Fenomena “Krisis Ojol” di Tengah Ramadan: Penjelasan dari Perusahaan Aplikator
Beberapa waktu terakhir, masyarakat khususnya di wilayah Jabodetabek mengeluhkan kesulitan dalam mendapatkan layanan ojek online (ojol). Masalah ini memicu berbagai spekulasi dan diberi nama oleh warganet sebagai fenomena “krisis ojol”. Berbagai keluhan tersebut ramai dibicarakan di media sosial, dengan sejumlah pengguna menyebutkan bahwa sulitnya menemukan pengemudi yang tersedia terutama pada jam-jam tertentu.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Permintaan Layanan
Menanggapi situasi ini, beberapa perusahaan aplikator memberikan penjelasan mengenai penyebab kenaikan permintaan layanan. Salah satu perusahaan yang merespons adalah Grab Indonesia. Director of Mobility, Food, & Logistics Tyas Widyastuti menjelaskan bahwa permintaan layanan Grab di wilayah Jabodetabek meningkat cukup signifikan selama bulan Ramadan.
Menurutnya, perubahan pola mobilitas masyarakat menjadi salah satu faktor utama. Aktivitas masyarakat cenderung berubah, baik dalam hal perjalanan, pemesanan makanan, maupun pengiriman barang. Hal ini menyebabkan lonjakan permintaan layanan transportasi dan pengantaran dalam waktu yang hampir bersamaan.

“Dalam beberapa waktu terakhir, permintaan terhadap berbagai layanan Grab di Jabodetabek meningkat hingga 35 persen dibandingkan periode normal,” ujar Tyas dalam keterangannya, Jumat (12/3/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa puncak permintaan layanan terjadi hampir bersamaan pada waktu tertentu. Misalnya, layanan GrabBike meningkat saat jam pulang kantor, sementara layanan GrabFood melonjak menjelang waktu berbuka puasa. Selain itu, permintaan layanan pengiriman melalui GrabExpress juga meningkat cukup tinggi menjelang Lebaran.
“Permintaan GrabExpress meningkat hingga 300 persen menjelang Lebaran, didorong oleh promo Ramadhan di platform e-commerce dan maraknya pengiriman hampers,” tambahnya.
Di sisi lain, Tyas menyebutkan bahwa jumlah mitra pengemudi secara umum masih stabil. Namun, rata-rata jam kerja mitra selama bulan Ramadhan cenderung lebih pendek. Sebagian mitra memilih beristirahat untuk berbuka puasa atau menghindari kepadatan lalu lintas pada sore hari.

Selain itu, kondisi cuaca ekstrem yang sempat menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan juga turut berdampak pada kelancaran perjalanan dan waktu penyelesaian order di beberapa area.
Meski demikian, tingginya permintaan layanan selama periode puncak Ramadhan disebut turut berdampak pada peningkatan pendapatan mitra pengemudi.
“Meski rata-rata jam kerja mitra lebih pendek, tingginya permintaan tetap mendorong peningkatan pendapatan mitra hingga 40 persen pada periode puncak Ramadhan,” ujarnya.
Perspektif Gojek Mengenai Perubahan Pola Pemesanan
Sementara itu, Gojek juga mencatat adanya perubahan pola pemesanan layanan menjelang akhir Ramadhan dan libur Idul Fitri. Head of Driver Operations Bambang Adi Wirawan mengatakan, lonjakan permintaan biasanya terjadi lebih awal dibandingkan hari biasa di luar Ramadhan.
“Jam sibuk dimulai lebih awal dibanding hari-hari lainnya di luar bulan Ramadhan, yakni sejak pukul 15.30 hingga mencapai puncaknya pada pukul 16.00-18.00 WIB, khususnya di area bisnis di pusat Jakarta,” kata Bambang.
Di sisi lain, Bambang juga menyebut sebagian mitra pengemudi memilih pulang kampung menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut dapat memengaruhi ketersediaan mitra pengemudi di sejumlah wilayah, khususnya di kota-kota besar.
Data internal Gojek pada 2025 menunjukkan para mitra biasanya kembali beraktivitas secara bertahap pada minggu pertama hingga kedua setelah Idul Fitri, seiring normalnya aktivitas masyarakat usai masa libur.
Selain itu, faktor eksternal seperti hujan yang menyebabkan genangan air di sejumlah titik jalan juga dapat memengaruhi kelancaran perjalanan serta ketersediaan pengemudi.
“Orderan pelanggan di periode ini seringkali membutuhkan waktu tambahan agar dapat diterima oleh mitra,” ujar Bambang.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Gojek mengimbau pengguna agar mengalokasikan waktu lebih dalam melakukan pemesanan maupun merencanakan perjalanan. Dari sisi mitra pengemudi, perusahaan juga menyiapkan skema tarif khusus yang berlaku pada periode libur Idul Fitri untuk meningkatkan peluang pendapatan mitra.
Selain itu, terdapat pula insentif atau bonus tambahan bagi mitra yang menyelesaikan jumlah order tertentu.
“Langkah ini penting kami jalankan untuk mengapresiasi mitra driver yang tetap memilih melayani masyarakat di periode libur Hari Raya Idul Fitri,” kata Bambang.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











