Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tetap Berjalan Meski Ada Kekhawatiran Anggaran
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus berjalan meskipun Indonesia menghadapi krisis geopolitik dan upaya efisiensi anggaran pemerintah. MBG menjadi salah satu program unggulan yang dirancang untuk memperbaiki sumber daya manusia (SDM) sejak dini serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Program ini bertujuan memberikan makanan bergizi setiap hari secara gratis kepada anak sekolah, anak balita, hingga ibu hamil. Di samping itu, setiap Dapur Umum MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diharapkan dapat membantu perekonomian melalui rantai pasok makanan di setiap daerah.
Di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah, banyak pihak menyarankan agar MBG dihentikan sementara karena membutuhkan anggaran besar. Namun, Prabowo menilai lebih baik mencari cara lain untuk menghemat anggaran daripada menghentikan program tersebut. Ia yakin MBG akan memberikan dampak besar bagi masyarakat Indonesia.
“Jadi, jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak. Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat,” kata Prabowo dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat.
Alasan Prabowo Lanjutkan MBG
Salah satu alasan Prabowo ingin melanjutkan MBG adalah karena masih banyak anak Indonesia yang mengalami stunting. Ia sering menemukan anak-anak usia belasan tahun dengan badan seperti anak berusia empat tahun saat berkampanye ke desa-desa di pelosok Indonesia.
Daripada uang negara digunakan untuk hal lain, apalagi sampai dikorupsi, Prabowo lebih memilih agar anggaran negara digunakan untuk memberi makan kepada anak-anak yang stunting.
“Lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda nggak lihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak ‘umurmu berapa?’ 11 tahun. Badannya anak 4 tahun,” papar Prabowo.
Dia juga menekankan bahwa MBG menjadi strategi penting pemerintah untuk memperbaiki SDM di Indonesia. Prabowo meyakini masih banyak bidang-bidang lain yang bisa ditekan anggarannya selama krisis akibat konflik Timur Tengah.
“Jadi, this is strategic, ini untuk human capital kita ya. Jadi, masih banyak penghematan lain yang riil yang kita bisa lakukan. Kita sudah exercise, kita sudah melakukan penghematan di banyak bidang ya,” sebut Prabowo.
Dampak Ekonomi Besar dari MBG
Dari segi ekonomi, Prabowo Subianto mengklaim MBG akan memberikan dampak besar pada perputaran uang di tengah masyarakat. Ia menyebut lembaga internasional, termasuk Rockefeller Institute dan World Food Programme (WFP) PBB, yang membuktikan klaim tersebut.
Lembaga-lembaga tersebut menegaskan kepada Prabowo bahwa MBG adalah investasi terbaik yang dilakukan Indonesia. Berdasarkan kajian lembaga tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa MBG dapat memberikan perputaran uang berlipat-lipat.
Per US$ 1 yang dikeluarkan untuk MBG dalam waktu dekat diyakini dapat memutar uang di tengah masyarakat hingga US$ 7. Dalam jangka panjang, perputaran uangnya bisa mencapai lima kali lipat atau US$ 35.
“Saya didatangi Rockefeller Institute dari Amerika Serikat datang ngecek kita punya SPPG dan dia datang ke saya, dia mengatakan, ‘This is the best investment, Mr. President, you have made the best’. Do you know why? Karena setiap US$ 1 di-spend di MBG the return is between US$ 7-35, in the long run US$ 35, in the short run US$ 7,” jelas Prabowo.
MBG Berdampak pada Lapangan Kerja
Prabowo menargetkan MBG akan memiliki 30 ribuan SPPG. Sejauh ini, dari perhitungan yang dia dapatkan, diperkirakan per Dapur Umum MBG memperkerjakan 50 orang. Bila ada 30 ribuan dapur, artinya akan tersedia 1,5 juta lapangan kerja.
“Tiap dapur menciptakan vendor-vendor supplier antara 5-10 vendor tiap dapur yang jual telur, yang jual wortel, yang jual sayur, tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 petani. Jadi, itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja,” tambah Prabowo.
Penanganan Kekurangan di Dapur Umum
Di sisi lain, Prabowo tidak menampik bahwa beberapa Dapur Umum sedikit “berulah”. Namun, kekurangan yang terjadi juga ditindak, buktinya ada 1.000 lebih SPPG yang ditutup.
“Bahwa ada kekurangan ini kita tindak. Saya sudah katakan ada 1.000 lebih yang sudah kita tutup. Iya kan? Tapi you lihat itu dan di banyak daerah di luar Jawa ya mereka tuh sangat membutuhkan,” tegas Prabowo.











