Tiga Berita Terpopuler di Kanal Nasional pada Awal Pekan Pertama Lebaran
Beberapa berita terkini di kanal nasional menjadi perhatian publik pada awal pekan pertama Lebaran. Berikut ini adalah tiga berita yang paling diminati, yang mencakup respons para menteri terhadap rencana pemotongan gaji, keputusan Prabowo Subianto untuk mereformasi Polri, serta komitmen Presiden dalam melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
1. Respons Para Menteri Soal Pemotongan Gaji
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana untuk memotong gaji pejabat negara sebagai langkah penghematan anggaran. Hal ini dilakukan karena adanya defisit APBN dan kenaikan harga minyak akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Rencana tersebut disampaikan oleh Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada Jumat, 13 Maret 2026.
Ia mencontohkan tindakan ekstrem yang dilakukan Pakistan, seperti mengurangi hari kerja dan memangkas gaji pejabat. “Ini hanya sebagai perbandingan. Jadi, mereka menganggap ini sudah kritis, seperti kita dulu saat Covid-19,” ujar Prabowo.
Banyak menteri merespons rencana ini dengan sikap yang sejalan. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji menyatakan akan mengikuti kebijakan Presiden. Ia menegaskan bahwa sebagai pembantu Presiden, semua kebijakan harus diikuti.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti juga menyatakan kesediaannya untuk patuh pada kebijakan Presiden. Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid menilai bahwa kebijakan ini bertujuan untuk kebaikan bersama. Ia menjelaskan bahwa sebagai abdi negara, ia siap mengikuti kebijakan yang diambil oleh Presiden.
2. Prabowo Akan Buat Keputusan untuk Mereformasi Polri
Presiden Prabowo Subianto merespons keraguan publik terhadap komitmen pemerintah dalam melaksanakan rekomendasi dari Komisi Reformasi Polri. Dalam sebuah forum diskusi meja bundar dengan wartawan dan pakar di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 17 Maret 2026, Prabowo menyatakan bahwa pemerintah akan mempelajari rekomendasi tersebut.
Menurut Prabowo, negara perlu memiliki institusi penegak hukum yang kompeten, bersih, dan kredibel. Ia menegaskan bahwa keputusan akan diambil secara rasional, dengan mempertimbangkan berbagai aspek. “Negara butuh lembaga-lembaga penegak hukum yang profesional, yang bersih, yang tidak korup, yang penuh integritas, itu mutlak,” kata Prabowo.
Meski demikian, ia mengakui bahwa Komisi Percepatan Reformasi Polri merupakan instrumen penting dalam proses reformasi. Prabowo menegaskan bahwa pembenahan institusi kepolisian tidak selalu harus melalui tim reformasi.
3. Prabowo Tak Akan Hentikan MBG
Presiden Prabowo berkukuh bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus berjalan meskipun menghadapi krisis minyak akibat perang Iran. Ia menegaskan bahwa ada banyak cara bagi pemerintah untuk berhemat tanpa menghentikan program prioritas ini.
Dalam sesi wawancara di rumah pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Prabowo menjawab pertanyaan tentang kelangsungan MBG. “Jangan ke arah, ‘Oke ada krisis, nanti kita hentikan MBG’. Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat,” ujarnya.
Prabowo menuturkan bahwa selama berkampanye, ia melihat banyak anak yang mengalami stunting atau kurang gizi kronis. Ia menegaskan bahwa uang negara akan digunakan untuk memastikan rakyat bisa makan. “Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” katanya.
Program MBG akan dibiayai melalui efisiensi anggaran. Prabowo menegaskan bahwa pembiayaan ini berasal dari penghematan yang dilakukan pemerintah. Ia bahkan mempertaruhkan kepemimpinannya untuk memastikan bahwa program ini tetap berjalan hingga tahun 2029.











