Peran dan Kontribusi PSBM dalam Pembangunan Ekonomi Sulawesi Selatan
Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) yang ke-26 kembali digelar di Kota Makassar dengan tema “Saudagar Tanguh, Ekonomi Tumbuh.” Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara ini selalu menarik perhatian berbagai media. Diadakan setiap tahun, pertemuan ini diikuti oleh ratusan hingga ribuan saudagar Bugis-Makassar dari berbagai wilayah di Indonesia maupun luar negeri.
Tujuan pelaksanaan PSBM ke-26 tidak jauh berbeda dengan tujuan awal yang dicanangkan oleh Jenderal M. Jusuf, penggagas Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Tujuan utamanya adalah untuk membangun dan memperkuat jejaring saudagar Bugis-Makassar lintas wilayah dan lintas negara, serta mendorong partisipasi mereka dalam membangun sumber daya manusia dan ekonomi di Sulawesi Selatan.
Ibnu Munzir, Ketua Panitia PSBM 26, menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menguatkan kembali hubungan antar saudagar. Hal ini juga disampaikan oleh para ketua panitia sebelumnya, seperti Muhlis Patahna (PSBM 25) dan Andi Rukman Karumpa (PSBM 24), serta tokoh-tokoh lainnya. Mereka menyampaikan pidato sambutan yang penuh motivasi dan harapan.
Namun, satu hal yang terlihat berbeda adalah kurangnya informasi konkret tentang hasil kinerja anggota dan pengurus KKSS selama periode kepengurusan. Berbeda dengan perayaan Gebu Minang yang sering kali dilengkapi dengan laporan kinerja yang detail, PSBM tampaknya belum memberikan data yang jelas tentang kontribusi mereka.
Perbandingan dengan Kegiatan Gebu Minang
Dalam perayaan Mubes Gebu Minang di Padang, misalnya, pidato dan sambutan sering kali diisi dengan laporan kinerja yang nyata. Contohnya, Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Hidup RI, melaporkan keberhasilan Yayasan Gebu Minang yang dipimpin oleh Ir. H. Azwar Anas. Yayasan ini berhasil mendirikan trading house dan 11 Bank BPR di Sumatera Barat.
Selanjutnya, dr. Fasli Jalal, PhD, melaporkan peningkatan jumlah BPR Gebu Minang menjadi 20 BPR, serta bimbingan terhadap 200 UMKM. Dalam pidatonya, ia juga menyebutkan alokasi dana sebesar 26 miliar rupiah dari Yayasan Gebu Minang untuk beasiswa anak SMA Sumbar yang kurang mampu namun berprestasi akademik.
Di bawah kepemimpinan Oesman Sapta Oddang atau Oso, Gebu Minang tercatat memiliki 50 BPR dan 25 BPR binaan. Total aset BPR Gebu Minang mencapai lebih dari 2 triliun rupiah, sementara aset Yayasan Gebu Minang mencapai 3,5 triliun. Oso juga mengungkapkan bahwa BPR Gebu Minang telah membantu hampir 600 UMKM di Sumbar, serta mendatangkan investasi sebesar 6 triliun rupiah dalam tiga tahun terakhir.
Pertanyaan Tentang Kontribusi PSBM
Meski PSBM memiliki potensi besar sebagai organisasi yang kuat dan berpengaruh, kontribusi nyata mereka dalam pembangunan Sulsel masih sulit diketahui. Pertanyaannya adalah: seberapa besar kontribusi PSBM dalam menyelamatkan anak muda Sulsel dari pengangguran dan kemiskinan? Berapa banyak pengusaha baru yang lahir dari PSBM? Bagaimana jumlah anggota PSBM yang terfasilitasi perdagangan internasional melalui trading house yang didirikan?
Selain itu, berapa jumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang dibentuk oleh PSBM, serta total aset BPR tersebut? Apakah ada beasiswa yang diberikan oleh PSBM dan KKSS kepada siswa SMA di Sulsel?
Sayangnya, semua pertanyaan ini tidak pernah dijawab dalam pidato-pidato yang disampaikan oleh panitia PSBM maupun tokoh-tokoh patron mereka. Akibatnya, publik pun mulai mempertanyakan peran dan kontribusi PSBM secara keseluruhan.
Kesimpulan
Dari perbandingan dengan Gebu Minang, terlihat bahwa PSBM masih perlu meningkatkan transparansi dan keterbukaan dalam penyampaian informasi. Dengan adanya data yang jelas, masyarakat akan lebih mudah memahami dampak nyata dari kegiatan PSBM bagi ekonomi dan sosial di Sulawesi Selatan.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











