa pusing, atau ada gangguan kesehatan, Buya Yahya menyebut bisa hanya membaca:
سبحان الله
Subhanallah.
Panduan Lengkap Mengerjakan Shalat Tasbih
-
Berdiri menghadap kiblat, kemudian melafadzkan niat.
Lafadz niat shalat Tasbih ialah sebagai berikut:
اصلي سنةالتسبيح ركعتين لله تعالي، الله اكبر
Ushalli sunnatat-tasbiihi rak’ataini lillaahi ta’aalaa, Allaahu akbar.
Artinya: Aku niat shalat Tasbih dua rakaat, karena Allah ta’ala. Allahu akbar. -
Setelah membaca do’a iftitah, kemudian membaca surah Al-fatihah, lalu membaca surah lain (tidak ketentuan surah khusus), kemudian sebelum rukuk membaca tasbih sebanyak 15 kali.
-
Kemudian rukuk, lalu setelah membaca tasbih rukuk, tasbih 10 kali.
-
Setelah selesai tahimid i’tidal, membaca tasbih 10 kali.
-
Saat sujud, setelah selesai membaca tasbih sujud, tasbih 10 kali.
-
Lalu duduk antara dua sujud, setelah selesai membaca do’a duduk antara dua sujud, membaca tasbih 10 kali.
-
Kemudian pada sujud kedua setelah selesai membaca tasbih sujud, tasbih 10 kali.
-
Sebelum berdiri untuk rakaat yang kedua hendaknya duduk istirahah lalu membaca tasbih 10 kali.
Atau bisa juga dikerjakan dengan cara sebelum membaca Al-fatihah, tasbih sebanyak 15 kali, sebelum rukuk sebanyak 10 kali, saat rukuk 10 kali, i’tidal 10 kali, sujud 10 kali, duduk diantara dua sujud 10 kali, dan pada sujud kedua 10 kali.
Jika terlupa membaca tasbih pada tempat-tempat tersebut maka digantikan pada tempat berikutnya agar tetap 300 kali tasbih.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











